Natarajasana di Pantai Ciantir Sawarna

14 Tempat Cantik untuk Natarajasana

Berdiri tegak, perlahan telapak tangan kiri memegang pergelangan kaki kiri (bisa juga jempol kaki kiri), tangan kanan tegak lurus ke atas dan perlahan turunkan tangan kanan ke depan. Seimbangkan torso yang berayun ke depan dengan kaki yang terangkat ke atas. Jangan lupa ganti posisi kaki dengan yang kanan setelah 3 kali tarikan napas.

Voila! You did your first natarajasana or dancer pose!

Apa itu natarajasana?

Adalah salah satu asana/pose dalam yoga; membutuhkan keseimbangan, kekuatan kaki, dan stretching hampir seluruh otot bagian atas tubuh.

Ada banyak versi sebenarnya dalam asana ini, tergantung pada kemampuan, kelenturan, dan tingkat keseimbangan si yogi. Karena bentuk akhir dari pose ini mirip dengan gerakan arabesque dalam tarian balet, banyak yang menyebut asana ini dengan dancer-pose.

Sejak pertama kali belajar yoga, saya sudah jatuh cinta dengan natarajasana. Seperti cinta pada pandangan pertama, saya langsung “klik” begitu guru yoga memberi arahan singkat untuk pose ini. Dan seperti naksir-naksiran yang sebentar kemudian jadian, saya tidak menemukan kesulitan apapun ketika menarik otot paha ke belakang, mengangkat kaki, memutar lengan hingga bisa mengangkat kaki, dan menjaga keseimbangan agar tidak jatuh.

Ketika jalan-jalan, saya kerap minta tolong kepada teman jalan untuk mengambil gambar ketika saya berpose natarajasana. Terkadang fotonya saya share di soc-med dengan hastag #NatarajasanaDiManaSaja, tak jarang juga cuma berakhir di memori laptop.

Kebayangnya sih bikin foto kece kaya yogini-yogini di instagram gitu, namun apa daya kemampuan saya beryoga ga maju-maju karena sering males latihan. Dari sekian banyak koleksi foto pose natarajasana, ada 14 tempat yang saya nobatkan sebagai tempat paling cantik untuk ber-natarajasana:

 

  1. Candi Sukuh – Jawa Tengah

    Puncak Candi Sukuh berbentuk altar yang cukup lebar. Waktu saya main ke sana, ada sekelompok pemusik yang sedang shooting sebuah pementasan musik. Tak mau kalah, saya colongan ambil satu pose natarajasana di satu sudutnya.

    Baca ceritanya: Wisata Candi di Karanganyar dan Grojogan Jumog

    Natarajasana di Candi Sukuh Karanganyar
    Natarajasana di Candi Sukuh Karanganyar
  2. Danau Singkarak – Sumatera Barat

    Senja, langit sendu karena mendung, dan bebatuan di tepi danau. Tiga alasan bagi saya untuk segera mencari keseimbangan badan, mengangkat kaki kanan ke belakang tubuh, dan mencondongkan badan ke depan.

    Baca ceritanya: Nikmatnya sepotong senja di Danau Singkarak

    Natarajasana di Danau Singkarak
    Natarajasana di Danau Singkarak
  3. Galeri Nasional – DKI Jakarta

    Janjian untuk nonton pameran kartun sebuah studio asal Jepang di Galeri Nasional? Kenapa ga bikin pose kekanak-kanan dulu di depannya?

    Natarajasana di Galeri Nasional Jakarta
    Natarajasana di Galeri Nasional Jakarta
  4. Gunung Bromo – Jawa Timur

    Operator jip yang saya sewa mengenali saya pose avatar twitter yang saya pasang dan memaksa saya untuk berpose yang sama di Bromo. Padahal dengkul kanan lagi luka; ditekuk sakit, dijadiin kaki tumpuan pun senat-senut.

    Natarajasana di Gunung Bromo
    Natarajasana di Gunung Bromo

    Pose ga maksimal, ditambah long week end Bromo ramenya ampun-ampunan. Fotonya bocyooor, Cyin! Tapi, yang namanya Bromo yang tetep kece, gunungnya ya bukan pose saya…

    Baca ceritanya: Liburan ke Bromo pas long weekend

  5. Gunung Padang – Jawa Barat

    Akankah angin kencang di puncak bukit ini akan membawa saya terbang bersama si payung hijau

    Baca ceritanya: Menembus situs Gunung Padang

    Natarajasana Di Mana Saja: Gunung Padang
    Natarajasana Di Mana Saja: Gunung Padang
  6. Kampung Sampireun – Jawa Barat

    A yoga session with friends by the pond? Sure!

    Natarajasana di Kampung Sampireun Garut
    Natarajasana di Kampung Sampireun Garut
  7. Observatorium Bosscha – Jawa Barat

    Tempat yang pernah dijadikan lokasi syuting film Petualangan Sherina 15 tahun silam itu memang kece deh buat foto-foto. Atap bangunan disana kebanyakan berbentuk melengkung, atau seperti kubah, entah apa fungsinya. Saya memilih ber-natarajasana di sebuah tugu peringatan.

    Baca ceritanya: Gagal mengintip bintang di Observatorium Bosscha

    Natarajasana di Observatorium Bosscha
    Natarajasana di Observatorium Bosscha
  8. Pantai Ciantir – Banten

    Ini salah satu foto natarajasana favorit saya. Pantai Ciantir sore itu cantik banget, senjanya bersemu ungu, dan saya bisa dapat foto yang bebas pengunjung lainnya.

