Wisata di Bengkulu Ikon Pantai Panjang

Wisata di Bengkulu? Ini 7 Hal Seru yang Bisa Kamu Lakukan!

Apaaaaa? Cuma punya waktu sehari di kota Bengkulu?! Ah, mana cukup untuk eksplor seluruh wisata di Bengkulu, dong!

Sssssttt… tenang. Spot-spot menarik di kota Bengkulu bisa banget dikelilingi dalam satu hari saja, karena selain kota Bengkulu tidak terlalu luas, lalu lintas di dalam kotanya sendiri masih relatif lancar. Dari satu ujung kota ke ujung kota lainnya bisa lho ditempuh dalam waktu kurang dari 15 menit saja naik mobil.

Jadi nggak perlu khawatir waktu yang hanya sehari di kota Bengkulu bakalan habis di jalan. Dengan pengaturan waktu dan rute yang asik, dijamin kamu bisa memaksimalkan tempat yang ingin kamu eksplor di Bengkulu.

Nih, kalau mau saya kasih contekan 7 hal seru yang bisa kamu lakukan waktu mengunjungi wisata di Bengkulu dalam sehari!

  1. Belajar Sejarah Bencoolen di Museum Bengkulu

    Pada masa pendudukan Inggris, Bengkulu dikenal dengan sebutan Bencoolen. Berbeda dengan wilayah Indonesia pada umumnya yang dijajah oleh pemerintah Hindia Belanda, Bengkulu dulunya berada di bawah kekuasaan bangsa Inggris. Sedangkan Belanda menguasai Malaka, Penang, dan daerah-daerah lainnya di sekitar semenanjung Melayu.

    Nah, melalui Anglo-Dutch Treaty of 1824, kedua penjajah tersebut sepakat untuk bertukar wilayah jajahan. Bengkulu (dan pulau-pulau yang sekarang kita sebut sebagai Propinsi Kepulauan Riau) masuk ke jajahan Belanda, sedangkan daerah semenanjung Melayu (sekarang Malaysia) dan Singapura jadi milik Inggris.

    Miniatur Tabot di Museum Bengkulu
    Miniatur Tabot; salah satu upacara adat yang ada di Bengkulu
    Bilik Pengantin Koleksi Museum Bengkulu
    Bilik Pengantin Koleksi Museum Bengkulu

    Sejarah panjang Bengkulu bisa kamu lihat di Museum Bengkulu yang terletak di Jl Pembangunan No 8, Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Karena letaknya di pusat kota, kamu bisa  mengunjungi tempat ini paling awal. Kalau masih pagi, pengunjung museumnya kan masih sedikit, jadi enak kalau mau foto-foto koleksi museum ga akan ‘bocor’ gambarnya.

    Replika rumah kepala Suku Enggano
    Replika rumah kepala Suku Enggano

    Di Museum Bengkulu kamu bisa lihat tuh betapa kayanya budaya Bengkulu; propinsi terkecil di Pulau Sumatra yang hanya terdiri dari 9 kabupaten dan 1 kotamadya saja tapi juga punya 9 suku bangsa yang masing-masing punya budaya dan bahasa tersendiri. Keren banget, ya!

  2. Main air dan pasir di Pantai Panjang

    Selesai lihat-lihat koleksi di Museum Bengkulu, saatnya beranjak ke ikon kota Bengkulu yang nge-hits banget; Pantai Panjang. Ini pantai beneran nggak tanggung-tanggung deh panjangnya, kurang lebih tujuh kilometer, bok!

    Kalau mau iseng menyusuri dengan jalan kaki, jogging atau sepedaan bisa, lho! Sebelahan sama pantai ini ada jalan raya yang bisa dipakai untuk sepedaan. Kalau kepanasan atau kecapean, bisa istirahat sebentar di warung-warung yang terdapat di sepanjang pantai.

    Wisata di Bengkulu Ikon Pantai Panjang
    Foto di ikon Pantai Panjang – checked!

    Kalau saya sih, cukup puas dengan berfoto di spot ikon Pantai Panjang, trus main air dan pasir sebentar aja di pantai ini.

  3. Makan siang dengan menu seafood segar dan masakan khas Bengkulu di Marola Resto
    Nah, habis panas-panasan main pasir di pantai, paling pas ya makan siang dengan menu seafood dan makanan khas Bengkulu di Resto Marola. Resto ini letaknya masih sederatan dengan Pantai Panjang, tepatnya di daerah Teluk Berala.Selain menu-menu seafood yang dijamin maknyuuus semua, di resto ini juga menyediakan aneka menu tradisional Bengkulu seperti; pendap (semacam pepes daun keladi yang diisi parutan kelapa dan ikan teri), gulai rebung, dan tentu saja masakan berbumbu tempoyak.

