Ballycarbery Castle

Dari Dingle ke Santorini Lalu ke Pusuk Buhit

Siapa di sini yang tukang ngelamun kaya sana? Tos dulu lah kita!

Saya ini setiap habis nonton film atau baca buku hampir bisa dipastikan setelahnya selalu bengong membayangkan gimana kalau saya ada di setting cerita yang baru saya tonton atau baca.

Makanya, pas tadi pagi saya dikasih tema “a movie, a book, or a song that inspire you to visit a place”, saya senyum-senyum sendiri. Udah kebayang mau nulis tentang apa. Saking semangatnya, saya nggak akan cuma cerita tentang satu film saja, atau satu buku saja, atau satu lagu saja. Saya mau cerita tempat mana saja yang ingin saya kunjungi dari masing-masing opsi.

  • Film Leap Year

    Kisah dimulai saat tokoh Anna dari Boston berniat menyusul kekasihnya Jeremy yang sedang ikut konferensi kardiologis di Dublin untuk memberi kejutan melamar sang kekasih di hari ke-29 bulan Februari sesuai dengan tradisi orang Irlandia. Akibat cuaca buruk, pesawat Anna harus mendarat darurat di Wales, lalu Anna terpaksa naik kapal laut dari Wales menuju Dublin.

    Sialnya alih-alih bisa merapat di Dublin, karena badai tak kunjung reda kapal Anna akhirnya merapat di sebuah kota kecil bernama Dingle. Dari kota kecil di pesisir peninsula inilah kisah seru Anna bersama Declan, laki-laki yang berprofesi sebagai pemilik bar/pemilik BnB/pemilik dan pengemudi mobil rental dimulai. Anna dan Declan harus roadtrip dari Dingle menuju Dublin dengan segala drama dan kesialan yang membuntuti.

    Sepanjang film saya sangat menikmati pemandangan Irlandia yang disuguhkan. Dari mulai kota Dingle yang terlihat gloomy dan sepi, sampai ke Ballycarbery Castle. Belum lagi adegan penutup dimana Declan dan Anna berdiri di suatu tebing pas sunset.

    Ballycarbery Castle
    Di film, kastil ini digambarkan lebih gloomy tapi tetap cantik.

    Meski banyak review film yang bilang penggambaran roadtrip Anna dan Declan di film ini ga masuk akal karena loncat-loncat rutenya, tapi buat saya film ini tetap sukses menggambarkan keindahan Irlandia. Lagipula, namanya juga film komedi romantis. Mana ada yang masuk akal?

  • Buku The Sisterhood of the Traveling Pants

    Waktu membaca bab pertama dari buku tulisan Ann Brashares ini saya langsung suka dengan ide ceritanya; empat orang sahabat perempuan yang belum pernah hidup berpisah semenjak lahir di sebuah kota kecil di Amerika Serikat harus berpisah saat liburan musim panas.

    Tibby yang pemurung tetap tinggal di kota itu dan bekerja paruh waktu di sebuah supermarker, Bridget yang atletis ikut sebuah camp sepakbola di California, Carmen si penulis yang sedikit dramatis pergi mengunjungi ayah kandungnya yang ternyata sudah mempersiapkan pernikahan dengan calon ibu tiri yang terlalu sempurna, dan Lena si gadis perasa pergi mengunjungi kakek neneknya di Santorini, Yunani.

    Lena Kaligaris di Santorini
    Lena Kaligaris di Santorini

    Kisah Lena inilah yang membuat saya mupeng banget pengen ke Santorini, tapi masih belum tahu kapan bisa kesampaian ke sana. Dua dari empat seri buku ini sudah di film-kan ke layar lebar, dan saya suka juga dengan versi filmnya.

  • Album TobaDream 3 – Viky Sianipar

    Saya suka banget dengan musik tradisional Indonesia. Seorang teman pernah membuka ipod saya dan reaksi pertamanya adalah mengernyit bingung lalu tertawa ngakak melihat ‘recently played’ list di sana. Isinya beberapa lagu Batak dan lagu-lagu Waljinah.

    “Lo ngerti bahasa Batak?” tanyanya.
    “Ya kalau yang pernah gw browsing artinya, ya ngerti sedikit-sedikit.” jawab saya jujur.

    Dari banyak pemusik Batak yang saya suka salah satunya adalah Viky Sianipar dengan album-album TobaDream-nya. Menurut saya, seharusnya di setiap musik tradisional yang ada di Indonesia, ada orang seperti Viky Sianipar ini.

    Di sebuah video di youtube channel-nya, Viky pernah bercerita tentang kejadian yang mengilhami dia menciptakan lagu Toba Dream Theme yang ada di album Toba Dream 3. Suatu hari saat Viky sedang pulang kampung ke Danau Toba, ia main ke sebuah tempat bernama Pusuk Buhit saat sunrise. Dan sinar matahari terbit di Pusuk Buhit yang jatuh menimpa reremputan di sanalah yang mengilhami terciptanya lagu Toba Dream Theme itu.

    Danau Toba
    Bang, pengen ke sini, Bang!

    Pas saya googling tentang Pusuk Buhit, OMG I wanna go there! *gamit lengan Abang*

Kamu pernah nggak sih kaya saya? Karena denger lagu, nonton film atau baca buku trus jadi pengen pergi ke suatu tempat?

28 Days Writing Challenge

Day 22: A movie, a book, or a song that inspire you to visit a place

Seorang teman menantang saya untuk melakukan 28-Days Writing Challenge di blog ini. Aturannya sederhana; setiap hari dia akan meberikan sebuah tema dan saya harus menulis sebuah tulisan pendek (tidak lebih dari 500 kata) dari tema tersebut.

Baca semua artikel 28-Days Writing Challenge!

About the author

Suka jalan-jalan dan bercerita.
2 Responses
  1. yuk ke Toba tahun ini!

    btw sisterhood… itu juga gak masuk akal, masa’ celananya bisa muat dengan pas ke semua cewek itu padahal ukuran badannya beda-beda banget… ahaahaha.. tapi yang penting lokasi ceritanya yaaaa

    1. Parahita Satiti

      Yuk!

      Iya, Bridget jangkung, Tibby-Lena masih mirip lah, kalau Carmen kan curvy banget!

      Eh, btw, Lena mirip lo ya, ke Santorini dan sketching, hehehe…

Leave a Reply