Ipoh Mee Curry

Nyobain Kuliner Ipoh; Jangan Lupa Pakaian Longgar!

Salah satu alasan saya pengen banget main ke Ipoh adalah untuk nyobain kuliner Ipoh. Hampir semua teman saya yang udah pernah main ke Ipoh pasti mengunggah foto-foto makanan yang menggiurkan. Yang paling menggoda iman bagi saya dari foto-foto makanan Ipoh yang diunggah temen saya sudah pasti si egg tart. Duh, saya lemah banget deh sama kue ini. Belum pernah nyobain pun saya udah kebayang lembutnya telur dipanggang di atas pastry yang crunchy. Selanjutnya yang pengen saya cobain sudah pasti Ipoh’s white coffee; kopi yang dihasilkan dari proses sangrai yang khas Ipoh, menjadikan Ipoh dinobatkan sebagai salah satu kota kopi terbaik versi Lonely Planet bersama dengan Chiang Mai dan Tokyo.

Jadilah saya pergi ke Ipoh demi menuntaskan rasa penasaran akan wisata kuliner di sana. Dari Kuala Lumpur saya naik kereta api selama kurang lebih 2.5 jam. Begitu menginjakkan kaki di stasiun kereta api Ipoh dan berjalan kaki menuju hotel tempat saya menginap, saya tahu saya sudah jatuh cinta dengan kota kecil yang pada zaman dulu terkenal sebagai tambang timah ini. Sedikit mengingatkan saya pada Georgetown di Penang, namun Ipoh sedikit lebih sepi.

Selama 3 hari 2 malam, ini daftar makanan dan tempat makan di Ipoh yang sempat saya cobain:

  1. Yong Tau Foo di Li Heng Fatt

Yong Tau Foo ini bisa diterjemahkan secara bebas sebagai “yang diisi tahu”, jadi kita bisa memilih aneka aneka jenis sayuran/makanan yang diisi dengan adonan tahu misalnya okra, cabai merah besar, pare, bahkan tahu kulit yang dalamnya diisi adonan (biasanya dikukus atau digoreng), lalu makannya ditemani dengan kwetiau dan disiram kuah bening. Ada juga yang dikasih bakso ikan, dan biasanya pasti ditemani semacam pangsit goreng yang terbuat dari kembang tahu.

sup kwetiaw, tahu, dan baso ikan
Yong Tau Foo di Li Heng Fett. Sungguh sedap disantap hangat-hangat.

Ini makanan pertama yang saya cobain di Ipoh. Malam pertama pas saya nyampe, pengen makan yang berkuah gitu. Jalan sedikit dari hotel, saya ketemu dengan restoran Li Heng Fatt. Kok kayanya seru karena restorannya rame. Iya, kadang saya segampang itu untuk mutusin mampir di sebuah tempat makan. Tapi bener ‘kan? Nggak mungkin restorannya rame kalau makanannya nggak enak, kan?

Namun karena saya mampir pas udah lewat jam makan malam, sudah banyak item yang sold out. Saya cuma kebagian kwetiau, bakso ikan, tahu yang diiris-iris, pangsit rebus isi ayam yang disajikan dengan kuah bening plus pangsit dari kembang tahu.

  1. Kedai Kopi Sin Yoon Loong & Nam Heong

Kayanya ini adalah tempat sarapan akamsi Ipoh yang paling terkenal, deh. Malam sebelum tidur saya sempetin googling tempat sarapan di Ipoh dan tempat ini muncul sebagai tempat yang paling direkomendasikan. Bahkan ada yang bilang harus datang jam 6 pagi (waktu Ipoh, jadi jam 5 pagi waktu Jakarta). Saya sempet ngebatin, itu sarapan apa sahur?

dim sum
Semua dimsumnya enak!

Besoknya paginya saya keluar jam 6.30 pagi dari hotel, ya saya pikir toh warung kopinya cuma sekitar 400 meter jauhnya, jalan kaki juga nggak sampai 10 menit, pasti belum penuh-penuh amat lah sampai sana. Ternyata apa yang dibilang orang-orang benar adanya; hampir semua tempat duduk di kedai yang berada di sebuah ruko di pojokan jalan ini sudah penuh terisi. Beberapa rombongan terpaksa menunggu antrian tempat duduk, saya yang sendirian dengan gampang nyempil minta izin gabung meja dengan pengunjung lain.

cara bikin egg tart
Oooo.. begini cara nuang telur di egg tart!

Saya yang biasanya nggak biasa sarapan berat, pagi itu kalap. Ya ampun, itu semua makanan yang dijual di kedai kopi Sin Yoon Loong enak dan bikin ngiler semua tampilannya!

Dimsum, egg tart, mee curry dan white coffee. Akhirnya saya membatasi diri makan empat menu itu tadi. Keempatnya enak semua, ga ada yang failed rasanya. Pas makan egg tarts sungguh saya merasa terharu; akhirnya saya bisa nyicipin kue yang pas lihat di unggahan instagram teman bikin ngiler, dan pas saya gigit pertama kali enaknya kue ini melebihi ekspektasi  saya sebelumnya.

Ipoh Egg Tart
Look at that sexy egg tart!

