Hat Yai Junction Station

Pengalaman Naik Kereta Api dari Kuala Lumpur ke Bangkok

Antara Iseng dan Kurang Kerjaan

“Lo itu iseng atau emang nggak ada kerjaan, sih?” tanya salah satu teman kantor saya waktu saya bilang saya ingin nyobain naik kereta api dari Kuala Lumpur ke Bangkok.

“Emang ada kereta api yang melayani rute itu?” tanya teman yang lain.

Saya juga baru tahu bahwa kita sebenarnya bisa naik kereta api dari Kuala Lumpur ke Bangkok pas googling tentang bagaimana cara menuju Ipoh dari KL. Sudah lama banget saya ingin main ke Ipoh, namun seperti biasa ya, permasalahan klasik mbak-mbak kantoran kaya saya adalah nggak bisa cuti. Kebetulan pas akhir bulan Desember 2018 saya dibolehin cuti agak lama, dan digabung dengan libur Natal plus tahun baru saya bisa liburan kurang lebih 12 hari. Tapi kan 12 hari kelamaan ya kalau cuma di Ipoh doang? Googling ke sana kemari dan baca banyak banget blog post pejalan lain, akhirnya saya memantapkan diri untuk menghabiskan liburan akhir tahun untuk nyobain naik kereta api dari Kuala Lumpur ke Bangkok aja.

Salah satu sudut kota Kuala Lumpur
Salah satu sudut kota Kuala Lumpur

Jangan dibayangin naik kereta apinya langsung dari KL ke Bangkok, ya. Kereta apinya ganti-ganti, dan saya berhenti di dua kota yaitu Ipoh dan Hat Yai sebelum sampai ke Bangkok. Jadi secara garis besar itinerary-nya sebagai berikut; dari Jakarta saya naik pesawat ke KL, jalan-jalan dulu di KL selama 2 hari. Habis itu dari KL saya naik kereta tuh ke Ipoh, lanjut main keliling Ipoh selama 3 hari. Dari Ipoh saya naik kereta lagi ke sebuah kota kecil di perbatasan Malaysia – Thailand, namanya Padang Besar. Di Padang Besar saya nggak nginep, tapi bisa dibilang saya ngabisin hampir setengah hari untuk keluar imigrasi Malaysia dan masuk imigrasi Thailand. Cerita soal ini akan saya tulis di blog post terpisah kapan-kapan, hehe. Dari Padang Besar ke Hat Yai saya naik kereta sekitar satu jam. Pengalaman naik kereta api menyeberangi perbatasan Malaysia dan Thailand ini juga seru banget, nanti akan saya tulis di blog post terpisah juga. Di Hat Yai, saya menghabiskan waktu 3 hari lagi sebelum akhirnya naik kereta ke Bangkok.

Cara Beli Tiket Kereta Api Malaysia dan Thailand

Saya merencanakan perjalanan ini di akhir bulan Oktober 2018, setelah 90% yakin kalau cuti saya bakalan disetujui. Agak deg-degan juga awalnya, masih bisa nggak beli tiket kereta api untuk ke-empat perjalanan tersebut. Kan kalau di Indonesia penjualan tiket KA dibuka mulai dari H-90 dan biasa sudah ludes dalam beberapa menit saja kalau pas peak season. Takutnya tiket ETS (Electric Train Service) juga bakalan sama kaya tiket KA di Indonesia. Ternyata tiket kereta api yang melayani rute KL – Ipoh dan Ipoh – Padang Besar itu penjualan tiketnya dibuka di H-60, namun karena dalam satu hari ada sekitar lima perjalanan kereta ETS dari KL Sentral ke Ipoh, pas saya beli tiketnya masih banyak tersedia. Kelima perjalanan itu beda-beda kelas tiketnya; platinum, gold, dan silver. Yang membedakan dari ketiga kelas tersebut adalah waktu tempuh perjalanannya. Kereta kelas platinum hanya berhenti di stasiun tertentu, gold berhenti di lebih banyak stasiun, dan silver yang paling banyak berhenti. Saya memilih naik kereta kelas gold karena jadwalnya nggak beda jauh dengan waktu check out hostel. Harga tiket kereta ETS kelas gold waktu saya pergi (Desember 2018) sebesar RMY 36.00 untuk KL Sentral – Ipoh dan RMY 50.00 untuk perjalanan Ipoh – Padang Besar. Saya belinya lewat website easybook.com , website ini sungguh recommended untuk pembelian tiket ETS; form pembelian gampang banget pengisiannya, bisa bayar pakai kartu kredit, dan sekitar lima menit setelah kita menyelesaikan transaksi, tiket langsung dikirim via email. Untuk tiket Ipoh – Padang Besar juga saya beli easybook.com, dengan harga RMY 50.00, saya lupa ini tiket kelas gold atau platinum.

