Selamat datang di Pulau Bira Besar

Pulau Bira: Harta Yang Terlantar di Kepulauan Seribu

Di pintu masuk pulau ini berdiri sebuah plang yang menunjukkan bahwa Pulau Bira ini dimiliki oleh Patra Jasa. Tapi kalau dilihat sekilas saja, kita bisa langsung tahu pulau ini tidak terawat. Di atas pulau seluas kurang lebih 14 hektar ini terdapat belasan cottage, yang sayangnya sebagian besar kondisinya juga tidak terawat. Hanya ada beberapa cottage saja yang bisa disewakan.

Mungkin pada masa jayanya, Pulau Bira merupakan salah satu resort yang paling lengkap fasilitasnya. Dari mulai ruang aula, kolam renang, puluhan cottage dengan berbagai tipe, lapangan golf yang katanya 9-holes, hingga heli-pad juga ada!

Entah apa yang menyebabkan pulau ini diterlantarkan oleh pemiliknya. Mungkin sekarang biaya pengelolaannya sudah tidak tertutup oleh pendapatan sewanya.

Kolam renang yang terlantar di Pulau Bira
Kolam renang yang terlantar di Pulau Bira

Tapi ada untungnya juga sih Pulau Bira ini tidak dirawat lagi oleh pemiliknya, kami yang tipe pejalan irit bisa main-main di sana dengan harga terjangkau. Coba kalau masih berbentuk resort, pasti harga sewa cottage-nya berharga jutaan, pasti akan membuat kami berpikir 3x untuk menyewanya. Sekarang, dengan IDR 900.000 saja per malam, kami sudah bisa menginap ber-20, di cottage yang lumayan luas.

Dermaga Depan Pulau Bira
Dermaga Depan Pulau Bira
Pulau Kecil di Dekat Pulau Bira
Pulau Kecil di Dekat Pulau Bira
Underwater View di Sekitar Pulau Bira
Underwater View di Sekitar Pulau Bira

Pulau Bira dapat dicapai dengan kapal kayu dengan rute Muara Angke – Pulau Pramuka, lanjut dengan menyewa kapal nelayan untuk mengantar jemput ke Pulau Bira. Atau bisa juga dengan rute Muara Angke – Pulau Harapan/Pulau Kelapa, dilanjutkan dengan kapal sewaan juga ke Pulau Bira.

Posisi Pulau Bira memang agak jauh di bagian utara Kepulauan Seribu. Dulu katanya ada kapal dari Muara Angke yang melayani rute ke Pulau Bira, tapi karena sekarang sudah jarang wisatawan yang ke Pulau Bira, jalur itu ditutup deh…

Waktu kami kesana di bulan Oktober 2012, cuaca cukup bersahabat, jadi lumayan puas snorkeling. Sayangnya guide andalan kami, DJ Dikun berhalangan menemani kami keliling snorkeling. Digantikan oleh kakaknya yang kurang hapal lokasi snorkeling yang ciamik, jadi kami cuma snorkeling di tempat-tempat yang umum saja.

Spot snorkeling yang kami datengin antara lain: Pulau Bira Kecil, Pulau Kayu Angin. Di sekitar Pulau Bira juga bisa snorkelingan, tapi pas kami snorkeling di sana banyak bulu babi. And that was the biggest sea urchins I’ve ever seen!

Setelah puas snorkeling, akhirnya jam 5 sore kami check-in di Pulau Bira. Sambil nunggu yang lain mandi, maklum kamar mandi hanya ada 2, dan kami pergi berdua puluh, saya dan beberapa teman menghabiskan sore memandangi sunset di pantai pinggir dekat dermaga. Sayangnya beberapa saat menjelang matahari benar-benar tenggelam, muncul awan. Hilang deh momen romatisnya. Ecieee.. hahahaha!

Dermaga Belakang Pulau Bira
Dermaga Belakang Pulau Bira
Santai di dermaga Pulau Bira
Santai di dermaga Pulau Bira

Yang menyenangkan dari nginep di Pulau Bira, air bersih yang tidak asin, tersedia cukup banyak. Mungkin karena pulau ini bekas resort, jadi sarana water treatment-nya cukup maju. Kalau keadaan cottage, berhubung kurang terawat, sprei dan sarung bantalnya memang agak kurang bersih jika dibanding penginapan di Pulau Pramuka, misalnya. Bisa diakali dengan gelaran kain pantai, kok…  Malam hari di Pulau Bira, kami habiskan dengan bakar-bakaran ikan dan kepiting sambil bercanda.

Keesokan paginya, kami keliling pulau. Jalanan buat keliling pulau udah di paving block, di sisi kiri jalan setapak ada pantai pasir putih, tapi agak ribet kalau mau jalan lewat pantai karena di beberapa bagian pantai ada yang ditumbuhi bakau dan pohon waru laut. Pagi itu kami berjalan beriringan diikuti 2 ekor anjing penjaga pulau. Lucu deh anjing-anjing ini, kami jalan mereka ikut jalan sambil sesekali menengok ke belakang, memastikan kami ikut berjalan dibelakang mereka, kalau kami berhenti untuk foto-foto, mereka juga ikut berhenti. Cute dogs!

Di bagian belakang pulau, ada dermaga yang sudah lama ga dipakai, dibeberapa bagian sudah lapuk. Nah, di bawah dermaga itu, banyak tumbuh hard dan soft coral warna-warni. Betah banget kami duduk di sana sepagian. Sampai akhirnya kami harus kembali ke cottage dan siap-siap untuk kembali ke Jakarta lewat Pulau Harapan – Muara Angke.

Foto di Pulau Bira Kepulauan Seribu

Trip Pulau Bira ini merupakan trip reuni Genk Purwaceng; sekumpulan anak muda yang ketemu di trip Dieng-nya Picnicholic, ditambah dengan beberapa teman yang diajak sama Dhanu dan Endah, total kami pergi ber 19. Sayangnya, ‘pawang’ Genk Purwaceng, salah satu miminnya Picnicholic, mba Atiek, ga bisa ikutan trip ini. It was a big FUN trip to managed, actually. By the end of trip, Genk Purwaceng ++ ini lalu melebur menjadi genk GPC alias Genk Ga diPancing Curhat. Galaw semuaa!! hahahaha…

*Note: All pictures were taken by Dhanu Saputra, fotografer hampir di setiap trip. Thanks, Nu!

About the author

Suka jalan-jalan dan bercerita.
5 Responses
    1. Parahita Satiti

      Hai Luri 🙂
      Trip ke Pulau Bira ini udah lumayan lama, sekitar akhir tahaun 2011 kalau ga salah. Waktu itu saya arrange sendiri trip-nya, ga pake travel agent. Untuk biaya patungan sekitar IDR 350.000 (biaya tahun 2011). Saya kurang tahu untuk biaya trip ke Kep. Seribu rata-rata berapa sekarang ini.

  1. tz

    hallo.. ini saya punya kontak travel yang servisnya rekomen banget ( ga beli putus, d temenin sama Mas nya sampe tujuan-pulang lagi, dan foto2nya pun d servis banget) .. bisa di hubungin ke 081381938198 / 08998845896 namanya Mas Denis. 🙂

Leave a Reply