Search
Search

Terpana Tangkahan

Mandi bareng gajah di Tangkahan

Gajah Selalu Ingat (Elephants Can Remember) adalah judul novel Agatha Christie yang membuat saya penasaran dengan keistimewaan mamalia terbesar di darat ini. Rasa penasaran itulah yang membuat saya suatu saat ingin melihat gajah langsung di alamnya.

Di Indonesia terdapat dua taman nasional dimana kita bisa berinteraksi langsung dengan gajah; TN Way Kambas di Propinsi Lampung dan TN Gunung Leuser di Propinsi Aceh dan Sumatera Utara. Dari kedua tempat itu, entah mengapa Taman Nasional Gunung Leuser lebih menarik minat saya.

Ada satu bagian dari taman nasional ini yang bernama Tangkahan sudah sejak lama seperti memanggil untuk didatangi. Apalagi setelah beberapa saat lalu melihat postingan foto teman saya, Trinzi di Path ketika dia main ke Tangkahan. Membaca tulisan PergiDulu: 2014 Rewind, ternyata mereka pernah juga main ke TN Gunung Leuser di bulan Mei 2014, hanya saja ke bagian yang berbeda yaitu Bukit Lawang.

Gajah di Tangkahan Sumut
Aren’t they all cute?

Tangkahan dapat dicapai melalui Medan dengan naik bus dari Terminal Pinang Baris. Hanya ada 2 bus setiap harinya, yaitu pukul 10.00 pagi dan 13.00 siang. Perjalanan Medan – Tangkahan memakan waktu antara 4.5 hingga 5 jam, dan mungkin bisa lebih lama jika hari hujan. Selain itu, bisa juga dicapai melalui Bukit Lawang, dengan ojek motor selama 3 jam.

Sepertinya saya akan mengambil opsi yang pertama, yaitu lewat Kota Medan saja. Kalau nanti ketemu teman yang tertarik pergi ke Tangkahan juga, saya akan mempertimbangkan untuk sewa mobil dari Medan, bisa sharing-cost sama temen, dan pastinya lebih nyaman dibanding naik bus umum.

Baca juga: Mengenalkan kebanggaan akan Istana Maimun

Sungai Batang Tangkahan
Sungai Batang, Tangkahan – Taman Nasional Gunung Leuser

Kawasan Tangkahan ini dulunya adalah hutan yang sudah habis dimanfaatkan secara ekonomi oleh warga setempat, pohon-pohonnya ditebangi, illegal logging. Lalu lambat laun dengan bantuan NGO asing dan lokal, pembalakan liar disana bisa dikendalikan, bahkan masyarakat sekitar kini membentuk Lembaga Pariwisata Tangkahan (LPT) sebuah lembaga untuk mengembangkan eco-tourism di Tangkahan.

Keren ‘kan? dari daerah pembalakan liar berubah menjadi kawasan eco-tourism dan pelestarian lingkungan.  Aktifitas yang bisa dilakukan di Tangkahan antara lain; menunggang gajah menyusuri sungai, memandikan gajah, main air di air terjun, pesta durian, dan berendam di sumber air panas sepertinya akan menjadi liburan yang menyenangkan.

Karena sudah menjadi kawasan eco-tourism, kita tidak perlu lagi khawatir akan ketersediaan akomodasi di Tangkahan. Saya sudah googling beberapa opsi penginapan di sana, dan hampir kesemuanya bagus (bersih, menyediakan makanan enak dengan harga terjangkau, dan ada guide.)

Air terjun di Tangkahan

Inilah salah satu rencana traveling saya di tahun 2015; main ke Tangkahan, Taman Nasional Gunung Leuser. Jika tidak ada halangan, saya akan ke sana pertengahan Agustus 2015.

Ayo, siapa yang tertarik berangkat bareng?

Mandi bareng gajah di Tangkahan
Mandi bareng gajah

Semua foto milik @trinzi , terimakasih banyak untuk foto-fotonya, Zie! 🙂

***

Tulisan ini disertakan dalam blog writing competition yang diadakan @pergidulu, berhadiah kamera Canon Powershot SX400 IS. Kamera dengan zoom 30x! Pas banget buat motret gajah lagi main air di sungai dari jarak jauh, tanpa perlu khawatir kena semburan air dari belalai gajah. Tapi, kalau udah puas foto-foto gajah dari jauh, kameranya ditaruh, dan segera lari ke sungai! Ikutan main air sama gajah…

Written by
Parahita Satiti

About me

 

Parahita Satiti; suka jalan-jalan dan bercerita. Makanya dia bikin blog ini. Kalau mau tanya/ngobrol/kerjasama dia bisa dihubungi lewat email: [email protected]

Member of

Travel Blogger Indonesia