Di dalam ruangan Orchidea Spa Holiday Inn

Memanjakan Diri di Orchidea Spa Holiday Inn Bandung Pasteur

“Kak Titi, voucher spa-nya kamu aja yang pakai, mau ga?” kata Koh Sinyo sesaat setelah kami masuk ke reception area Orchidea Spa Holiday Inn Pasteur, Bandung.

“Jadi, paket staycation ku itu termasuk dengan free massage di sini, tapi aku ndak suka dipijat-pijat. Sayang ‘kan kalo vouchernya ndak terpakai, ngonoooo…” sambungnya dengan logat jawa timuran yang khas.

Sebagai perempuan penikmat pijat, tentu saja saya menyambut dengan senang hati tawaran itu. Apalagi ketika Mbak Herlina (perwakilan dari Holiday Inn Pasteur yang menemani kami tour keliling hotel) segera membuat janji dengan terapis pijat yang akan melayani saya nanti, makin senang lah saya.

Udah kebayang rasanya badan yang agak pegel-pegel karena kurang istirahat ditambah perjalanan dari Jakarta ke Bandung sejak subuh tadi akan segera bertemu dengan pijatan-pijatan lembut mbak terapis nanti. Apalagi spa-nya setelah habis keliling hotel yang luas banget karena punya 278 kamar.

Reception area Orchidea Spa Holiday Inn Bandung
Reception area Orchidea Spa Holiday Inn Bandung
Ruang tunggu Orchidea Spa yang juga nyaman banget
Ruang tunggu Orchidea Spa yang juga nyaman banget

Mbak Vero, terapis saya sore itu di Orchidea Spa, menyambut ramah ketika saya kembali ke sana. Ia lalu menunjukkan ruangan yang akan kami pakai. Sebuah tempat tidur untuk pijat sudah dipersiapkan, lengkap dengan massage oil yang akan digunakan untuk memijat badan daya nanti.

Mbak Vero lalu mempersilakan saya untuk mengganti baju dengan bath-robe batik dan mulai mempersiapkan sebuah baskom besar berisi air hangat. Dengan duduk di sebuah kursi kayu, kedua kaki saya direndam di dalam baskom itu, sambil sesekali Mbak Vero mencuci dan memijat lembut telapak kaki.

Mencuci kaki sebelum spa
Kakinya dicuci dulu sebelum massage

Setelah kaki dicuci bersih, saya diminta berbaring di tempat tidur dalam posisi telungkup. Mbak Vero memulai sesi massage dengan pijatan lembut di sekitar bahu dan punggung. Beuuuh, baru lima menit dipijat aja, rasanya saya udah pengen tidur sampai mendengkur saking enaknya pijatan Mbak Vero dan mungkin juga karena suasana ruangan spa yang begitu nyaman dengan alunan musik dan aromatherapy perpaduan ginger and lemon yang khusus diracik oleh Orchidea Spa.

Ruangan Pijat Orchidea Spa Holiday Inn
Ruangan Pijat Orchidea Spa Holiday Inn

Dan beneran, by the time Mbak Vero mijat punggung bawah, saya sudah lelap tertidur. Nggak tau deh ngorok apa nggak, haha. Yang pasti, Mbak Vero harus menepuk-nepuk lembut pipi saya saat meminta saya untuk membalikkan badan karena ia akan gantian memijat bagian depan badan.

Harus saya akui pijatan Mbak Vero sungguh juara! Banyak terapis pijat perempuan yang pijatannya terlalu lembut untuk saya, jadi kerasanya cuma geli-geli doang, gitu. Nah, Mbak Vero ini pijatan tangannya kuat, tapi sama sekali nggak sakit di tulang.

Jadi kalau kamu berkesempatan spa di Orchidea Spa Holiday Inn Pasteur, coba minta ditangani sama Mbak Vero, ya, Mudah-mudahan Mbak Vero-nya belum pindah kerja, hehe.

Pilihan essential oil di Ochidea Spa
Pilihan essential oil di Ochidea Spa

Selain traditional javanese massage yang saya coba tadi, di Orchidea Spa Holiday Inn Pasteur ada beberapa pilihan paket lainnya, seperti; rejuvenation, signature healing, luxury orchidea, refreshing orchidea, dan relaxing warm stone massage.

Di dalam ruangan Orchidea Spa Holiday Inn
Ruang untuk massage-nya nyaman banget deh!

Selesai dipijat seluruh badan dan mandi saya disuguhi segelas teh jahe hangat yang rasanya juga enak banget. Perpaduan badan yang terasa enteng karena baru selesai dipijat, sisa-sisa aroma sabun dan massage oil dengan wewangian perpaduan antara jahe dan lemon yang segar sungguh menaikkan mood. Kapan-kapan mau nyobain lagi ah paket spa lainnya di sini, mungkin paket yang ada swedish massage-nya, karena saya belum pernah nyobain swedish massage sekalipun.

***

Nah, kalau kamu lagi di Bandung dan kebetulan nginep Holiday Inn Bandung Pasteur di , cobain deh Orchidea Spa. Cek disini untuk harga paketannya.

About the author

Suka jalan-jalan dan bercerita.
4 Responses
    1. Parahita Satiti

      Mungkin salah satu KPI tukang pijat harusnya “berapa banyak pelanggan yang kamu bikin ngorok selama setahun ini” ya?

  1. pijet itu enak banget.. cuma kadang ada yang bilang jgn dipijet karena kita gak tahu terapisnya beneran pijet kalau gak salah pijet jadi pegel semua kan.

    tapi soal ngorok.. ah aku pernah :))

    1. Parahita Satiti

      Aku pernah coba-coba pijet di tempat pijet yang sama sekali belum pernah. Trus bener, besoknya malah makin pegel-pegel. Bisa jadi terapisnya salah pijey yaaaa

Leave a Reply