Search
Search

Kecewa dengan Pelayanan Solata Travel Saat ke Kepulauan Seribu

Kecewa dengan Solata Travel di Kepulauan Seribu

Sebenernya udah cape nyeritain tentang Solata Travel ini, #rauwisuwis kalo kata hashtag twitter.

Sudah puas saya nulis email panjang lebar ke penanggung jawab travel agent tersebut, tapi jawaban yang dikasih sama sekali tidak terdengar eh terbaca tulus, jadi ya maap-maap aja kalo terpaksa saya posting di sini ya…

Ini email yang saya dan Sisil tulis terkait trip Pulau Pari yang berubah jadi Pulau Tidung dan berakhir tidak menyenangkan itu…

 

Dear Solata Travel,

Kami adalah salah satu peserta trip dari Solata Travel (ST) yang harusnya berangkat ke Pulau Pari tanggal 13-14 April 2013, namun 8 jam sebelum waktu keberangkatan Anda ganti dengan pilihan Pulau Tidung atau Pulau Harapan, dengan alasan pemilik penginapan di Pulau Pari sedang terkena musibah dan tidak ada penginapan pengganti di pulau tersebut.

Kami bisa memahami orang terkena musibah. Namun sebagai event organizer professional, kami berharap ST menawarkan solusi yang lebih baik daripada sekedar ganti tujuan pulau, reschedule tanggal, atau pembatalan.

Misalnya, tetap diadakan tour ke Pulau Pari, namun dipilihkan tempat menginap di pulau lainnya yang terdekat, misalnya Pulau Pramuka. Toh rombongan saya tidak keberatan untuk menambah biaya sewa kapal snorkeling, Rp. 50.000/orang. Rombongan kami berjumlah 7 orang (8 orang jika full team). Dengan uang tambahan sewa kapal, kami tahu itu cukup untuk menyewa kapal keliling snorkeling dan mengantarkan kami ke pulau penginapan.

Atau menawarkan kepada kami opsi camping di Pulau Pari, misalnya. Apapun yang menunjukkan bahwa ST tetap berniat menjalankan trip Pulau Pari dan tidak mengecewakan customer-nya, delapan jam sebelum waktu keberangkatan.

Opsi reschedule yang ditawarkan tidak kami ambil karena kami satu rombongan terdiri dari 8 orang yang bekerja di tempat berbeda-beda. Akan sangat sulit mencari kembali waktu yang pas untuk reschedule jadwal. Dan terus terang, dengan pelayanan ST yang kurang responsif ketika kami menanyakan jadwal, fasilitas tour, dll, rasanya opsi reschedule hanya akan membuang percuma waktu kami saja.

Jadi kami memutuskan untuk mengambil pilihan pengalihan tujuan ke Pulau Tidung.

Ternyata, ketidakprofesionalan ST terus berlanjut;

 

  1. Jadwal Snorkeling
    Setibanya kami di Pulau Tidung, kami langsung menanyakan jadwal snorkeling. Dijawab oleh Sdr. Tegar bahwa snorkeling akan diadakan dimulai pukul 1 siang, setelah lunch. Ternyata hingga hampir jam 2, belum dimulai juga. Hingga akhirnya datang berita acara snorkeling ditunda besok pagi, karena ombak tinggi, dan kapal nelayan yang akan digunakan tidak bisa keluar dari dermaga. Masalahnya, penginapan sebelah ST tetap mengadakan snorkeling bagi tamunya. Setelah saya tanya tour guide mereka, kunci agar tetap bisa snorkeling adalah berkoordinasi dengan nelayan pemilik kapal sejak pagi. Jadi begitu angin datang dari arah selatan, nelayan akan memindahkan kapal ke sisi utara pulau sejak pagi. Hal ini yang nampaknya gagal dilakukan ST karena koordinasi yang buruk dengan pemilik kapal.
  1. Fasilitas alat snorkeling dan keamanan kapal.
    Mask dan snorkel dalam keadaan kuning dan baret. Fins dikatakan all size, padahal fins jelas-jelas ada ukurannya di bagian telapak. Hampir semua fins yang disediakan adalah jenis open heels yang hanya nyaman jika dipakai bersama booties. Beruntung saya membawa sendiri peralatan snorkeling saya, jadi tidak usah mengalami penambahan ke-bete-an masalah alat. Tapi sungguh sial bagi teman-teman saya yang tidak membawa fins karena yakin ST akan menyediakan fins yang sesuai ukuran kaki yang sudah kami daftarkan sebelumnya. Pilihannya hanya 2: snorkeling dengan fins tidak nyaman atau snorkeling lambat tanpa fins.Yang lebih parah soal pengaturan kapal untuk snorkeling, kami disuruh jalan tanpa pemandu ke arah kapal, nahkoda kapal menolak berangkat tanpa pemandu,  dan setelah kami telp dengan nada tinggi, barulah pemandu datang dengan membawa tambahan peserta yang langsung naik kapal tanpa babibu lagi walau kami sudah protes dengan keras karena jumlahnya terlalu banyak. Kapal kecil yang kata nahkodanya maksimal diisi 15 orang, total diisi 21 orang. Saya bersyukur tidak terjadi musibah apapun pagi itu.Ditambah lagi, seharusnya kami mendapat 3 spot, tapi hanya 2 spot. Rugi kami, Pak.

    Ketika kami bertemu dengan 1 kapal lainnya (katanya 2 kapal tambahan, tapi yang muncul 1 kapal), tidak ada inisiatif untuk memindahkan peserta yang telat masuk ke kapal pertama ke kapal kedua. Seharusnya kan sudah ada pembagian kelompok terlebih dahulu untuk snorkeling. Lagi-lagi koordinasi yang  buruk.

  1. Penyediaan makanan.
    Jika anda membuat tour dengan 42 peserta, dan ke 42 peserta tersebut semuanya membayar biaya makan, maka anda wajib menyediakan porsi yang sama untuk semua peserta. Bukan dengan melarang peserta tour untuk mengambil ikan dalam potongan besar. Jika anda yakin ikan yang anda sajikan memang cukup untuk 42 orang, mengapa tidak dipotong saja dari awal jadi 42 porsi, jadi ketika tidak cukup maka itu salah peserta yang serakah.Perhatikan kebersihan peralatan makan dan minum. Seorang teman saya mendapati ada kecoa bersembunyi diantara keranjang rotan yang digunakan sebagai alas makan.Saya (Titi) sendiri menjadi korban kotornya air dispenser. Ketika snorkeling, saya membawa bekal minum yang saya ambil dari dispenser. Pas minum, kok rasanya aneh. Setelah saya perhatikan, ternyata air tersebut penuh dengan endapan kerak bahkan jentik nyamuk. Langsung saya muntah. Dan ternyata ada 1 peserta laki-laki yang mengalami hal yang sama dengan saya sebelum berangkat snorkeling. Sungguh menjijikan. Bahkan hal sederhana seperti kebersihan alat makan saja tidak becus.

    Banyak alasan aneh. “Ikannya sulit dicari sekarang….” Maksudnya? Bukannya kami berangkat dari Angke yang nota bene pelabuhan ikan? Kenapa tidak ada persiapan? Banyak warung di Tidung. Kami dikasi makan apa saja juga terima kok, yang penting ADA MAKANAN. Kasihan beberapa teman kami yang tidak kebagian lauk padahal sudah sama-sama bayar.

