Flyscoot ke Berlin

Terbang ke Berlin Bareng Scoot; Cukup 7 Jutaan Aja!

Terbang ke Berlin dengan harga tiket di bawah 7 juta rupiah PP, emangnya bisa? Bisa kalau pakai Scoot! Tiga bulan lagi, tepatnya 20 Juni 2018, Scoot akan membuka rute penerbangan baru ke Berlin, Jerman dari bandara Changi. Nggak tanggung-tanggung, penerbangan ke Berlin ini direct flight, lho. Ini tentunya kabar baik untuk pejalan yang ingin melihat Eropa dan Berlin khususnya dengan budget yang hemat, dong!

Hari Selasa, 27 Maret 2018 kemarin saya diundang ke acara Media Briefing #Scoot2Berlin di Paulaner Brahaus, selain untuk mendengarkan pemaparan Chief Operation Officer Scoot, Vinod Kannan mengenai rencana pembukaan rute Singapore ke Berlin dari Scoot, hadir juga Director Marketing & Sales German National Tourist Office for ASEAN market; Chun Hoy Yuen.

Scoot
Vinod Kannan dari Scoot dan Chun Hoy Yuen dari German Tourism Board for ASEAN Market

Dan pastinya undangan acara kaya gini jadi ajang reunian dengan sesama travel blogger dan teman-teman media. Seru-seruan deh kita nyobain VR camera yang disediain Scoot; ngelihat dalamnya pesawat Boeing 787 Dreamliner yang bakal dipakai sebagai pesawat dalam penerbangan Singapore-Berlin nanti. Sekarang lihat dari VR camera siapa tahu tiga bulan lagi bisa nyobain aslinya, ye kaaaan…

Berlin
Travel blogger yang serius banget dengerin ada tiket ke Berlin dari Scoot

Lihat harga tiketnya yang di bawah 7 juta rupiah itu emang bikin mupeng banget sih, karena kapan lagi coba dengan harga segitu bisa dapat penerbangan full-service ke Eropa? Yang bikin makin seru, di dalam penerbangan Scoot ada pilihan kelasn ScootinSilence, di mana tempat duduk yang masuk dalam zona ini tidak akan diizinkan ada anak-anak. Jadi dijamin bebas tangisan dan rengekan anak kecil selama kurang lebih 13 jam penerbangan itu. Totally yayness!

Tenang ibu-ibu yang mau bawa anaknya liburan ke Berlin, tetap boleh kok naik Scoot. Tapi pilih area di luar ScootinSilence, ya. Tetap nyaman kok tempat duduknya. Malahan bisa milih opsi lainnya; Economy Standard, Ecomony Strech dengan leg room yang lebih luas, atau mau sekalian naik kelas ScootBiz? Yang kelas bisnis ini harga tiketnya di bawah 21 juta ruoiah untuk PP, lho. Seru banget, kaaan…

Opsi tempat duduk di penerbangan Scoot

Nah, untuk terbang ke Berlin sendiri, kenapa Scoot memilih kota ini sebagai kota tujuan ketiga setelah rute Athena dan Honolulu, bukan tanpa alasan. Dengan penumpang yang kebanyakan anak muda kaya kita-kita ini, Scoot mencari kota-kota yang sama hype-nya dengan pangsa pasarnya.

Berlin yang kaya dengan sejarah Perang Dunia II, rupanya setelah reunifikasi pada 3 Oktober 1990 berkembang pesat menjadi city of millenials alias kotanya anak muda. Anak-anak muda di Berlin berlomba membuat design baru yang begitu mengagumkan hingga UNESCO memberikan gelar ‘city of design” pada kota ini.

Dari foto-foto yang ditunjukkan Chun Hoy Yuen di presentasinya emang kelihatan sih banyak hal seru terjadi hampir 365 hari dalam setahun di Berlin. Mulai dari Transmediale di bulan Januari, Berlinale di bulan Februari, lalu ada ITB Berlin di bulan Maret, Staatsoper Festival di bulan April, Carnival of Culture di bulan May, teruuuuss nyambung sampai Desember akan selalu ada keramaian di Berlin.

Selain keramaian itu tadi, masih banyak lagi obyek wisata yang ditawarkan Berlin. Bekas berdirinya tembok Berlin sudah pasti jadi ikon ya. Selain itu masih ada lagi Brandenburg Gate yang merupakan salah satu monumen paling terkenal di Eropa, didirikan pada abad ke-18 oleh raja Prusia Frederick Willian II.  Lalu ada Reichstag Building, gedung yang dibangun tahun dari tahun 1884 hingga 1894 dan menjadi tenpat upacara peresmian reunifikasi Jerman Barat dan Timur pada tahun 1990. Dan tentunya masih banyak lagi obyek wisata di kota Berlin yang bisa kita jelajahi.

terbang ke berlin

Jadi yuk mulai nabung, tiga bulan lagi Scoot mulai terbang ke Berlin, jangan sampai ketinggalan ya!

About the author

Suka jalan-jalan dan bercerita.
4 Responses
    1. Parahita Satiti

      Aku berusaha selalu memaklumi sih kalau sama anak-anak.. karena pasti mereka merasa nggak nyaman ada di ruangan sempit bareng ratusan orang asing, belum sakitnya telinga kena tekanan udara dalam kabin, dll. It’s the parents that sometime i don’t understand. Misalnya, udah tau anaknya nangis rewel, tapi nggak berusaha ngapain gitu biar anaknya diem. Udah tau anaknya bikin nggak nyaman penumpang lain, tapi ego-nya terlalu besar untuk sekedar say sorry ke penumpang lain. Maunya dimaklumin; yaaaah, namanya juga anak-anak.

      Atau, kalian belum ngerasain jadi orang tua, sih!

      Gituuu…

Leave a Reply

%d bloggers like this: