Ayam Goreng Mbah Cemplung

Cerita Sepotong Ayam Goreng Mbah Cemplung

Ayam goreng Ny. Suharti, Ayam goreng Mbok Berek, untuk kedua nama itu pasti sudah tidak asing lagi di telinga penggemar ayam goreng ‘gagrak’ Jawa.

Ayam kampung di goreng kering dengan topping kremesan tepung yang digoreng terpisah dari ayam, disajikan dengan sambal tomat matang yang cenderung manis. Bahkan sangking terkenalnya salah satu rumah makan ayam goreng tersebut, kita bisa dengan mudah menemukannya di ibukota.

Nah, kali ini saya diajak nyobain makan di warung ayam goreng enak banget, nge-hits lagi, dan untuk menuju ke warungnya adalah perjalanan tersendiri, lumayan jauh dari pusat kota Jogja, bo! Namanya, warung ayam goreng Mbah Cemplung.

Warung ayam goreng Mbah Cemplung ini terletak di Dukuh Sembungan, Desa Kasongan, Kecamatan Bangunjiwo, Kab. Bantul, DI Yogyakarta. Kasongan? Iya, dekat dengan pusat kerajinan gerabah nan terkenal itu. Tolong, jangan tanya saya arah menuju ke sana ya.. hihi, saya kan princess yang kesana kemari dianterin naik angkot, mana tahu saya arah.

Warung ayam goreng ini sebenernya udah ada sejak tahun 80-an, namun nge-hits lagi. Jam buka resminya dari jam 08.00 hingga 16.00, tapi sebaiknya jangan datang terlalu sore. Jika sedang laris, seringkali jam 14.00 sudah habis dan warungnya tutup.

Makan di warung ini menurut saya seperti makan di rumah mbah sendiri (tapi bayar); bangunan warungnya khas bangunan rumah Jawa di kampung-kampung. Pintu gebyok kayu, langit-langit rumah limasan tanpa eternit, lantai dari peluran semen, dan meja dan kursi makan kayu.

Suasana di Warung Ayam Goreng Mbah Cemplung
Suasana di Warung Ayam Goreng Mbah Cemplung

 

Apasih spesialnya Ayam Goreng Mbah Cemplung?

Menurut saya ada dua; ayam kampungnya yang empuknya pas, dan sambal hijau mentahnya yang pedes tapi ga nyelekit.

Ayam yang dipilih sebagai bahan baku adalah ayam dhere (ayam betina yang sudah dewasa, tapi belum pernah bertelur. Bisa dibilang ayam gadis kinyis-kinyis kaya saya, gitu), dan konon ayam-ayam tersebut tidak dikandangkan, tapi dibiarkan hidup bebas di kebun, biar banyak olahraga, jadi ototnya ga lembek.

Nah, soal sambalnya, ada dua sambal yang dihidangkan bersama si aya goreng; sambal mateng yang berwarna merah dan sambal mentah yang berwarna hijau.

Favorit saya yang sambal mentah, perpaduan antara cabai rawit yang kuning muda (bukan cabai lalap yang hijau tua), tomat hijau, dan sedikit kucuran jeruk nipis itu mantap banget berpadu dengan asin gurihnya ayam goreng.

Seporsi Ayam Goreng Mbah Cemplung
Seporsi Ayam Goreng Mbah Cemplung

Sayangnya di tempat Mbah Cemplung ini tidak menyediakan pilihan menu yang banyak. Buat kamu yang kurang suka makan garingan, alias harus ada kuah-kuahan pendamping harus sedikit kecewa. Menu pilihan yang lain cuma ada tahu-tempe bacem dan jerohan ayam goreng. Lalapan segar sih tersedia.

Harganya gimana?

Untuk ukuran ayam kampung goreng (dan dibandingin dengan ayam goreng Ny. Suharti), Ayam Goreng Mbah Cemplung ini teramat murah. Waktu itu kami memesan 4 potong ayam goreng, nasi 2 porsi, dan 2 gelas es jeruk, dan kami cuma harus membayar sekitar IDR 90.000.

Murah banget ‘kan?

Nah, kalau liburan ke Jogja, jangan lupa mampir nyobain ya, trus nanti cerita di kolom komentar gimana menurut kamu?

***

Note:
Saya mengunjungi warung ayam goreng Mbah Cemplung ini di tahun 2014, jadi harga belum update.

About the author

Suka jalan-jalan dan bercerita.

Leave a Reply