    Ditambah lagi, kami juga pergi snorkeling tidak diberi makanan. Makanan baru siap pas ketika baru mau berangkat snorkeling. mana ada waktu? Seharusnya kan minimal teh manis atau setangkup roti saja supaya perut terisi. 

  1. Panitia yang tidak helpful sama sekali
    Berkali-kali kami seperti ditinggal begitu saja oleh panitia, mulai dari ketika kapal berangkat dari Muara Angke, tiba di Tidung, sampai berangkat lagi ke Angke. Seharusnya 1 guide ditugaskan untuk mengurus 1-2 grup (cukup koordinasi dengan pemimpin grup yaitu yg pesan voucher, tidak perlu dengan semua peserta) begitu juga untuk pergi snorkeling. Jadinya kan kami tidak perlu telpon berkali-kali.Beberapa pertanyaan mengenai itinerary juga tidak jelas. Misalnya saja pada hari pertama kita tanya jam berapa snorkeling, jawabannya beda-beda, dari jam 1, 1.30 sampai jam 2. Malah kesannya sok pintar dengan bilang “snorkeling jam berapa saja bisa, kan laut jernih airnya.” Jawaban macam apa itu? Kami bukan baru sekarang ke laut ya Pak, jadi kami tahu semakin sore, semakin rendah visibility.Trip yang kami impikan bisa mengobati rasa kangen pada laut setelah 4 bulan tidak snorkeling, ternyata malah berakhir dengan kekesalan. Thanks to you, Solata Tours. Baru sekarang Pak, terus terang, kami mendapat pengalaman seperti ini. Kami sudah  berkali-kali ke Kep. Seribu dengan EO lain tapi tidak ada masalah signifikan karena basic needs kami terpenuhi, yaitu makan, kapal snorkeling, panitia yang tanggap.

    Mudah-mudahan apa yang kami bagi disini bisa membuat ST membenahi diri. Jika tidak, semoga bisa jadi pertimbangan orang lain saat akan menggunakan jasa ST. Teman kami kebetulan ada yang tadinya mau reschedule (tadinya kami berdelapan) tapi karena situasinya demikian, dia akan minta refund. Tolong difasilitasi.

Regards, 
Silvana dan Titi

 

Dan inilah balasan dari Solata Travel:

Selamat sore.

Mohon maaf atas ketidaknyamanan nya.
Terima kasih atas saran dan perhatian ibu Silvana, untuk keluhannya akan kami follow up dan tegur Tour Guide serta Stake Holder kami terkait.
Email ini masukan yang baik untuk kami,  semoga kedepannya Solata dapat lebih baik lagi.

Terima kasih

Best Regards,
Rizki

THAT’S ALL.

Sama sekali ga ngasih penjelasan kenapa semua hal yang kami keluhkan itu bisa terjadi.

Saya ga mau mutus rejeki orang ya… Tujuan saya posting di sini cuma biar pengalaman kami dibaca orang.

Mudah-mudahan sih emang cuma rombongan kami aja yang siyal dapat pelayanan buruk dari Solata Travel. Semoga mereka bener-bener memperbaiki diri dan ga ngaco lagi.

Written by
Parahita Satiti
Join the discussion

54 comments
  • Thanks for your info, Mbak Silvana dan Mbak Titi. Sebenarnya saya juga mao ambil paket tour dari Solata. Tetapi setelah baca blog ini, jadi keder juga nih. Any tips EO yg lain yg bagus dan profesional untuk acara di 1000 island. Rencananya saya akan bawa teman-teman bule dari UK sejumlah 6 dengan saya. Malu donk, klo ngga ontime. Thanks

    • Terimaksih sudah mampir, Mbak Sari 🙂

      Kalau mau arrange sendiri juga gampang kok.. Mau ke pulau apa rencananya? Kalau saya punya contact kapal/penginapannya nanti saya bantu.

      • Dear Mbak Titi,

        saya dan kawan2 ada rencanake pulau pari sekitar tgl 18 Apr mohon infonya ya mbak untuk paketnya

        • Hai Mas Anto,

          Wah, maaf.. saya sendiri sampai sekarang belum kesampaian main ke Pulau Pari. Jadi ya belum bisa sharing bisa hubungi siapa untuk homestay, catering dan kapal di Pulau Pari. Lagipula saya ga jualan paket trip ke kep. seribu, Mas 🙂

  • Sayahari ini br sajaplg dr tidung dgn travel solata dan pengalaman saya persis sama. Koordinasi kacau.
    Mereka srh kami kumpul jam 6 di spbu muara karang tryt mrk sendiri terlambat dtg krn kesiangan bangun ( jedotin kepala ke dinding), ditelp berkali2 tdk diangkat, jadwal ditidung kacau, acara barbeque night tdk ada sama sekali tanpa konfirmasi apapun.
    Untungnya kami dpt guide (yg disewa oleh pihak solata dr luar) sgt kooperatif jd beliau yg mengusahakan agar kami bs snorkling walaupun di 2 spot.
    Penginapan ac rdk berasa 1 ac untuk 2 kmr, byk nyamuk, bantal bau ditambah ada tmn yg kamarnya ada bak air dikamar yg nyala trs untuk air yg km gunakan (tdk ada toren air) shngga mrk nyaris tdk bs tidur.
    Sepeda yg kami sewa sendiri dr solata lbh cocok untuk jd besi kiloan, tanpa rem, saya sampai nabrak rumah org 2x .
    Saya dgr dr cerita org2 disana solata mmg kacau, setiap yg ikut tour pasti komplain dan tdk pernah ditanggapi krn mrk ngeyel. Sampa brrbusa kami ngomong mrk cuek bebek..
    Jd hati2 kalau ikut solata siap2 dpt pengalaman “khusus” apalagi mrk susah dihubungi.

    • Halo Vanie… terimakasih sudah berbagi pengalaman di sini ya! 🙂

      Mudah-mudahan bisa jadi pertimbangan buat yang lain kalau mau pakai jasa Solata Tours.

      Meski dapat pengalaman buruk dari ST, jangan kapok ngetrip ke Kep. Seribu ya. Masih banyak trip organizer lain yg profesional, atau arrange trip sendiri juga gampang. 😉