ETS train
Kereta Api ETS yang membawa saya dari Ipoh ke Padang Besar

Sayangnya kenyamanan dan kepraktisan pembelian tiket kereta api di easybook.com untuk tiket kereta api di Malaysia tidak saya alami untuk pembelian tiket kereta api Thailand (rute Hat Yai ke Bangkok). Mungkin nggak sepenuhnya salah easybook.com juga sih, kejadian ini juga dipengaruhi oleh sedikit berbelitnya jalur pembelian tiket kereta api di perusahaan perkereta-apian Thailand.

Waktu itu saya mau beli dua tiket kereta api dari Hat Yai ke Bangkok, satu untuk saya dan satu untuk teman saya (yang pada akhirnya ga bisa berangkat ikutan jalan). Karena kereta yang kami beli tiketnya ini sleeper train, kami mau kedua tiketnya di berth/bangku bawah. Pas udah pesen, ternyata easybook.com Thailand ga bisa memastikan kami akan dapat 2 berth bawah itu. Saya kesel dong. Wong di web saya pilih harga yang lebih mahal untuk berth bawah, kok setelah itu di-email mereka bilang ga bisa pastiin. Saya minta refund, waktu itu dibilangnya bisa fully refund, namun butuh 30 hari kerja. Saya tunggu 30 hari kerja, ga ada refund juga. Padahal pembayaran tiket itu kan pakai kartu kredit, jadi tagihan sudah muncul dan saya musti bayar dulu kalau ga mau kena bunga atau ditelponin debt collector. Pas saya komplain ke easybook.com Thailand, ternyata belum diproses dong itu permintaan refund saya. Setelah saya ngamuk-ngamuk di email, baru ada perwakilan dari Easybook Indonesia yang menengahi. Keselnya lagi, setelah itu refund cuma bisa dilakukan dengan pengkreditan ke metode pembayaran yang sama saat pembayaran, dalam kasus saya, via kartu kredit. Kesel ga sih, udah tagihannya saya bayarin duluan, trus ditransfernya ke kartu kredit saya, yang kalau saya mau ambil tunai saya kena biaya, tapi ya buat apa juga saya jajan lagi pakai saldo kartu kredit itu, kan?

Tempat pengambilan tiket KA Hat Yai - Bangkok
Tempat pengambilan tiket KA Hat Yai – Bangkok

Setelah dikecewakan oleh easybook.com Thailand,  akhirnya urusan tiket kereta api Hat Yai – Bangkok beres saya beli di 12go.asia seharga THB 1,450. Meski tidak sepraktis easybook.com Malaysia yang tiketnya langsung di-email dalam hitungan menit dan untuk naik kereta tinggal tunjukin ke petugas aja, tapi paling nggak 12go.asia bebas drama dibanding easybook.com Thailand. Harga jual di 12go.asia juga sedikit lebih mahal dibanding di easybook.com. Selisih biaya jasa sekitar THB 100/ tiket, tapi kalau tahu di easybook.com bakalan drama refund, I won’t bother buy any Thai train ticket there. Jadi si tiket kereta Hat Yai – Bangkok untuk saya itu agak mbulet sih proses pembeliannya; pihak 12go.asia membelikan tiket itu secara offline di stasiun Hua Lamphong -Bangkok  (karena mereka tidak punya kantor perwakilan di Hat Yai) lalu tiket tersebut dikirim ke stasiun Hat Yai. Di pagi hari sebelum waktu keberangkatan, saya harus mengambil paket tiket tersebut di semacam pangkalan kurir (kalau di Indonesia kaya JNE atau J&T, gitu) dengan menunjukkan paspor.