     

    Pendap makanan khas Bengkulu
    Pendap makanan khas Bengkulu
    Sayur Rebung khas Bengkulu
    Sayur Rebung khas Bengkulu

     

    Tempoyak adalah sejenis bumbu masak yang terbuat dari fermentasi durian. Biasnya dipakai untuk mengolah ikan, udang dan dibuat sambal. Di Resto Marola saya nyobain makan udang bumbu tempoyak untuk pertama kali, sayangnya setelah mencoba saya ternyata kurang suka aroma dan tekstur tempoyak.

    But, hey…. maybe you’ll like it!

  4. Napak Tilas di Rumah Pengasingan Bung Karno

    Tahun 1938,setelah menjalani pengasingan selama empat tahun di Ende, Bung Karno beserta istrinya Ibu Inggit Garnasih, dua putri angkatnya Ratna Djuami (Omi) dan Kartika Uteh diasingkan oleh pemerintah Hindia ke Bengkulu. Keluarga Bung Karno tinggal di sebuah rumah milik keluarga Tionghoa bernama Lion Bwe Seng yang saat ini terletak di Jl Soekarno Hatta, Bengkulu.

    Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu
    Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

    Kondisi rumah yang ditinggali Bung Karno dan keluarganya selama empat tahun masa pengasingan itu kondisinya masih terawat dengan baik hingga sekarang. Beberapa benda peninggalan Ir. Soekarno seperti koleksi buku bacaan, sepeda pinjaman yang sering dipakai Bung Karno berkeliling Bengkulu, meja kerja, tempat tidur dan kaca rias bisa kita lihat di sana.

    Ruang Kerja Bung Karno
    Di balik tembok ini adalah ruang kerja Bung Karno
  5. Ke Bengkulu Harus ke Rumah Ibu Fatmawati dong!
    Lho, Ibu Fatmawati kan istrinya Bung Karno, kok rumahnya beda? Itu pertanyaan yang muncul di benak saya saat mendengar ada rumah Ibu Fatmawati di Bengkulu. Ternyata oh ternyata, ya karena semasa Bung Karno diasingkan di Bengkulu, mereka belum menikah.  Ibu Fatmawati menikah dengan Bung Karno pada tahun 1943, sesaat setelah Ibu Inggit Garnasih meminta cerai dari Bung Karno.

    Rumah Ibu Fatmawati Bengkulu
    Rumah Ibu Fatmawati Bengkulu
    Ruang Tamu di Rumah Ibu Fatmawati Bengkulu
    Ruang Tamu di Rumah Ibu Fatmawati Bengkulu

    Di rumah yang terletak di daerah Ratu Samban ini selain tersimpan foto-foto bersejarah Ibu Fatmawati juga tersimpan mesin jahit yang dipakai oleh Ibu Fatmawati untuk menjahit bendera pusaka yang dikibarkan pada hari proklamasi bangsan Indonesia.

  6. Foto OOTD di Fort Marlborough
    Jaman sekarang apa artinya pergi liburan tanpa bikin foto-foto kece, kan?

    Tenang, Bengkulu punya Fort Marlborough yang bisa bikin foto-foto liburan kamu terlihat makin kece. Di benteng terluas se-Asia Tenggara yang pernah dibangun oleh pemerintah kolonial Inggris ini, setiap sudutnya bisa banget dipakai bikin foto yang oh-so-instagramable.

    Benteng Marlborough Bengkulu
    Benteng Marlborough Bengkulu

    Buat kamu yang nggak suka bikin foto-foto kece tapi lebih suka belajar sejarah, di Fort Marlborough ada sebuah ruangan yang belum lama ini diresmikan sebagai museum. Di dalamnya terdapat sejarah masa pendudukan Inggris di Bengkulu, hingga sejarah dibangunnya benteng Marlborough ini.

    Foto di Fort Marlborough
    Kamu bebas bergaya bak peserta ANTM di Fort Marlborough -Pic: Danan Wahyu
    Pose Yoga di Fort Marlborough
    Pose Yoga di Fort Marlborough

    Tips:
    Sisihkan waktu agak lama di Fort Marlborough karena tempat ini luaaaasss banget, sayang kalau nggak kamu eksplor semuanya.