  • Saya jg alamin hal yg sama, saya beli voucher solata di streetdeal.com. Saya email dr bln april gada tanggepan, di sms ga d jwb berulangkali di bbm pending, read jg ga d balas.telp ga diangkat. Pdhl saya cm mau tanya availabilty kapan aj. Tp susahnya ampun2. Kita customer yg ngejar2. Smpe suatu ketika akhrnya ada tanggapan lwt bbm,saya sdh mau psn tgl6-7-8 mei 2013. Saya beli 2voucher. Trnyata saya gbs d hari jumat ada kerjaan d kantor, saat itu jg saya blng untuk ubah tgl jd 8-9-10 tp Rizki blg dg seenaknya bhw tiket sdh diinput jd ga bs d batalkan, otomatis hangus kalo tdk brgkat d tgl kamis,6mei2013. Saya bilang lah kok bs gt. Kmrn2 slow respon skrg timbang re schedjule aj gbs. Dia bersikeras ga bs diubah. Voucher ttp hangus. Ok drpd hangus pikir saya saya pakai 1voucher d hari kamis itu, jumat balik ke jkt. Voucher satunya untuk d lain hari. Lalu dia tawarkan upgrade ke pulau pari 3spot snorkling dg tambahan 100rb.(1voucher d street deal 300rb, jd saya sdh bayar d depan 600rb). Dia jg janjikan bs berangkat bareng dr kantor dia d dharmaputra 11 arteri pondok indah, d tunggu smpe jam 5.30pagi. Saya setuju. Keesokannyasaya berangkat pagi2, tp tdk temukan alamat d arteri. Saya harus tanya2 berulang kali. Ternyata bkn d pinggir jalan arteri tp masuk kostrad, saya berulangkali telp mau minta arah tp hp mati, bbm pending. Masuk ke kostrad saya tanya2 gada yg tau solata tur, tdk ada yg tau yg namanya rizki. Akhrnya saya bbm lg dan sms, gmn ini saya bisa2 smpe jam7 kalo cari2 alamat ga jelas. Tp lagi2 no respon. Akhrnya ketemu,trnyata alamat dharmaputra 11 itu salon Jaya! Bukan solata tur. Trnyata itu alamat catutan, selidik pnya selidik, dr empunya salon mengaku bhw empunya Solata msh ada hub sodara, dan alamatnya d pake, krn alamat rumah si empunya solata masuk gang dan lewatin kali kecil. Disana sodara nya sendiri gatau rizki, taunya nama tegar, saya diberitau no 7223507 itu no telp rumah(pantes ga prnh ada yg jawab!!!) Dan d beri nomor 081289378945 yg katanya ibu nya rizki. Saya telp si ibu yg jawab, saya minta sambungkan ke rizki, hp diberikan dan rizki dg gampangnya bilang kita sdh di muara angke dan semua batal jd tiket hangus.
    Aku marah dan masih nahan dongkol, gmn spy ga hangus. Katanya kalau mau tdk hangus, bs dpakai dr sabtu s/d senin saya ada tambahan 150rb. (Jd 600+100+150=850rb buat 3hari 2malam) betapa ruginya. Tp oke lah, aku masih mau ikutin mau dia. Saya takut ditipu jd saya ga transfer saat itu jg uang tambahannya, tp saya minta ke muara angke nya bersama2, krn saya was2 takutnya dia mau lepas tangan lg kaya kmrn. Dia bilang bs, jam 4.30 d salon jaya sbg meet point klo trlambat akan d tinggal. Betapa kecewanya saya, saya dtg jam4 malah sampai mau jam5 tidak ada tanda2 rizki atau guide nya. Saya gedor2 salon jaya, akhrnya keluar tante (sodaranya) saya minta antar ke alamat yg benar. Gataunya emang rumahnya dipinggir kali, jorok dan berantakan. Gmn ini ga representatif bgt sbgai kantor. Dan bener lah, rizki dan tegar rupanya masi tdr!! Ibu nya nenang2in saya alasannya mereka kesiangan. Kekesalan saya makin mjd, mrka bilang tdk akan ke muara angke, jd dipanggilkanlah saya guide yg jg tetangga mereka, untuk antar saya. Alasan tdk ada kendaraan, saya minta pake motor saya berboncengan. Sampe di muara angke, tdk ada banner atau stdknya tulisan solata tur, jd orang2 lain yg membeli dr mereka “tersesat” pula. Bhkn ada yg cerita sm saya, susah d hub, dan mereka terlantar d SPBU muara karang sjk jam5pagi, diinfokan rizki dan tegar sdh d muara angke, pdhl jelas2 saya saksi mata jam segitu mereka baru pd bangun. Betapa tdk profesionalnya. Kekecewaan berlanjut, guide tdk memandu apa2 d pulau pari, kita d lepas gt aja kaya anak ayam. Jam1 yg hrsnya kumpul d meet pin, mereka malah blm dateng dg alasan siapin dan ambil alat! Knp ga disiapkan dr td? Akhrnya mundur. Snorkling 3 spot jg j cm 1 spot. Krn alasan laut pasang krn kesorean langsung balik ke tidung. Tdk ke jembatan cinta krn tdk keburu waktunya. Makan malam pun dicurangi, d gabung dg barbeque pdhl d itinerary berbeda dan trpisah. Tp yg pling mengesalkanadlh kita smpai d penginapan tdk trsedia air, dg alasan tandon blm terisi krn peserta dr grup tidung jg sdh duluan pakai. Gmn ga pd masuk angin? Sprei dan bantal jorok dan bau. Tdk diganti, bau iler orang. Tdk trsedia selimut. Tandon air d taruh d kamar atas sehingga penghuni kmar(saya, 3orang, dan sepasang suami istri berbeda grup d jadikan d satu kamar). Jam 4pagi ibu pemilik rumah main nyelong masuk dan nyalain tandon. Malah pake bilang td saya sdh permisi tp kan kalian masi pd tidur. Hellllooooow!! Gebleg banget ga tuh? Ga menghargai tamu dan privacy orang. Alesannya krn tamu yg d bwh sdh pd bangun dan perlu air. Bhkn ada tamu dr kamar bwh d bawa ke kamar mandi kamar kami untuk pup di situ. Astaaagaaa..Kok begini amat. Higienitas tdk trjaga, air minum kotor dan bau, tempat makan rotan pake kertas minyak doang, sendok jg masih berminyak. Ruangan tinggal si ibu pun jorok. Meja makan bnyk laler. Sepeda juga bobrok banget, ga pake rem. Nyaris celaka nyemplung ke laut krn gada rem! Kita komplen smpe berbusa ke ibu empunya solata dan dia dg entengnya bilang solata tur milik keluarga dan blm mampu untuk gaji pegawai. Soal respon lama dia bilang ga selalu buka email, hp anaknya si rizki rusak. Dan d rumah kedua anaknya mau namanya tegar rizki atau si ade rizki dua2 nya d panggil rizki, dan ngeles bajay trs.. Herannya mukanya lempeng aja tu ibu, kayak gada dosa dan salah. Saya bicara sm guide nya, dwi, yg bilang ke saya semua tamu solata pasti complen makanya saya gamau jd guide solata lg sebetulnya. Lalu dia bercerita, bhw pihak solata cuek sj dg komplen customer, yg penting sdh d beli paketnya. Stlh itu ga trlalu d perhatikan dan ala kadarnya. Mereka ga prduli kalau tamu tertinggal (pantas wktu d kapal ga di data ulang), mereka ga peduli kl respon mrka lama. Dan yg lbh mengesalkanlg mendengar omongan si ibu, “duit segitu aja kok ribut pakai takut ditipu dan bawa2 polisi” ketika salah satu tamu komplen dan bilang rek Rizki d bca sempat dia blokir dan dianggap penipuan krn hp ga prnh aktf stlh d trfr uang.. Solata tur bener2 patut diblacklist!!!

    • Hi Mba Gilang… waduh, apa yg Mba Gilang alami jauh lebih parah daripada pengalaman saya.
      Terimakasih sudah cerita di sini, semoga ini jadi pelajaran buat semua. Solata Tours nampaknya memang enggan memperbaiki diri, buat saya pribadi mereka sudah saya blacklist sejak sepulang dari Pulau Tidung.

