Search
Search

Menjadi Lebih Baik Lagi Lewat Menari

tari bali

Thanks to dance classes, i know my limits and i know how to go beyond them.

Untuk sebuah penampilan lima hingga dua puluh menit di atas panggung, dibutuhkan latihan rutin berbulan-bulan. Letih, bosan, frustrasi karena sudah mencoba menguasai suatu gerakan tapi nggak bisa-bisa, pasti pernah dirasakan. Dan sayangnya, tidak ada obat untuk mempercepat proses ini. Semuanya hanya bisa dikuasai kalau saya mau berlatih keras dan rutin.

bedhayan ura-ura
Tari Bedhayan Ura-Ura. Foto oleh Edna Tarigan.

Saya punya mantra kecil saat godaan untuk tiduran saja di kamar saat datang waktu latihan, biasanya sih karena saya bosan. Begini bunyi mantra saya: “belum bisa kok sudah bosan?”,  most of the time, mantra ini manjur untuk membuat saya bangun dari kasur, mandi, dan bersiap pergi latihan.

Berlatih menari harus berani naik panggung; mempersembahkan hasil latihan berbulan-bulan dihadapan penonton. Sebab jika hanya bertujuan mencari keringat saja, lebih baik bergabung dengan kelas aerobik, begitu kata Bu Dewi Sulastri, guru tari jawa saya. Kali pertama pentas, boleh lah semua didandanin. Tinggal duduk manis, make-up dan sanggul dipasangkan oleh MUA. Tinggal berdiri tegak, sim salabim… kostum cantik melekat di badan berkat ibu penata busana yang tangannya bekerja dengan sungguh ajaib.

Bedhayan Wulangreh
Paling enak memang pentas nari didandanin semuanya. Foto oleh Om Hairil Saleh

Namun, semua itu tentu harus dibayar dengan rupiah yang tidak sedikit. Ya karena kita memang harus menghargai jasa orang lain dengan wajar, kan? Bisa merias wajah sendiri, menata rambut, dan memakai kostum sendiri selain menghemat ratusan ribu rupiah setiap kali tampil, ini juga menandakan kemandirian penari. Sebuah poin plus saat ujian kalau kata Mbak Mimi, guru tari bali ku. Tapi untuk teman-teman penari yang tak merasa keberatan mengeluarkan uang untuk semua itu setiap kali pentas, ya tak apa-apa. It’s your money, your call.

Saya yang dulu, boro-boro kok bisa pasang sanggul. Sisiran aja jarang. Saya yang dulu, mana bisa membubuhkan eye-shadow di kelopak mata? Sekarang sudah agak lumayan lah. Masih perlu banyak berlatih, tapi kalau hanya untuk keperluan ujian kelas (bukan tampil di panggung besar), rasanya kemampuan saya berdandan sudah cukup lumayan.

make up tari
Foto oleh @elyantohendra

Menari di atas panggung atau di halaman sambil direkam kamera, beban mentalnya tentu jauh berbeda dengan berlatih menari di kelas. Saat lampu di bagian penonton dipadamkan dan menyisakan lampu sorot di atas panggung saja, maka sedikit kesalahan gerak saja pasti akan terlihat. Untuk mengatasi ini, saya pun masih sangat perlu berlatih keras agar bisa menari dengan percaya diri.

Sejauh ini, saya pikir masalah utama kenapa saya susah menari dengan percaya diri adalah karena saya belum sepenuhnya hapal dengan urutan gerakan. Yang kedua, mungkin karena kemampuan musikal saya yang di bawah rata-rata, agak sulit bagi saya mengenali musik pengiring tarian. Tak terhitung berapa kali Bu Dewi bilang “rungok no kendhangan ne” (dengerin suara gendangnya) atau Mbak Mimi bilang “dengerin tabuhnya”, setiap kali kami ‘kehilangan jejak’ habis ini harus bergerak bagaimana.

tari gabor
Menarikan Gabor gaya Peliatan di halaman Wulangreh Omah Budaya. Foto: @elyantohendra

Saya sadar bahwa belajar menari bukanlah pelajaran sebulan dua bulan, ini adalah perjalanan panjang. Tidak perlu terburu-buru ingin menguasai semuanya dalam waktu dekat.

Let’s dance! Foto: @elyantohendra

Melihat kembali ke perjalanan saya belajar menari 2 tahun 3 bulan ke belakang, saya bangga dengan pencapaian ini; skill bertambah, badan semakin fit, dan hati semakin bahagia. Sebagaimana saya menemukan tari sebagai hobi baru, di Hari Tari Dunia 2021 ini saya berharap semua orang di dunia ini bisa menemukan suatu kegiatan (apapun itu) yang bisa membawa kebaikan, kebahagiaan, dan rasa welas asih tidak hanya untuk dirinya sendiri namun juga untuk semua mahkluk hidup di semesta.

Written by
Parahita Satiti
Join the discussion

About me

 

Parahita Satiti; suka jalan-jalan dan bercerita. Makanya dia bikin blog ini. Kalau mau tanya/ngobrol/kerjasama dia bisa dihubungi lewat email: [email protected]

Member of

Travel Blogger Indonesia