    Baca ceritanya: Liburan ke Sawarna, ini dia tempat wisata di Sawarna

    Natarajasana di Pantai Ciantir Sawarna
    Natarajasana di Pantai Ciantir Sawarna
  9. Pulau Pari – DKI Jakarta

    Pantai Pasir Perawan ini saya nobatkan sebagai pantai terbaik di pulau yang berpenduduk di Kepulauan Seribu. Kenapa? Karena pantainya bersih banget, setiap hari disapu sampah-sampahnya, fasilitasnya lengkap, penduduknya ramah, dan ya memang pantainya cantik banget.

    Baca juga: Pulau Pari, akhirnya kesini juga!

    Trip ke Pulau Pari
    Natarajasana Duluuu…
  10. Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango – Jawa Barat

    Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango itu luaaaas banget! Pintu masuknya aja ada 6, tersebar di 3 kabupaten; Bogor, Sukabumi dan Cianjur. Nah foto natarajasana saya yang ini diambil di Situgunung, Sukabumi.

    Natarajasana di Situ Gunung
    Ini salah satu natarajasana paling susah, karena si tukang foto maksa harus dapat siluet pohon-pohon di atas kepala, saya musti naik ke sebuah bangku besi yang ada di pinggiran legokan gitu. Kalau jatuh? ya paling jatuh ke hamparan rumput, 2 .5 meter dibawah bangku besi.

  11. Taman Nasional Tanjung Puting – Kalimantan Selatan

    Malam kedua di TN Tanjung Puting kami menginap di Pondok Ambung, sebuah desa kecil di pinggir Sungai Sekonyer. Ada dermaga yang cukup luas dan kokoh tempat kami menambatkan kelotok. Malam itu hanya kami dan satu kelotok kecil lain berisi seorang peneliti burung asal Perancis yang menambatkan diri di Pondok Ambung, otomatis dermaga itu seolah milik kami sendiri. Saya meminta Lionora, teman beryoga saya yang sekarang adalah certified yoga-teacher, untuk melatih kami beryoga.

    A yoga session on a pier, by the forrest. Lovely, isn’t it?

    Natarajasana di Tanjung Puting

  12. Curug 7 Cilember – Jawa Barat

    Tempat ini dikelola oleh PT Perhutani, dan nampaknya ini salah satu tempat paling rame di daerah Puncak. Konon ada 7 buah curug (air terjun) di sini. Jangan tanya saya foto-foto curugnya ya, wong saya juga belum pernah meng-explore semuanya. Dua kali berkunjung ke sana, saya hanya main ke air terjun yang paling bawah saja, yang paling mudah aksesnya.

    Tapi kalau sekedar foto natarajasan di Taman Kupu-Kupu yang ada di dekat area masuk, saya ada 😀

    Natarajasana di Cilember

  13. Tebing Kraton – Jawa Barat

    Nah, yang ini salah satu dancer pose yang paling berbahaya. Tebing Kraton kala itu (Oktober 2014) belum dipagar permanen seperti sekarang. Hanya dibatasi oleh pagar bambu tipis. Takut-takut saya naik ke atas sebuah batu dan mencoba ber-natarajasana di sana. Failed. I even couldn’t get my right feet straight.

    Natarajasana di Tebing Kraton
    Natarajasana di Tebing Kraton
  14. Candi Kethek – Jawa Tengah

    Berada satu komplek dengan Candi Cetho, candi mungil ini relatif lebih sepi pengunjung. Tempatnya sedikit terpencil, harus trekking ringan dulu sejauh kurang lebih 1.5 kilometer dari Candi Cetho. Dilihat sekilas banguan ini mirip dengan Candi Sukuh, hanya saja bentuknya lebih kecil dan tidak ada relief ataupun arca yang menghiasi bangunannya.

    Pose Natarajasana di Candi Kethek
    #NatarajasanaDimanaSaja Edisi Candi Kethek

 

Kamu punya pose atau angle andalan ga sih kalau foto? Kalau ada, bagi ceritanya di kolom komentar dong! 🙂

***

Postingan ini bagian dari postbar TBI #14on14, dibuat dalam rangka menyambut Valentine’s Day. Karena cinta dan kasih sayang tak hanya sebatas pada keluarga, sahabat, ataupun pacar. Saya memilih menulis tentang pose yoga saat traveling untuk menunjukkan kecintaan saya pada tubuh saya. I love my body, i will always keep it healthy. Namaste!

Baca postingan #140n14 lainnya di sini:

About the author

Suka jalan-jalan dan bercerita.
18 Responses
    1. Parahita Satiti

      Ahahaha.. Thank you, Kak Titiw!
      Aku jago natarajasana tapi payah (dan nyerah) kalo disuruh halasana. Perut buncit ini ga bisa bo’ong! 😀
      Payung hijau di foto no 5 bikin beda yaaaa…

    1. Parahita Satiti

      hahahaha… terimakasih untuk totalitasnya! 😀

      Itu kaki yang untuk tumpuan harus lurus, ga boleh bengkok! *guru yoga galak*

  1. Gilak no 10 the best!! Suka banget!! Mbok asoy ngambil anglenyah! Ayo GinukCatu kita jalan2 lg, kamu Natarajasana lagi, aku duduk di bawah aja ngeliatin. Hihihi.

    1. Parahita Satiti

      Simbok emang is the best lah kalo untuk motoin…

      Yuk, GinukDuwaaa.. kita jalan2 lagi, aku natarajasana, kamu tadasana dong (Mountain Pose).. 😀

  2. Ah, aku suka nih, keren dengan gaya yang sama di berbagai tempat. Backgroundnya juga kece2. Jadi timbul ide pengen belajar satu gaya yoga lalu foto dengan gaya itu dimana-mana.

Leave a Reply