  • SOLATA TOUR SANGAT TIDAK PROFESIONAL, PELAYANAN BURUK & FASILITAS SANGAT TDK MEMUASKAN.

    Tgl 3 juni 2013, saya sms ke nomor 08567600923 ( Rizki ) untuk menanyakan tentang tour yang diadakan SOLATA TOUR yang diiklankan lewat “KLIKTODAY”
    tapi tidak di balas, lalu saya call ke no tersebut untuk mencari informasi lebih jelasnya. Dari hasil pembicaraan sy dgn Rizki terjd kesepakatan pemberangkatan utk Sabtu tgl 8 Juni 2013, kemudian Rizki memberikan no rek BCA untuk saya bs mentransfer biaya pemberangkatan saya dengan suami ( bule asal perancis ).
    Sy transfer lewat mobilebanking tgl 3 juni 2013 beserta data lengkap kami & no Hp kami.
    Tgl 4 juni 2013 saya telp bbrp kali tp tidak ada jwban dari Rizki, kemudian sms sy jg tdk dibalas.
    Tgl 5 Juni 2013, saya mencari alamat kantor SOLATA TOUR berdasarkan data yang iklankan di “KLIKTODAY” di mana sangat tidak lengkap, sbb : “Rizki.SolataTours@gmail.com 0856 7600 923 / pin : 223469CD (Rizki) yg berlokasi di bilangan Dharma Putra 11, Kebayoran Lama Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jakarta, Indonesia 12240.”
    Setelah sy tiba di lokasi tsb, ternyata beberapa warga yang sy tanya di sana mengatakan tidak ada nama SOLATA TOUR di Dharma Putra 11. Saya jadi panik dan bingung pd saat itu, no hp Rizki tdk aktif dan hp sy tdk pakai blackberry. Sy sdh mencari sampai 3x bolak balik, tp tdk ada yg tau SOLATA TOUR.
    Karena panik, saya bingung bgm caranya supaya pihak solata tour akan mengkontek sy.
    Krn sy pny data rek BCA yg pernah di kasih Rizki, saya ke kantor cab BCA di mana sy punya rek BCA. Sy print buku BCA sy dan sy menceritakan ke kabag CSOnya prihal yg sy alami ( kantor SOLATA TOUR TDK DITEMUKAN ) dan sy menelpon hp Rizki di dpn Kabag CSO BCA tsb sbg bukti bhw memang hp Rizki tdk aktif.
    Atas inisiatif Kabag CSO BCA, sy di suruh menelpon CALL CENTER BCA untuk memblokir no REK BCA yg di ksh Rizki atas nama “MOHAMAD JATOR TEGAR PRADANA”
    Dari Kabag CSO tsb menelpon Kabag CSO BCA yg bersangkutan agar pihak pemilik rekening tsb bs menghubungi sy.
    Dari CALL CENTER BCA, sy harus melengkapi bukti transfer ke rek yg bersangkutan, laporan kronologis kejadian, laporan kepolisian atas kejadian saya dan di tunggu 1x 24 jam. Sementara rek BCA Mohamad Jator Tegar Pradana sudah di blokir sementara berdasarkan laporan sy dgn no ID pelaporan yg di berikan pihak CALL BCA.
    Sebelum sy ke kantor polisi untuk membuat laporan kronologis kejadian tsb. Sy mencb menelpon kembali hp Rizki, ternyata hpnya aktif.
    Spontan sy emosi dan marah pada saat itu dgn Rizki krn warga di sana mengatakan tdk ada SOLATA TOUR dan Hp yg bersangkutan mati.
    Kemudian Rizki memberikan alamat SOLATA TOUR tepatnya di JAYA SALON NO. 26.
    Kemudian sy berangkat kembali ke alamat yg sdh di ksh Rizki.
    Setelah ketemu Rizki sy menceritakan semua bhw sy sdh memblokir rek BCA yg diksh Rizki. Sy menganjurkan Rizki utk melampirkan alamat usaha yg lengkap & jelas agar tdk terjd lg kesalahpahaman dan memberikan nomor tlp/Hp lain yg bs dihubungin costemer krn tdk semua org pakai Hp Blackberry.
    Di depan Rizki sy menelpon call center BCA utk membatalkan ID pelaporan sy utk membuka kembali pemblokiran rek BCA Mohamad Jator Tegar Pradana.

    Tgl 8 Juni 2013, sy dan suami berangkat ke SPBU muara angke. Sy kaget begitu byk orang yang ikut. Diawal sy berpikir bhw mereka semua costemer dari solata tour kenyataannya bukan.

    SOLATA TOUR sangat tdk profesional dalam menangani tour.
    1. Tdk adanya identitas dari SOLATA TOUR baik berupa bendera or baju seragam yg bertuliskan SOLATA TOUR wkt di SPBU Muara Angke.
    Sy yg mengkontek pihak Solata Tour utk menanyakan posisi solata tour ada di mana diantara ribuan org2 pd saat itu.
    2. Tidak ada pendataan absen pd saat di SPBU, siapa yg datang dan siapa yg tdk datang dari solata tour.
    3. Di pulau pari, kami di bagi nasi kotak di mana rasa dari nasi kotak tersebut tdk enak dan agak berbau. Kami tdk di ksh minuman mineral, jd beli sendiri. Kami merasa seperti anak kehilangan induk alias kami tdk di pandu tourguide hrs kemana setelah ini setelah itu… jd dilepas begitu aja.. cm blng jam 1 berkumpul kembali di kapal kecil utk menyebrang ke pulau tidung.
    4. Perjalanan ke pulau Tidung dengan kapal kecil dgn bbrp org di dlmnya ( kapal tersebut tdk sesuai ukurannya dgn bbrp org yg bawa ).
    5. Sampai di lokasi mau menuju penginapan, kami bersepeda ke penginapan dgn kwalitas sepeda yg tdk nyaman dan sepedanya pada jelek2 sekali. Ada tmn sy smpi nabrak 2x ke halaman kebun org dan pagar rumah org dikarenakan tdk punya rem. Ada ban sepeda yg bannnya kempes.
    6. Setiba di penginapan, ternyata kondisi ruangan saat jorok dan kotor. Sprei bantal pd bau dan Ac tdk berfungsi dgn baik jd rata2 pd kepanasaan. Yg lebih parahnya, air dikamar mandi kami tdk tersedia jd suami sy hrs menggayung dr bak penampung air ke drum kamar mandi supaya sy dan tmn2 bs mandi krn kondisi kami pd basah kuyup diterjang ombak.
    7. Bak penampung air bukan pakai toren yg taruh di luar rumah tapi ini di bikin bak semen penampung air didlm kamar di mana sangat menggangu kami yg terbangun di subuh karena bunyi air dari pipa paralon sangat kuat.

    Bagaimanapun costemer itu RAJA dan solata tour itu menjual jasa… berapapun harga tour yg SOLATA TOUR jual hrs bs memberikan SERVICE PELAYANAN yg baik dan bagus, karena KEPUASAN & KENYAMANAN COSTEMER ITU SANGAT PENTING.