Untuk hari ketiga sebelum naik kereta ke Padang Besar, saya memutuskan pindah sarapan ke kedai kopi di depan Sin Yoon Loong yang nggak kalah terkenalnya. Namanya Kedai Kopi Nam Heong. Kopi dan makanan di Nam Heong tidak kalah enaknya. Yang nggak boleh lupa dicoba di kedai ini adalah caramel egg custard-nya. Banyak tempat lain di Ipoh yang menyediakan menu ini, tapi konon yang paling juara memang yang ada di Nam Heong. Meskipun caramel egg custard saya tampilannya agak berantakan, tapi asli enak banget! Tapi kalau untuk kopinya, jujur saya lebih suka yang di Sin Yoon Loong, tapi ini selera pribadi yaa.

  1. Tau Fu Fah di Big Mom Beancurd dan Concubine Lane

Tau Fu Fah itu kalau di Jakarta namanya kembang tahu, kaya puding dari tahu yang disajikan dengan kuah jahe itu, lho. Makanan ini juga banyak banget dijual di Ipoh. Saya sempet nyobain di dua tempat; Big Mom Beancurd yang ada di Jalan Kalsom dan Concubine Lane Tau Fu Fa. Secara rasa nggak ada perbedaan yang signifikan sih dari kedua tempat itu.

Big Mom Beancurd
Kembang Tahu alias Tau Fu Fah original di Big Mom Beancurd
Concubine Lane Beancurd
Concubine Lane Beancurd

Cuma saya lebih menikmati pas makan di Big Mom Beancurd karena tempatnya yang lebih luas, jadi meskipun rame nggak desek-desekan gitu. Kalau yang di Concubine Lane Tau Fu Fah, mungkin karena udah mah lokasinya di gang, pas saya makan lagi rame banget.

  1. Restoran M. Salim

Lokasi restoran ini nggak jauh dari Big Mom Beancurd. saya tertarik mampir karena pas lewat banyak banget orang-orang kantoran antre untuk dilayani di depan restonya. Susah ya jadi orang dengan pemegang prinsip “kalau banyak orang yang makan di tempat itu, pasti enak makanannya!” Haha.

Ayam Merah M Salim Ipoh
Nasi dengan lauk favorit di Restoran M Salim, Ipoh.

Rupanya restoran ini menyajikan masakan Indian muslim, gitu. Mirip-mirip dengan nasi kandar kalau di Penang. Pas masuk di antrian saya tanya ke seorang ibu, apa yang biasanya paling orang cari di restoran ini. Dia bilang “ayam goreng merah”. Jadi lah saya pesan 1/2 porsi nasi dengan ayam goreng merah; ayam yang digoreng dengan lapisan tipis tepung berwarna merah, di bagian luarnya crispy, sementara bagian dalamnya juicy sekali. Default penyajiannya dengan siraman semacam kuah kari kental, irisan mentimun, dan setengah iris telur asin yang anehnya kulitnya warna putih, nggak biru kehijau-hijauan kaya umumnya telur asin di Indonesia.

  1. De Classroom

Malam sebelum besok paginya meninggalkan Ipoh, saya kepikiran untuk nyobain kuliner Ipoh yang berwujud makanan kafe. Setelah melihat beberapa kafe dari luar, entah kenapa kok ya saya milih untuk masuk ke satu kafe yang namanya De Classroom karena kafe ini yang sepi. Salah banget ini saya nggak pakai prinsip “kalau rame pasti enak” pas milih tempat makan. Beneran aja, dong. Zonk banget makanan yang saya pesan; calamari agak gosong dan cuminya alot, plus mac n cheese yang ya ampun tampilannya sangat tidak menarik pun rasanya asin minta ampun.

De Classroom Ipoh
De Classroom Ipoh
Salah satu makanan yang failed di Ipoh
Cuma ini makanan yang nggak enak di Ipoh. Mac n cheese yang asin banget.

Ini adalah satu-satunya tempat makan yang nggak enak selama saya nyobain kuliner Ipoh, tapi mungkin saya lagi apes, hehe.

Sayangnya, saya pergi ke Ipoh sendirian. Nggak ada teman yang saya bisa ajak berbagi porsi makanan saat nyobain kuliner Ipoh. Saya tuh sanggup makan banyak, asal pelan-pelan makannya. Dan menurut saya porsi makanan di Malaysia pada umumnya tuh jauh lebih besar dari pada di Indonesia (Jakarta), ini agak jadi masalah buat saya yang anti banget buang-buang makanan. Saya pengen nyobain semua makanan khas Ipoh, namun apa daya kapasitas perut saya terbatas juga. Jadinya saya belum kesampaian tuh makan chicken rice pake tumisan toge yang sepertinya jadi salah satu Ipoh’ s staple culinary. Mudah-mudahan suatu saat saya bisa main lagi ke Ipoh bareng beberapa temen yang sama-sama suka makan, jadi bisa nyobain semua makanan tanpa jadi terlalu kekenyangan. Jangan lupa untuk kenakan pakaian longgar biar nggak sesek walau kebanyakan makan.

About the author

Suka jalan-jalan dan bercerita.

Leave a Reply