Search
Search

Diana Wahyudi; Si Centil Tahan Banting

Diana Wahyudi di Gunung Padang

Travel-Mates kali ini saya mau nulis tentang keponakan sendiri; Diana Wahyudi. Biarpun keponakan sendiri, saya bisa jamin apa yang saya tulis cukup obyektif lah.

Dedek Diana ini anak dari kakak perempuan saya, Isnuansa dan suaminya, Gie Wahyudi. Kakak saya dan suaminya dua-duanya blogger, jadi ya ga heran kalau Diana dari jaman masih di dalam perut udah dibikinin blog. Yang nulis sih emaknya ya..

Seinget saya, Diana pertama kali diajak jalan-jalan jauh pas umur 5 bulan, diajak nginep di Puncak, trus main ke Taman Bunga Nusantara.

Diana Wahyudi di Taman Bunga Nusantara
Diana di Taman Bunga Nusantara

Sekitar 6 bulan kemudian baru deh diajak mudik ke Klaten. Naik mobil, roadtrip dari Cikarang mampir ke Bandung dulu, baru ke Klaten lewat jalur selatan Pulau Jawa. Perjalanan lebih dari 12 jam itu, jangan dibayangin naik mobil baru yang super nyaman ya.. Mobil orangtua saya itu sedan eropa kuno gitu, yang mau sehalus-halusnya suspensi per-nya ya tetep aja mobil kuno.

Di Klaten tentu kami ngenalin Diana ke tempat-tempat wisata dekat rumah Mbah Buyut-nya, dong! Dari mulai yang tempat wisata sejuta umat semacam Pantai Baron, pantai yang bakalan nge-hits kaya Pantai Pok Tunggal, ke Gunung Api Purba Nglanggeran, ke candi yang tiket masuknya gratisan, Candi Barong.

Diana Wahyudi di Pantai Poktunggal
Diana Wahyudi di Pantai Poktunggal, Gunung Kidul

Ga lama setelah puas jalan-jalan di kampung halaman, saya dan Dedek Diana ke Gunung Padang. Perjalanan ini saya juga salut sama bocah bongsor ini. Bangun pagi dari jam 4 subuh, dipaksa dimandiin, ngumpul di Plasa Semanggi, daytrip ke Cianjur, kehujanan di tempat wisata, baru sampai Plasa Semanggi lagi hampir tengah malam, dan ga sekalipun ini bocah nangis atau rewel.

Baca juga: Menembus situs Gunung Padang

Diana Wahyudi di Gunung Padang
Diana Wahyudi di Gunung Padang

Selanjutnya, jalan-jalan ke Pulau Pari di Kepulauan Seribu. Untuk trip yang ini, karena saya dan kakak saya udah tahu bagaimana keadaan kapal ojek dari Muara Angke kalau week-end, memilih hari kerja untuk ke sana. Pergi di hari Kamis dan kembali ke Jakarta di hari Jumat siang, Diana enjoy banget diajak main pasir dan perahu.

Kalau pergi cuma bertiga sama orangtuanya sih Diana sering. Mulai dari yang deket-deket kaya piknik di taman-taman cantik di ibukota, nginep semalem di kaki Gunung Salak, sampai yang berkelana 10 hari di Bali.

Diana ini bocahnya nyenengin kalau diajak jalan-jalan, karena pada dasarnya dia anak yang ga gampang bosen selama ditaruh di tempat outdoor, dan terus diajak ngobrol, dijelasin “itu burung….” “itu pohon gede…” “kita naik apa, dek?…”, diajak main kejar-kejaran, dibolehin makan apa aja asal ga bahaya.

Well, mungkin pada dasarnya semua bocah kaya gitu ya? Cuma orang-orang tua di sekitarnya aja yang terlalu protektif.

Sebagai tantenya-dedek-diana-yang-suka-jalan-jalan saya masih menyimpan destinasi impian yang ingin saya datangi sama ponakan tercinta; Tana Toraja. Nabung dulu ya, Dek…

Written by
Parahita Satiti
Join the discussion

3 comments

About me

 

Parahita Satiti; suka jalan-jalan dan bercerita. Makanya dia bikin blog ini. Kalau mau tanya/ngobrol/kerjasama dia bisa dihubungi lewat email: sp.satiti@gmail.com

Member of

Travel Blogger Indonesia