  7. Belanja Oleh-Oleh di daerah Anggut Atas
    Masih punya sisa waktu sebelum kembali ke kota asal? Sempatkan untuk mampir belanja oleh-oleh di daerah Anggut Atas.

    Aneka Oleh-Oleh Khas Bengkulu
    Aneka Oleh-Oleh Khas Bengkulu
    Kain Besurek Bengkulu
    Kain Besurek Bengkulu

    Banyak banget oleh-oleh khas Bengkulu yang bisa kamu beli. Kalau kamu tipe orang yang suka beli oleh-oleh berbentuk makanan, jangan lewatkan untuk membeli manisan terong dan tomat khas Bengkulu.

    Ada juga kue Bat Tat, aneka keripik ikan, sirup jeruk kalamansi, dan tak lupa tempoyak. Nah bagi yang lebih suka membeli oleh-oleh berbentuk barang, saya sarankan untuk membeli kain besurek; kain dengan motif huruf arab gundul khas Bengkulu.

    Dua Gadis dengan Kain Besurek
    Dua Gadis dengan Kain Besurek

    Harga selembar kain besurek ukuran 2 meter  (printing) berkisar antara IDR 60.000 hingga IDR 250.000, tergantung jenis kain yang digunakan. Sedangkan untuk kain besurek tulis, harganya sekitar IDR 700.000 sepasang (2 lembar kain ukuran panjang 2 meter).

Gimana? Seru kan jalan-jalan di Bengkulu? Meskipun cuma punya waktu sedikit, jangan khawatir ga dapet banyak hal yang bisa dilihat di Bengkulu. Dengan pengaturan waktu yang tepat, kamu bisa melalukan 7 hal seru ini saat liburan di Bengkulu.

About the author

Suka jalan-jalan dan bercerita.
13 Responses
  1. jangan-jangan, nama jalan Bencoolen di Singapura itu asalnya dari sini ya? atau sebaliknya, ya? atau.. sekadar sama-sama nama pemberian dari Inggris? hmm.. mari tanyakan ke Galileo..

    eh btw itu kain yang dipake Pungky lucuk jugak.

    1. Parahita Satiti

      Dari yang gw baca, bencoolen itu asalnya dari orang Inggris berusaha menyebut penduduk Bangkahulu sebagai “bangkahulu-an’, kecepeten nyerocos sama lidah emang susah nyebut bang-ka-hu-lu jadi ‘bencoolen’.

      Nah, habis dinas di Bengkulu, Raffless yang patah hati karena anak-anaknya meninggal di Bengkulu, pindah ke Singapur. Di Singapur dia ingin tetap punya kenangan akan Bengkulu, makanya ada daerah yang dia kasih nama ‘Bencoolen’. Gitu ceritanya…

      Iya, kainnya Pungky lucu tuh… gw juga naksir tapi kalah cepet, hahaha

  2. aaah, andaikan kemarin gak bentrok dengan trip lain, ingin juga eksplor Bengkulu rame-rame begini. mana aku juga belum pernah lihat Rafflesia Arnoldi langsung di tempat asalnya, semoga lain kesempatan bisa. seru banget tripnya, titi!

    1. Parahita Satiti

      Iyaaa.. pengen banget suatu saat bisa famtrip bareng sama Yuki! Kemarin itu kami bisa kebetulan banget pas ketemu Rafflesia arnoldii lagi mekar, plus bungai bangkai (Amorphopallus giganti) juga.

      Trip Thai-mu pun sepertinya seru abis, Yuki. Aku gemeeees lihat cewe-cewe mainan zipline di instastories mu! *mupeng*

    1. Parahita Satiti

      Hahaha… pose yoganya cuma bisa itu doang, sih.

      Iya, rumah Bung Karno kece abis. Kemarin di sana cuma sebentar jadi kurang puas foto-fotonya. Semoga Omnduut kesampaian ke Bengkulu lagi dan puas-puasin main di rumah ini yaaa..

    1. Parahita Satiti

      Ya ampun, maaf baru kebaca komen Kak Gio. Masuk ke spam, masaaaaa…

      Aku ndak ada foto udang masak tempoyak yang nasih bagus, Kak. Adanya yang udah berantakan, makanya ga di post di sini. Kayanya kita terlalu gragas ya sampai ga sempet foto itu makanan langka, hehehe…

    1. Parahita Satiti

      Kemarin kami juga makan di resto Marola itu, tapi sayang, saya kurang suka tempoyak, hehe. Mending makan durennya langsung deh..

Leave a Reply