Kapal di Sungai Sekonyer Tanjung Puting Kalimantan

Heningnya Tanjung Puting

Setiap waktu dan tempat liburan memiliki ceritanya masing-masing, itulah sebabnya blog ini ada. Sebab jika semuanya sama, maka tak perlu lah saya bercerita, bukan? Namun, Taman Nasional Tanjung Puting memiliki kesan yang cukup berbeda.

Di heningnya Tanjung Puting, saya, Heston, Lionora, Wahyu dan Windra menghabiskan liburan selama empat hari tiga malam, keluar masuk hutan hujan tropis, menyaksikan bagaimana orangutan makan saat feeding-time, tidur di kelotok yang bersandar di dermaga sederhana di malam hari tanpa ditemani cahaya lampu sedikitpun, merasakan hirupan napas yang begitu enteng sepanjang hari -thanks to the trees-, menikmati pemandangan ribuan kunang-kunang yang terbang di sela-sela pohon nipah.

Belum lagi ketika jantung ini deg-degan melihat anak buaya yang dengan anggunnya berjemur di sebatang pohon tumbang di tepi sungai.

Sebelum masuk hutan kalimantan
Sebelum masuk hutan kalimantan

Sepanjang empat hari itu, kami tidak merasakannya nyamannya desiran angin dan deburan ombak, tidak bisa mandi dengan puas di danau bening, tidak juga beristirahat di kamar ber-AC hotel berbintang. Namun tetap, saya menyebut liburan ini liburan yang menyenangkan.

Sungai Sekonyer Tanjung Puting Kalimantan
Selamat datang di Sungai Sekonyer

Di heningnya Tanjung Puting, kami ngobrol satu sama lain, terkadang penuh gelak tawa, terkadang berbisik-bisik bergosip, kadang tenang membahas buku yang sedang terbuka di pangkuan kami. Saat berpapasan dengan kelotok lain, kami otomatis melambaikan tangan pada penumpang kapal kelotok di depan kami. Seringkali kami saling meneriakkan kata “haloooooo”. Satu hal yang hampir tak pernah kami lakukan di jalanan ibukota. Di Tanjung Puting kami menyapa orang asing.

Kapal di Sungai Sekonyer Tanjung Puting Kalimantan
Kapan terakhir kali kamu menyapa orang yang papasan di jalan?

Dari satu camp ke camp lain, kami melihat orangutan, dari yang menjadi raja di camp itu, yang berstatus ‘biasa-biasa saja’, hingga yang masih balita. Mereka tak henti membuat kami berdecak kagum, sambil terus berharap semoga mereka tetap bisa bertahan, hingga selamanya.

Aren’t they all cute creatures?

About the author

Suka jalan-jalan dan bercerita.

Leave a Reply