White Sands Island Bintan

Setengah Hari di White Sands Island, Bintan

Seorang laki-laki paruh baya keluar dari sebuah pondok bercat putih begitu mobil rombongan kami parkir di halaman itu. Ia menyalami kami satu persatu, dan mempersilakan kami duduk di teras pondok, yang rupanya berfungsi sebagai kantor pengelola Pulau Beralas Pasir atau yang lebih dikenal sebagai White Sands Island. Setelah membereskan urusan administrasi, ia kemudian meminta kami mengenakan life-jacket, sebelum membolehkan kami naik kapal motor dan menyeberang ke White Sands Island.

Dari dermaga di kantor perwakilan tadi, perlu sekitar 10-15 menit naik speed-boat untuk menuju White Sands Island. Di awal perjalanan kita akan disuguhi pemandangan tepian pantai dengan batu-batuan besar. Mirip di Pulau Belitung, tapi yang ini di Pulau Bintan.

Pulau Bintan
Ini Pulau Bintan atau Pulau Belitung ya?

Tak berlebihan memang jika pulau ini memakai ‘merk’ White Sands Island, meskipun nama aslinya—Pulau Beralas Pasir—sebenarnya terdengar lebih eksotis menurut saya. Karena, sebelum speed-boat kami merapat di dermaga pulau ini, hamparan pasir putihnya sudah terbentang di depan mata. Rasanya tak sabar untuk segera merapat di sana dan main guling-gulingan di bentangan pasir putih White Sands Island.

Begitu speed-boat kami merapat, seorang pria bernama Amrizal menyambut rombongan kami dan mempersilakan untuk menikmati keindahan pulau. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di White Sands Island. Dari sekedar berjemur sambil membaca buku atau bermalas-malasan, main volley pantai, bikin 7 album foto di setiap sudut pulau yang pastinya instagramable banget, hingga aneka kegiatan laut; snorkeling, kayaking, dan diving.

White Sands Island Bintan
White Sands Island, meskipun mendung tapi tetep kece

Saya dan beberapa orang teman memilih untuk berkeliling pulau terlebih dahulu. Siapa tahu ketemu spot foto yang orang lain belum pernah gunakan. Berbeda dengan pantai di sekitar dermaga yang berpasir putih bersih, di beberapa titik kami menemukan tumpukan sampah yang sepertinya terbawa ombak hingga ke pulau ini

Sayangnya setelah berjalan hingga ujung pulau, kami hanya bertemu bebatuan karang dan hutan bakau. Air yang sedang pasang dan rapatnya bakau menghalangi kami untuk berjalan mengitari pulau. Kami pun terpaksa kembali ke melalui rute yang sama.

White Sands Island
Hamparan pasir putihnya cakep ya?

Buat saya, main ke White Sands Island ini menjadi semacam oase untuk kerinduan (((KERINDUAN))) akan air asin dan pasir putih. Terakhir kali saya main air laut bulan Agustus lalu, dan 3 bulan sepertinya sudah terlalu lama bagi saya untuk merasakan pasir di bawah telapak kaki. Makanya saya puas-puasin banget tuh mainan pasir dan menikmati suasana pantai.

Ayunan di White Sands Island
Swing with me, please?

Puas bermain pasir, foto-foto, dan main ayunan kaya anak TK lagi, saya mendinginkan badan di pondok yang juga berfungsi sebagai restoran. Sambil menikmati segelas minuman soda dingin, saya pun ngobrol banyak dengan Amrizal, penanggung jawab White Sands Island. Kami ngobrol mulai dari kamera yang saya pakai untuk foto-foto, hingga posisi pantai di pulau ini yang bergeser karena pengaruh arus laut, foto mana yang bagus untuk dimasukkan ke instagram, hingga turis dari mana yang paling banyak permintaan tapi pelit ngasih tips. Sssst, yang terakhir ini rahasia!

Yang nggak rahasia, saya kasih bocoran harga untuk ke White Sands Island aja ya. Untuk kunjungan satu hari (day-trip) seperti kami, kamu cukup membayar IDR 150.000++. Paket ini sudah termasuk penjemputan dan pengantaran dengan speed-boat. Boleh menggunakan seluruh fasilitas umum yang ada di pulau (gazebo, kursi pantai, ayunan) namun belum termasuk makanan dan minuman, peralatan snorkeling dan kayak.

Kursi berjemur di White Sands Island
Kursi berjemur di White Sands Island

Jika mau menginap di White Sands Beach, ada 3 pilihan penginapan yang ditawarkan; tenda (IDR 250.000++), gazebo (IDR 300.000++) dan pondok kayu (IDR 350.000++). Semua harga dihitung per orang ya. Harga tersebut sudah termasuk antar-jemput speed boat, penginapan sesuai pilihan, sarapan dan fasilitas umum. Fasilitas lainnya dikenakan harga sewa beda lagi.

Baca juga: Camping di Pulau Perak

Tukik di Pulau Bintan
Seekor tukik di White Sands Island

Kalau selama ini Pulau Bintan terkenal dengan resort-resort yang mahal, ternyata ada lho cara lain menikmati Pulau Bintan dengan harga yang lebih terjangkau. Salah satunya ya di White Sands Island ini.

***

White Sands Island
Jl. Wisata Bahari, Trikora km 38
Bintan – INDONESIA
Telp : +62822 7772 9988

About the author

Suka jalan-jalan dan bercerita.
23 Responses
    1. Parahita Satiti

      Ada penangkarannya di sana, tapi pas kami datang belum waktunya dilepas tukiknya.
      Jadi kami hanya ‘pinjam’ seekor tukik untuk di foto aja, hehe…

    1. Parahita Satiti

      Waktu ke Bintan (dan Tanjung Pinang), aku pertamanya agak mengernyitkan dahi waktu baca slogan “Tanjung Pinang Kota Gurindam”. Gurindam itu kan hanya ada di pelajaran Bahasa Indonesia jaman SD-SMP, pikir ku. Tapi ternyata, budaya bergurindam ini memang kental banget di sana. Masih banyak anak-anak muda yang mendalaminya sekarang. Aku sampai kaget kenalan sama salah satu penyair di sana yang umurnya masih di bawah 25 tahun.

      Man, di Jakarta mana ada anak umur segitu ngulik-ulik gurindam 😀

      Amiin, semoga kamu juga ada kesempatan main ke Kepri yaaa…

  1. Pantainya mengundang banget buat di jejaki.. hahaha
    Pasirnya wiiih bersih putih 😀

    mendung pun tetep kece karna pasirnya tetep cerah.

    Jadi pengen kesini

Leave a Reply