    Kalau tdk bs menjaga dan memanage bisnis yg baik, yg rugi ujung2nya SOLATA sendiri karena nama sudah jelek akibat byknya komentar2 yg jelek dan lama2 pendapatan merosot bukan untung malahan bs buntung/rugi bandar buuuuu.

    Terima Kasih

    • Hai, Mba Verita…

      Waduh, makin parah aja nih pengalaman orang2 dengan ST. Seriously, this is something I never thought before…

      Terimakasih sudah sharing di sini. Mudah-mudahan bisa membuat orang lain lebih hati-hati.

  • Pengalaman sy pergi ke tidung dengan solata tour, sama tidak menyenangkan, kurang kordinasi,tlp susah di angkat, pe kesel gmana ini dimana orang ny, tidak ada tanda yang jelas dimana kita akan berkumpul dan yang dicari pun tidak jelas dari mulai pak tegar trus dwi, hingga akhirnya kita di suruh tunggu di di mesin sbu pelabuhan muara angkeh kata ny bakal di jemput 10 menit kemudian dan akhirnya sy bertemulah dengan temen2 yang lain yang ikut solata tour akhirnya saya bersama 2 org temen saya mengikuti mereka dan ketika sudah di kapal ternyata salah kapal itu kapal yang akan ke pulau pari bukan tidung, skali lagi kurang kordinasi dan pendataan dengan baik dan bikin kesel.
    sesampai di pulau tidung kita pakai sepedah ke penginapan, sesampai di penginapan ternyata pemilik tour masih bingung kita akan di taruh dikamar yang mana… hadehhhh tolong… akhirnya kita di taruh lah dikamar bawah dan ternyata tidak sesuai dengan keterangan di voucer kamar ber AC dan TV share.. AC yang harus ny dipakai untuk 1 kamar ini dipakai untuk 2 kamar. dan kamar yang saya pakai dengan temen2 ternyata tidak ada kamar mandi ny ketika sy tanya kamar mandi jawaban ibu pemilik travel ny tdk menyenangkan.
    dari 3spot snorkling kita cuma dapat 2 sport trus tidak diberikan air mineral sesuai dengan yang ada di voucer pokok ny semua jadwalnya berantakan ntung aja guide ny baik hati jd gak begitu kecewa… tp sy kapok males pake solata kembali.

    • Halo, Mba Atik… Terimakasih sudah berbagi pengalaman.
      Boleh kapok sama ST, tapi jangan kapok ngetrip ke Kep. Seribu.
      Cheers! 🙂

  • Solata memang travel paling “ajaib” alias plg kacau balau, tidak profesional sama sekali.
    Rundown acara yg dibuat beda dgn kenyataan, BBQ tidak ada sama sekali ditambah air yg kita gunakan untuk mandii asin.
    Dari awal hrs klien yg followup (telp trs) ke solata tp dr pihak solata cuek bebek.
    saya beli voucher promo melalui evoucher, sedikit lbh murah pelayanan amat sangat murahan..
    Perjalanan yg tdnya saya harapkan bisa untuk refreshing stlh capek kerja malah berubah jadi emosi jiwa, capek hati n fisik..
    Apalagi setelah pihak solata marah2 ke kita krn telp mrk tidak saya angkat, krn kondisi saat itu sy sdg turun dr kapal tryt ke pari smntr saya ke tidung (itu jg krn phk solata yg suruh msk ke kapal ke pari)
    Apa mrk tdk sadar kl kita kliennya berpuluh2 kali telp, sms dan bbm tp jrg sekali mrk jwb..
    travel solata sdh saya BLACKLIST seumur hidup…
    Semoga yg baca tulisan di blog ini bs berhati2 jika dpt penawaran dr solata travel…

    • @vanie : setuju sama vanie kalau pun main kembali ke tidung tidak akan pakai travel solata, oh iyah untuk air minum buat makan siang dan makan malam tidak disediakan kita mesti beli…baru dikasih air aqua gelas pas makan pagi saja parah emang…

  • Solata travels..sangattt sangatt mengecewakan….pengalaman ini akuu alami waktu m k pulau tidung bareng teman2 tgl 8,9-jun..komunikasi dan koordinasi Ўɐnğ parahh..pertama ∂ķΰ bareng teman2 disuruh kumpul ϑɪ̣̇ spbu muara angke jamm 6 pagii tp hingga jamm 7.30 pagii blum tampak batang hidungnya dr pihak solata..dihubungi bebrapa kali tdk diangkat2..ϑɪ̣̇ sms tdk [a̲̅]∂a̲̅ balesan..dan dri situ kami mengira bahwa ini modus penipuan..dan bukan hanya kami saja Ўɐnğ msih menunggu pihak solata waktu ϑɪ̣̇ muara angke ternyata customer Ўɐnğ lain juga mengalami hal serupa menunggu dan menunggu dan hp pihak solata tdk diangkat2..setelah menunggu lamaaaaaa akhirnya dtng seorang dri pihak solata..tanpa permintaan maaf ke kami krn telah menunggu lama d spbu muara angke dgn enaknya langsung menggiring kami ke kapal..ketika kami akan naik kapal Ўɐnğ ditunjukkan oleh seorang dr pihak solata tsb baru juga kami duduk ternyata salah kapal krn itu kapal Ўɐnğ ke pulau pari bukan ke tidung tempat Ўɐnğ dituju huffftt sialan..setibanya kami ϑɪ̣̇ pulau tidung kami disuruh naik sepedah yng kondisinya rusak remnya blong(tmpat sewa yng ditunjukkan solata namanya abubakar) dan salah satu teman sy hampir menabrak pagar rumh orng..dan sampai d penginapan ternyata ac nya cuma satu untuk 2 kamar,bantal Ўɐnğ bau..kamar mandi yng airnya asin bangett..dan makanannya ngak bangett deh nasi yng ky nasi raskin,sendoknya msh berminyak gt,air minumnya ngak jernih n berbau harusnya pake aqua gelas dong,menunya ikan tongkol terus darii pagii hingga makan mlam..Ɣªήğ rencananya barbeque night itu bhulshitt hanya ikan tongkol doang..snorkling dijanjiin 3 spot ternyata hanya 2 spot..dan waktu pagii hari kami hrus mandi d dket dapur tanpa penerangan lampu sma sekali hanya pakai lilin Ɣªήğ hmpir habis lilinny krna kamar mandi ϑɪ̣̇ lantai bwah adaa 2 tapi dua2nya letaknya d dlm kamar yng ditempati customer lain..hingga kami ♏åΰ pulang pun msh [a̲̅]∂a̲̅ kejadian yng tmbh bikin kesell..kami naik sepedah dr penginapan kembali ke kapal dan sepedah semuanya ktnya bru dipompa krn kempes..tp d tengah jln sepedah yangg akuu kayuh kok beraatt bangett ky Ўɐnğ ngerem trus posisi remnya..mana cuaca panass bangett hrus ngayuh sepedah dlm keadaan berat mendingan ku jalan kaki dech..huftttt capeedechh..long weekend Ўɐnğ hrusnya dinikmati tapi jd bikin emosi dan keselll..kapokkkkk bangettt pake solata tours lagii..bener2 tidak profesional dan lebih tepat AMATIRAN Ɣªήğ hanya memikirkan keuntungan semata tanpa memberikan pelayanan Ɣªήğ baik k customernya..trims