Ini yang saya bilang ada faktor ketidakpraktisan dalam sistem pembelian tiket kereta api di Thailand pas kegagalan pembelian tiket di easybook.com Thailand tadi. Hanya OTA yang #sobatcuan aja yang tahan birokrasi njelimet kaya gitu, kan?

Imigrasi Thailand di Padang Besar
Di dalam ruangan ini ada tempat pembelian tiket kereta api untuk nyeberang dari Padang Besar ke Hat Yai

Ke njelimet-an cara pembelian tiket kereta api Thailand ga cuma untuk rute Hat Yai – Bangkok doang, lho. Untuk rute penyeberangan di perbatasan Padang Besar – Hat Yai pun sama aja. Jadi untuk rute ini tiketnya nggak bisa dibeli online, hanya bisa dibeli pas hari keberangkatan di stasiun Padang Besar. Jangan bayangin ada loket tiket seperti di stasiun commuter line di stasiun-stasiun di Jakarta, atau stasiun-stasiun di kota yang ada moda transportasi kereta di Indonesia, ya. Beli tiketnya di mana? Jadi ada salah satu ruangan di stasiun Padang Besar, isinya beberapa meja kerja persis kaya di kantor kelurahan gitu, terus kita harus ngadep satu pegawai yang bertugas jualin tiket pada jam tertentu. Harga tiketnya bisa dibayar pakai THB 50 atau MYR 7.00.

Hal-hal kaya gini nih yang bikin kadang bikin senyum-senyum sendiri karena berasa ngalamin gegar budaya ringan, hehe. Lha sekarang di Jakarta naik commuter line aja tinggal tap kartu, mau naik kereta lokal tinggal klik-klik di aplikasi. See? Indonesia nggak seburuk itu dibandingin negara Asia Tenggara lain, kok.

Was it worth it?

Buat saya yang sangat menikmati perjalanan darat dengan kereta api, naik kereta dari Kuala Lumpur ke Bangkok ini sangat menyenangkan dan memuaskan. Saya sangat menikmati setiap perjalanan kereta di antara kedua ibukota negara ini. Saya suka sekali dengan kota Ipoh dan setiap detik yang saya habiskan di kota kecil ini. Sambil nulis tulisan ini pun rasanya air liur saya terbit demi membayangkan sekeping egg tart hangat yang selalu saya santap di pagi hari di Ipoh. Hat Yai mungkin tidak se-spesial Ipoh bagi saya, namun tetap menyenangkan menghabiskan tiga hari untuk explore kota yang banyak orang bilang sebagai versi murahnya Bangkok.

Ipoh Egg tart
Buat saya ini enak banget!
Udang Goreng di Hat Yai
Udang Goreng di Hat Yai

Secara biaya, saya nggak tahu apakah ini akan kalian anggap lebih murah atau lebih mahal (dibanding moda transportasi lain) karena murah-mahal itu kan sangat relatif. Saya menghabiskan kira-kira IDR 970.000 untuk naik kereta api saja untuk rute Kuala Lumpur – Ipoh, Ipoh – Padang Besar, Padang Besar – Hat Yai, dan Hat Yai – Bangkok. Dari beberapa blog post catatan perjalanan yang saya baca, biaya itu bisa saya pangkas kalau mengambil opsi moda transportasi lain; naik bus atau van. Tapi kan saya paling enjoy kalau naik kereta, jadi buat apa maksain lebih murah tapi nggak suka jalaninnya, kan? Nggak enak tau dipaksa-paksa kalau ga cinta. *kedip

Mural di Ipoh
Salah satu mural favorit saya di Ipoh

Dan highlight terpenting dari perjalanan ini adalah saya dapet aneka jenis pengalaman naik kereta api di dua negara Asia Tenggara, plus tingkah laku penumpang sepanjang perjalanan. Ada yang bikin berdecak kagum karena “Di Indonesia belum secanggih ini, nih!” tapi ada juga ada yang membuat saya sedikit terkikik karena mikir “Kayanya kereta api di (pulau) Jawa di akhir 80-an pun nggak segini parahnya, deh!”

Ipoh Train Station
Ipoh Train Station

Jadi, yaa… it was really worth it. Saya kapan-kapan mau ngulang lagi perjalanan lintas negara naik kereta api. Ada amin untuk keinginan saya, please?

About the author

Suka jalan-jalan dan bercerita.

Leave a Reply