Search
Search

Nyobain Tian Tian Chicken Rice yang Terkenal di Singapura

Rute menuju Maxwell Food Center

Jalan-jalan ke Singapura rasanya belum lengkap kalau belum nyobain menu-menu kulinernya. Sebagai negara yang budayanya banyak dipengaruhi oleh perpaduan budaya Cina, India, Arab dan Melayu, tidak dapat dipungkiri kalau Singapura punya begitu banyak makanan yang seru untuk dicoba; salah satunya tentu saja chicken rice yang terkenal di Singapura.

Kawasan Ann Siang
Bagus ya ruko-ruko di kawasan ini?

Makanan ini sebenarnya berasal dari pulau Hainan, Cina namun saat ini ditetapkan sebagai salah satu masakan nasional Singapura. Lho, kok bisa? Iya, semenjak ratusan tahun yang lalu kan banyak imigran dari Cina yang masuk ke Singapura. Nah, mereka lalu mempopulerkan makanan ini dengan berjualan chicken rice semenjak tahun 1930-an, saat Singapura masih di bawah koloni Inggris. Sampai sekarang ini, chicken rice bisa dibilang salah satu staple-food-nya Singapura.  Salah satu gerai penjual  chicken rice yang terkenal di Singapura adalah Tian Tian Chicken Rice yang ada di Maxwell Food Center.

Chinatown
Salah satu sudut Chinatown di Singapura

Gerai Tian Tian bisa menjadi salah satu chicken rice yang terkenal di Singapura tidak bisa dilepaskan dari peran almarhum chef Anthony Bourdain yang bilang kalau chicken rice di sana “exceptionally fragrant and flavoursome, and is delicious even on its own” di acaranya No Reservation dan menobatkan Tian Tian Chicken Rice sebagai chicken rice terlezat di dunia, versinya. Namun sepertinya tidak hanya Anthony Bourdain yang bilang Tian Tian Chicken Rice ini enak banget. Terbukti Michelin Grup pun ikutan memberikan Michelin Star untuk Tian Tian Chicken Rice pada tahun 2016.

Kalau kamu mau nyobain makan di Tian Tian Chicken Rice yang terkenal di Singapura itu, gampang banget kok caranya. Kamu tinggal naik MRT dan turun di stasiun Chinatown. Habis itu tinggal jalan kaki deh, cari aja di google maps: Maxwell Food Center, nggak sampai 10 menit jalan kaki dari stasiun kamu akan sampai di sana. Terus tinggal cari deh stall nomor 10-11, atau cari aja gerai dengan sign-board warna biru tua, ada tulisannya Tian Tian Hainanese Chicken Rice. Biasanya sih nggak susah untuk ditemukan, karena gerai ini yang antriannya paling panjang dibandingkan gerai lain di food court itu.

jalan kaki ke Maxwell Food Center
Jalan kaki sama adik ke Maxwell Food Center

Meskipun antrainnya panjang, jangan keburu jiper duluan dan malas antri, ya. Aunty dan Uncle di gerai itu cepet banget dan sangat efisien melayani pembeli. Jadi meskipun antrian panjang sampai belok keluar food court di sebelah kiri gerai, biasanya nggak sampai 20 menit giliran mu untuk dilayani sudah tiba. Segitu efisiennya mereka melayani, makanya sebaiknya kamu sudah harus siap memutuskan apa yang ingin kamu pesan sebelum tiba di depan counter, ya. Jangan baru mikir pas udah dilayani, pasti kamu bakal dijutekin, hehe. Pilihan menunya nggak banyak, kok. Pada dasarnya ya cuma ada ayam rebus dan nasi gurih saja. Tinggal kamu nyesuain potongan apa yang kamu pilih; dada, sayap, paha atas, paha bawah, jerohan, ceker, atau ayam utuh. Terus ada pilihan tumis sayuran kalau kamu mau; caisim atau toge.

Antrian di Tian Tian Chicken Rice
Jangan jiper dulu kalau lihat antrian di Tian Tian Chicken Rice.

Waktu ke sana bareng adik, saya milih nyobain bagian paha atas (karena pas pertama kali makan ke sini udah nyobain paha bawah, dan saya nggak suka dada ayam). Adik saya milih paha bawah, plus kami nambah seporsi sayap. Waktu itu saya belum suka makan sayur kaya sekarang, begitupun adik saya. Jadi kami memilih nggak mesen tumis sayurannya.

Chicken rice tuh pada dasarnya isinya ya cuma itu; ayam rebus yang putih pucet, nasi hainan yang wangi berminyak tapi nggak berlemak, dan sambel. Udah. Namun, jangan mengira ayamnya akan terasa hambar karena warnanya pucet begitu, ya. Ayam rebusnya sumpah; gurih dan juicy banget. Berasa lumer di dalam mulut pas dikunyah. Aroma bumbu yang bisa saya kenali di dalam ayam rebus ini adalah bawang putih, jahe, minyak wijen dan saus tiram. Namun pasti ada bumbu masakan lain yang tersembunyi, sih. Juga teknik memasak yang bisa membuat ayam rebus ini begitu lembut untuk dikunyah, namun tetap utuh cantik bentuknya. Kulit ayamnya bisa shining, shimmering, splendid kalau kata Aladdin, hehe. Kaya ada lapisan tipis di bawah kulit yang bikin ayamnya licin, gitu. Katanya sih ini bisa diapat dengan cara merendam ayam dalam air es setelah direbus.

chicken rice yang terkenal di Singapura
chicken rice yang terkenal di Singapura

Satu lagi yang saya kagumi dari chicken rice di gerai ini, ayamnya sama sekali nggak bau amis. Apalagi ayam yang digunakan sih kayanya bukan ayam kampung, tapi ayam broiler. Biasanya kan ayam broiler kalau cuma direbus doang masih suka bau anyir kan, gengs. Bikin ilfeel banget pas makan. Ini tuh nggak bau sama sekali. Canggih deh ini teknik masaknya.

sayap di Tian Tian Chicken Rice
Extra potongan sayan untuk berdua.

Harga seporsi chicken rice di Tian Tian menurut saya sih masih relatif wajar, ya. Seinget saya, sih untuk dua porsi chicken rice dan extra sayap waktu itu saya nggak mengeluarkan uang lebih dari SGD 10. Jangan dibandingin dengan harga nasi plus ayam di Indonesia, ya… karena pasti jatuhnya kaya mahal banget. Jangan ikut-ikutan bandingin harga makanan di Indonesia dengan makanan di Singapura seperti salah satu politikus kontestan Indonesia Mencari Bangau ups  waktu itu, hehe.

Tian Tian Chicken Rice
Yang ini porsi chicken rice punya adik saya, paha bawah aias drumstick.

Kalau kamu main ke Singapura, jangan lupa untuk nyobain chicken rice yang ini, ya! Atau justru kamu punya andalan gerai chicken rice yang terkenal di Singapura yang beda dengan ini? Bisikin saya di kolom komentar, dong. Akan saya cobain kalau pas main ke Singapura lagi. Tapi kayanya sih masih bakalan lama, ya? Secara saat ini Singapura sedang menutup bandara Changi untuk 18 bulan ke depan, kan. Yaaa… mudah-mudahan sih pandemi ini bisa segera berakhir ya. Agar kita bisa jalan-jalan lagi kemanapun kita mau.

Written by
Parahita Satiti
Join the discussion

About me

 

Parahita Satiti; suka jalan-jalan dan bercerita. Makanya dia bikin blog ini. Kalau mau tanya/ngobrol/kerjasama dia bisa dihubungi lewat email: [email protected]

Member of

Travel Blogger Indonesia