Museum Angkut Batu Malang

Museum Angkut; Seru Untuk Seluruh Anggota Keluarga

Menyusul ‘saudara-saudara’ terdahulunya, Museum Angkut di Batu, Jawa Timur ikut menambah makin atraktifnya kotamadya yang orang salah menyebut dengan Batu, Malang. Waktu saya berkunjung ke Museum Angkut akhir 2014, museum ini belum sepenuhnya beroperasi, masih ada satu lantai yang dalam pengerjaan dan belum dibuka untuk umum.

Dengan menggunakan angkutan umum dari Kota Malang, saya sampai di Museum Angkut sekitar jam 10 pagi. Sementara jam buka museum baru jam 12 siang. Dibagian depan museum ada kolam besar yang disulap menjadi semacam pasar terapung.

Ada banyak penjual beragam makanan dan minuman. Dari mulai jajan pasar hingga chinese food tersedia. Saya ga nyicipin jajan di situ, masih kenyang sisa sarapan di rumah tante tadi pagi. Jadi cuma muter-muter sambil ngambil foto aja untuk nunggu museumnya buka.

Pintu Masuk Museum Angkut Malang
Pintu Masuk Museum Angkut Malang

Sekitar jam 11, loket penjualan tiket masuk di buka. Saya membeli tiket masuk sebesar IDR 90.000 untuk tiket terusan Museum Angkut dan Museum Topeng (tiket masuk Museum Angkut saja untuk week end/ hari libur nasional biasanya IDR 75.000), dan membayar tiket untuk kamera sebesar IDR 30.000.

Total IDR 120.000 menurut saya sih terlalu mahal ya untuk ukuran sebuah museum? Apalagi untuk IDR 30.000 untuk harga tiket kamera.

Tapi jangan coba-coba untuk tidak membeli tiket kamera ya… hampir disetiap pojok meseum, pengelola menempatkan petugas yang akan mengawasi setiap kamera yang digunakan untuk memotret. Jika kamera tidak dilengkapi dengan tag khusus, mereka tidak segan-segan untuk meghampiri Anda, menanyakan tag kamera.

Jika tidak bisa menunjukkan pilihannya cuma ada 2; kamera Anda diambil sementara (bisa diambil lagi di pintu keluar), atau Anda harus membayar tiket kamera kepada petugas.

Camera Tag di Museum Angkut
Camera Tag di Museum Angkut

Dibuka pada bulan Maret 2014, Museum Angkut konon menjadi museum bertema transportasi pertama dan terbesar di Asia Tenggara. Menempati area seluas sekitar 3.7 hektar, tak heran jika saya perlu waktu sekitar 4 jam untuk mengelilingi museum ini. Itupun saya ‘terpaksa’ melewatkan show penutupan museum yang diadakan setiap jam 19.00, karena saya pulang sebelum pukul 17.00, demi masih kebagian angkutan umum ke kota Malang.

Megahnya Museum Angkut di Malang Jawa Timur
Megahnya Museum Angkut

Begitu masuk ke dalam museum kita akan disambut oleh barisan sepeda, sepeda motor, dan mobil-mobil kuno.

Jangan minta saya menyebutkan detil setiap merk dan tipenya ya, ada ratusan mungkin. Naik ke lantai dua, ada alat-alat transportasi tanpa mesin; becak dari berbagai daerah di Indonesia dan juga dunia, gerobak, delman, pedati, cidomo.

Bergeser sedikit ada mesin pesawat terbang, mobil apa itu yang tabrakan waktu di uji Menteri Dahlan Iskan, juga mobil balap formula.

Pecinan ala Museum Angkut Jatim Park
Pecinan ala Museum Angkut
Suasana Pelabuhan Sunda Kelapa di Museum Angkut
Suasana Pelabuhan Sunda Kelapa di Museum Angkut

Keluar dari bangunan museum ke area outdoor, kita akan menemukan daerah pecinan, pelabuhan Sunda Kelapa tempo dulu, kota gurun Amerika Serikat. Nah, di area gurun Amerika ini, pada jam-jam tertentu ada pertunjukkan motor-sport.

Kawasan Amerika Serikat Museum Angkut
Kawasan Amerika Serikat Museum Angkut

Lalu masuk kembali ke dalam bangunan, saatnya menjelajahi daratan Eropa; Italia, Jerman, Perancis, dan Inggris. Keluar lagi ke area outdoor, ada taman ala-ala Buckingham Palace dengan pemandangan indah khas kota Batu, dan area Hollywood.

Di area Hollywood ini pada jam tertentu ada atraksi kabaret. Di setiap area yang kita lewati, ada saja mobil, sepeda, sepeda motor, dan koleksi sarana transportasi unik lainnya yang terpajang.

Modifikasi Mobil VW Combi
Modifikasi Mobil VW Combi
Fiat di Kawasan Italia
Fiat di Kawasan Italia
Barisan Vespa dengan Warna Warni Cotton Candy
Barisan Vespa dengan Warna Warni Cotton Candy

Mengapa saya bilang tempat ini cocok untuk seluruh anggota keluarga? Karena tempat ini tidak hanya menyenangkan bagi penggemar otomotif (the boys: para ayah dan anak laki-laki) tapi pasti juga untuk the girls; ibu dan anak-anak perempuan pun pasti suka foto-foto narsis di setiap sudutnya.

***

PS: I know  I don’t do justice to this blog post. Postingan ini kurang foto yang ciamik. Habis mau gimana lagi… flashdisk isi foto trip Malang-Surabaya saya hilang. Semoga suatu saat bisa kesana lagi dan bikin foto yang lebih kece!

About the author

Suka jalan-jalan dan bercerita.
2 Responses
  1. pengen bangeeett ke sini!!
    wah, foto hilang itu sakitnya di mana2 rasanya 🙁
    semoga kamu bisa kembali ke museum angkut lagi dan foto2 yang lebih caem yaaa 😀

    1. Parahita Satiti

      Iya, lebih sebel lagi karena ke Museum Angkut sendirian jadi ga punya temen yang punya back-up an foto 🙁

      Amiiiinnn, pengen banget bisa balik lagi ke Malang. Kota itu cantik banget!

Leave a Reply