  • hadeuh..tak kira hanya daku seorang,ternyata bnyk bgt..aq jg jadi pikir2 lg nh kalo mau ke pulau seribu pake solata..susah diungkapkan..saya komplain ke ibu ludya,dan tegar,malah saya dibalikkin om0ngan saya..sudah terlihat sekali ketidak profesionalan mereka dari awal saya diminta ‘kumpul’ di spbu muara angke..yg namanya diminta kumpul,pasti ada yg mimpin,ini enggak,saya dan suami udah kayak anak ilang..tlp sana sini,cm diksh tau,udah naik aja kapal yg mau ke tidung,ga diksh tau letaknya dimana..ckckck..ditambah masalah kamar,dari awal saya beli tiket,ga ada info kalo paket ga termasuk kamar,saya dan suami lg tidur,tiba2 ditelpon ibu ludya,diminta pindah kamar..saya komplain,malah dibalik kata2 saya,diblg kalo mau dpt kamar yg ga berbagi,bayar lg 300rb,ibu ludya blg dari awal uda ditawarin tp kita nolak..diawal ga ada informasi itu..dia nawarin saya,sblm ke tidung,mau ga ke pari dan pramuka dlu,ga da info mengenai kamar..ini saya dan suami lg istirahat,tiba2 disuruh pindah..aduh..ga lagi2 dh,

  • Terimakasih untuk informasinya kaka,memang sudah banyak kejadian di pulau seribu seperti itu.banyak travel yg menjanjikan dg harga murah tp pelayanan kurang OK,
    Alhamdulilah tapi mudah2an saya tdk menemukan travel seperti ini.saya sudah seringkali kepulau seribu dr pulau penduduk smp resort alhamdulilah semua nyaman selama perjalanan wisata saya,saya menggunakan Wisata Bahari Tour/@wisatabahari.mudah2an info yg saya berikan bermanfaat 🙂

  • setahu saya rata2 travel agent yg mengadaka trip ke pulau2 (pari, tidung, pramuka, harapan) itu biasanya dp dulu, dan pelunasan pada saat malam BBQ. Ada juga sih beberapa yg dp dulu dan pelunasan saat di muara angke / marina ancol. Tetapi sangat jarang sih yg meminta cash duluan sblm brkt. Lebih baik cermati sebelum membeli vouchernya.

  • Tgl. 12 Okt 2013 yg lalu saya nyoba maen ke P. Tidung pake Solata Tour, beli voucher dari kliktoday.com. Pengalaman saya sih lumayan memuaskan… tour guidenya (Sdr. Tegar) sangat membantu, walaupun kami hanya berdua tapi tetap dilayani dg baik & seluruh itinerary dipenuhi semua. Snorkeling, makan/konsumsi semuanya memuaskan. Namun yang masih harus diperbaiki adalah kamar yang untuk berdua, AC-nya tidak dingin karena 1 AC dibagi untuk 2 kamar. Kemudian kekurangan yg lainnya adalah… memang untuk konfirmasi awal keberangkatan agak sulit, Solata tour kurang responsif! Mungkin karena sdh dikomplain berkali-2 oleh peserta sebelumnya, maka saat pengalaman kami sih sudah lumayan lebih baik…

  • Waduh ngeliat ada postingan seperti ini ane ga jadi deh maen pake ST buat liburan akhir tahun…kalo ada info travel agent yang bagus mohon informasinya ya.

  • waduh.. saya jadi khawatir dgn tour” untuk ke kep seribu ini.. ada rekomen tour yg bagus dan baik tapi harga terjangkau ga ya? saya merencanakan untuk pergi rame” nih..

  • Waduh jadi ilfee campur galau nih, udh DP utk liburan akhir tahun, tp setelah baca komen2 diatas Jd ragu ama solata Dan penge pindh ke EO Latin nih,tp Kalo udh DP gt, kira2 msih bisa did cancel ga yah?

    • Hai Adda,
      Mudah2an kamu ga harus ngalamin apa yg saya alami dgn Solata Tours yaaa..
      Kalo udah DP trus peserta membatalkan diri, EO manapun ga akan ngembaliin uangnya.. 🙂

  • Iyya siiy, hehehhe ywdh mau ga mau emng di lanjutin aja sih, mkny Dari smlm aku hub bbm mas rizqi Dan mba nadiya, mau pastiin klo group sya ga bakalan ngalamin hal yg sama dgn teman2 di atas, tp smpe skrg bbm pending Dan nonya pda ga aktif T_T

  • sorry all numpang nimbrung.
    yaa namanya juga pelayanan yah, gaa semua jalan sempurna, yaa mungkin yang banyak komplen itu yg maunya dilayanin spesial banget, gaa sadar kalau yg liburan itu banyak, harusnya intropeksi juga sebelum bicara, kalau saya baca testimonal disini.. agak transparan yah, mancing2 sebagian orang untuk menjatuhkan seseorang/group nya. dan kalau memang kurang puas/kecewa tidak usah lagi pakai travelnya, dan gaa ada untungnya juga menjelekkan spt ini. selama perjalanan saya kepulau seribu juga gaa se-amatir testimonal disini.
    this comment over all.
    thanks,

    • Halo Mba Nadiya… terimakasih sudah komen 🙂 btw, ini Mba Nadiya dr Solata?

      Tulisan saya ga jelek2in lho, ini cuma cerita dari apa yg saya alami pas ikut trip sama Solata. Yang lain juga komennya berdasarkan apa yg mereka alami.

      Tapi ya kalo diterimanya sebagai “jelek2in”, ya saya malah kasian sama Solata. Dikasih masukan biar berbenah diri kok malah defensif bilang customernya “mau dilayanin enak”.

      Kami ikut trip Solata bayar, sudah selayaknya kami dilayani dengan baik. Tidak perlu mewah, yang penting tidak diterlantarkan.

  • dan sorry nih, kalau memang kecewa/gaa puas bisa F2F. don’t judge people by sosmed. kalau memang letih membicarakan travel orang ya gaa usah repot2 nulis panjang2. bisa hubungi orang yg bersangkutan. nih saya kasih contac personnya: 085772087063/087889355211 pin: 26E9527F kalau memang merasa tersaingi bisnisnya, boleh pakai cara yang sehat.

    Selamat berAktivitas yg Positif*

    • Mba Nadiya,
      Kalau memang dari pihak Solata mau menanggapi masalah ini, dari awal saya email komplain, harusnya ada itikad baik menanggapi dong..
      Bukan setelah beberapa bulan kemudian postingan saya ramai oleh komentar yang sama dengan pengalaman saya, baru bereaksi.
      Kalau sekarang ngajak ketemuan face to face, atau F2F menurut istilah anda, waaahh.. sudah terlambat yaaa..

  • iya betul mbak Parahita tidak “jelek2in” dan saya juga gaa bilang anda jelek2in ko *dibaca baik2* tp berdasar dari cerita anda itu sudah mencemarkan nama baik usaha orang, anda taulah banyak perkara krn mencemarkan nama baik by SOSMED ini. ya saya harap juga tidak berlanjut. maaf saya orang Solata/bukan juga tdk ada sangkut paut, saya seorang anak hukum yg ingin mengklarifikasi ats nama baik seorang/group.

    • sudah jaman bebas mbak nadya, semua jenis usaha yang berhubungan sama jasa itu meminimalisir komplain komplain, setau saya seorang spg matahari yang di komplain customer aja bisa langsung kena SP, dan seorang supir taxi bluebird juga bisa langsung di pecat karena ada penumpang komplain,
      jadi untuk seorang travel agent sama seperti saya juga harus terima komplain untuk memperbaiki pelayanan.

      • Hai Mba Lila, maaf komen iklannya ga saya approve ya 🙂 please no hard feeling, saya cuma ingin postingan ini bebas iklan. Terimakasih sudah mampir di blog saya 🙂

  • ya terserah anda lah ya mbak Parahita yg terhormat, sekarang begini. anda ingat pas anda baru buat blog ini, ada yg klarifikasi oleh pihak solata? apakah anda mempublikasikan di komen ini? jgn anda sangka saya tak tahu, tolong jika mau saingan bisnis seperti ini yg sehat. sebelum saya angkat lebih jauh lagi masalah ini, terimakasih

    • Mba Nadiya,
      Kalau saya berniat menjatuhkan, pastinya hanya yang komen negatif saja yang saya approve dong.. Buktinya itu ada yg komen netral, saya approve juga.

      Kalau tanggapan dari Solata Tours, justru saya tunggu, ga muncul-muncul. Dulu Mas Tegar atau Mas Rizki -saya lupa siapa tepatnya- pernah kirim email minta tulisan ini diturunkan. Saya jawab tidak bisa, kalau mau tulis pembelaan, silakan email ke saya, nanti saya posting. Sampai sekarang tidak ada. Ya sudah, saya anggap selesai.

      Saya tidak punya bisnis trip organizer, buat apa saingan dengan Solata?

  • boleh yang ingin menikmati TRAVEL SOLATA TOUR ini. siapapun itu, boleh hubungi 085772087063 atau pin:26E9527F karena kami ada homestay pribadi dgn 6 pintu dan di pulau tidung dengan rumah bertingkat. dan kami memberikan paket pari-tidung dan ke pulau lainnya seperti anyer/ kawah putih(bandung) dll bisa dihubungi dan konfirmasi, dan rasakan sendiri bagaimana keseruannya.
    Thanks.

    • Nah, buktinya komen iklan seperti ini pun saya approve. Artinya saya tidak menutup pihak manapun untuk menjelaskan kan?
      Saya malah senang kalau akhirnya banyak orang yang mau ikut trip Solata Tour setelah membaca tulisan saya. Artinya Solata Tour sudah ada perbaikan pelayanan. Semoga bisnisnya makin maju yaaa… 🙂

  • Hi, wah seru juga ya, menanggapi komen dari rekan-rekan sekalian, saya cukup kaget membaca respon dari nadia, seharusnya anda tetap berbesar hati menerima semua masukan yang ada, ingat, konsumen adalah orang yang merasakan servis dari pihak yang menjual jasa atau barang, dalam kasus ini adalah jasa. sekiranya memang anda rasa ada komentar dari mba parahita yang menurut anda menjatuhkan atau hendak mencemarkan nama baik suatu instansi, ada baiknya anda langsung melakukan jalur komunikasi pribadi, bukan malah melakukan tindakan cenderung mengancam untuk membawa masalah ini ke arah yang lebih jauh, jalur hukum maksud anda? saya rasa sebagai seorang mahasiswi yang saat ini masih kuliah di jurusan hukum, bukan begitu caranya anda menjalankan bisnis atau mebuat klarifikasi, apa yang ditulis oleh rekan-rekan disini adalah puncak dari kekecewaan mereka yang sudah klimaks karena sepertinya tidak ada tanggapan yang serius, saya pribadi mungkin akan cenderung langsung mendatangi sumber masalah dan menyelesaikannya secara langsung. saran saya buat mba nadiya, lebih bijak dalam memilih jawaban, karena diatas langit masih ada langit mba, tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti kita saling membutuhkan. Have a good day

  • iiih kejadian yg mengesalkan dong yah…
    Today aku liat ada penawaran di web Grantonworld Indonesia, Solata bikin paket tour ke kawah putih bandung.. tadinya udh sempet tertarik and tanya2 jadwal keberangkatan… udah sempet tlp dngn rizki, santun sih pakai assalammualaikum segala, sbg muslim ya aku balas yah, dia bilang klo mau ikut ada booking fee sebesar 100 rb / perorang, tp setelah baca testimonial dr tmn2 kayaknya ngak jadi deh. takuut kejadiannnya mengecewakan, kok bisa jahat yah mereka itu, sama saja melakukan kecurangan dong klo dr pengalaman temen2 diatas. iterenity ngk sesuai dgn dilapangan dan ngk ada koordinasi dan tanggung jawab dari pihak tour penyelenggara. waaaah… ngk akan deh pakai solata tour…

  • Tahun 2013 kemaren gw ada beli voucher tour ke pulau pari dari Solata Tour & Travel via GrantonWorld Indonesia.

    2 hari sebelum berangkat ke sana gw sempet liat comment ini semua & sempet ngerasa takut ketipu tapi anehnya malahan dari di pelabuhan si Kak Tegar selalu nemenin sampe naik kapal.
    Dan di sana pun kita langsung di sambut sama Tour Guide pulau.

    1. Homestay, air minum, makanan & air mandi semuanya bersih.
    2. Tour Guide pulau, Kak Daniel yang ramah & friendly banget selalu nemenin kapanpun & jam berapa pun di SMS / tlp langsung dateng.
    3. Spot snorkling nya kita di ajak ke tempat yang bagus & beda dari orang laennya. Malahan kita masih diajak muter2 terus di sana.
    4. Waktu mau pulang & tunggu kapal berangkat balik ke Jakarta malahan kita dikasih pilih kapalnya.

    Beda banget sama semua comment yang ada..

    Memang siih si Mas Rizki agak slow respon waktu di SMS tanyain hal-hal lainnya , tapi dya bakal bales kalo bilang gw gak ngerti sama sekali..
    Mas Rizki bakal jelasin lagi dari awal tapi emang agak lama balesnya…

    Jadi gw sih disini cuma binggung aja , kenapa kalian semua bermasalah dengan Solata Tour & Travel padahal gw fine & have fun banget..

    Dan gw rasa juga kalo diperjanjiannya diajak 3 spot tapi malahan hanya 2 spot harusnya kalian bilang waktu masih di atas kapal snorkling & juga klo homestay atau air mandi atau air minum kotor ya kan kalian punya mulut buat bilang ke orang sana buat pindah homestay. Itu boleh kok! Gw aja dikasih tau Kak Daniel & Kak Tegar kalo ada kurang tolong langsung kasih tau.

    Gw rasa kalian dapet pelayanan gitu ya gara2 kalian sendiri lah punya mulut gak dipake disana & mala tulis sesuatu yang gak pantes di internet buat ngejatuhin orang.

    Kalo emang ada kurangnya ngomong dong di sana , itukan fungsinya mulut diciptain Tuhan.

    Gw hanya shearing tentang apa yang gw rasain pergi dengan Solata Tour & Travel, dan gw sama sekali gak nyesel.

    -Terimakasih-

    • Hai Putri 🙂
      Makasih ya udah mampir dan komen di blog ini… Saya seneng kalau ada orang yang ikut tripnya Solata dan TIDAK mengalami nasib yang sama dengan saya & teman2 lainnya. Itu artinya dari Solata Tour sudaha da perbaikan.

      Kembali lagi kan tujuan saya nulis ini bukan buat jatuhin mereka, tapi ya cuma cerita apa dan bagaimana pengalaman kami.

      Kami punya mulut? Oh tentu saja punya. Puji syukur Tuhan menciptakan kami dengan lengkap. Kenapa waktu saya nelen air kotor saya ga langsung komplain di kapal langsung? Karena GA ADA orang Solata yang mendampingi di kapal itu, Sayyy… :))

  • Wah ternyata parah ya ST

    Gue aja akhir bulan agustus pake shuttle travel Bandung-Muara angke
    Gue ber 3 sama temen gue ke Muara angke.
    Awalnya sik.. Oke2 wae
    Nah pulangnya ini… Si rizki ngasih nomer telp si sopir buat koordinasi langsung sama si sopir. Dr pagi gue nanya sama rizky kapan gue dijemput di muara angke buat balik ke Bandung. Si rizky bilang jam 3 sore. Nah gue nyampe muara angke dr pulau harapan tepat waktu yaitu jam 3 sore. Namun si bus belum dateng juga. Akhirnya gw telpon si pak ade. Dan nanya dia udah nyampe mana. Ternyata jawabannya dia ada di Bandung, dia bilang dia gak tau kalo dia yg bakalan jemput gw dan teman2 gw. Akhirnya dia bilang ada temennya dr bandara yg mau jemput gw dan temen2 ge.Pak ade ngasih nomer telpon si sopir bandara.
    Langsunglah gw telpon si sopir bandara. Dia bilang tunggu satu jam. Akhirnya dengan tenang gw nunggu dia datang sambil makan otak2 di muara angke.
    Nah… Mulai gak beres ketika sampe jam 6 sore gw menunggu kok gak dateng2.
    DAN…. Si sopir bandara itu nelpon gw. Nanya knp gw gak jadi ikut sama dia. Gw langsung nyolot ketika dia bilang gitu. Wong gw udah nunggu dr jam 3 sore di muara angke, siape bilang gw gak jadi. Gw tanya dia dimana, eh dia bilang udah di bekasi.
    Itu kampret sekali.
    Gw nempon si rizky malah dia angkat tangan. Gw minta refund , dia juga gak mau balikin. Dia malah nyuruh gw buat push sopirnya supaya mau puterbalik. Gw udah kehabisan pulsa buat nelpon si pak ade, sopir bandara dan si rizky. Akhirnya gw pake hp temen gw. Singkat cerita, gw maksa si sopir buat puter balik, dia kekeuh gak mau. Akhirnya gw diminta naik taksi ke bekasi dan ketemu di bekasi. Gw minta biaya taksi tanggung sama dia karena kesalahan ada di dia, bukan di gue. Akhrnya dia meng’iyaka. Gw naik taksi menuju bekasi dan balik ke bandung . Intinya gw kapok dengan SOLATA TOUR .
    Kampret banget emang.

  • terima kasih sudah berbagi pengalaman ya mba saya kebetulan liat iklan solata travel dan ternyata lihat blog ini jadi was was juga mau pake jasa solata travel.saya rencana tanggal 25 October ini mau berliburan di tidung bagusnya mungkin kita arrange sendiri ya dari pada pakai jasa travel yang belum tentu sesuai dengan keinginan kita.
    bisa bantu berbagi pengalamannya untuk arrange sendiri rencana perjalanan di tidung mba? saya dari bandung rencana ber 4

    • Hai, Mas Yandi 🙂

      Terimakasih juga udah baca blog saya.

      Kalau mau ke P. Tidung (dan pulau lain di Kep. Seribu) sebenarnya cukup mudah. Arrange sendiri pasti lebih puas dan murah, tapi kalau bisa dapat contact person yg reliable di Pulau, harganya juga ga jauh beda dibanding arrange sendiri.

      Sayangnya saya udah ga nyimpen lagi contact orang yang bisa mesenin penginapan, makan, dll di P. Tidung.

      Maaf yaaa… 🙂

  • All mohon masukannya tentang agen ke pulau tidung terbaik dan dapat dipercaya.
    Membaca komentar diatas saya jadi was-was takut tertipu atau tidak terlayani dg baik.
    Mohon infonya agen yg benar2 bisa memberikan service yg bagus.
    Karna april 2015 nanti saya akan ke sana dg teman2 sekolah yg jumlahnya lumayan banyak.
    Mohon jawabannya ya.
    Ditunggu

    • Hai, Gita.. saya 2x ke Pulau Tidung cuma sekali yang pakai EO, ya sama Solata Travel itu. Selebihnya ke pulau-pulau lain di kep. Seribu pasti ngurus sendiri. Jadi ga punya kontak EO yang terpercaya di P. Tidung.

      Arrange sendiri aja, gampang kok.. 🙂

  • Halo semua, teruma kasih sharenya.

    Saya dan 9 orang teman rencana tour ke Tidung, dan sudah bayar full via Travelicious, bukan Solata Tour. Dalam vouchernya PIC Sdr. Mohamad Jator Tegar dengan no. Telpon yang berbeda: +6281519111493

    Karena ini perjalanan pertama dan tidak mau mengecewakan teman2 saya, saya browsing ttg Tidung, Travelicious dan Tegar. Sampailah di blogs ini.

    Yg menarik di awal adalah krn harga yang ditawarkan murah dibanding yang lain.

    Membaca testimoni ini, rencananya saya akan minta Travelicious untuk konfirmasi semua itenerary yang dijanjikan. Atau sekalian ganti trip saja daripada beresiko dan menyesal.

    Terima kasih teman2 dan google 🙂

  • Berarti solata itu PENIPU cm mau duit org aja..
    Baiknya di rizki alias tegar beserta ibunya itu di laporin aja tuh ke polisi biar kapok..
    Eneg bgt denger org2 spt itu, cm mau untung..

  • Waaah banyak yg complain sama solata, padahal Dari equipment yg mereka miliki di Pari cukup baik (walau mahal), hihi
    Terima kasih untuk masukan semuanya.. Jadi berfikir ulang untuk menghubungi solata 🙂

  • Ternyata banyak korban dari solata,, saya kira cuma saya aja.. maret kemaren saya ngambil paket pulau tidung di solata, pelayanann dan fasilitasnya amat sangat buruk,, rugi banyak ikut ST

  • emang pelayanan nya rata2 kurang baik gan eo eo nya,, ane aja kelabakan di pulau tidung,, makan telat, air minum aja ga disediain, parah
    kapok ane

  • Ada yg punya saran travel apakah yg bagus untuk trip ke pulau seribu…habisnya saya ada rencana ke pulau pari

About me

 

Parahita Satiti; suka jalan-jalan dan bercerita. Makanya dia bikin blog ini. Kalau mau tanya/ngobrol/kerjasama dia bisa dihubungi lewat email: sp.satiti@gmail.com

Member of

Travel Blogger Indonesia