Apaaaaa? Cuma punya waktu sehari di kota Bengkulu?! Ah, mana cukup untuk eksplor seluruh kotanya!

Sssssttt… tenang. Spot-spot menarik di kota Bengkulu bisa banget dikelilingi dalam satu hari saja, karena selain kota Bengkulu tidak terlalu luas, lalu lintas di dalam kotanya sendiri masih relatif lancar. Dari satu ujung kota ke ujung kota lainnya bisa lho ditempuh dalam waktu kurang dari 15 menit saja naik mobil. Jadi nggak perlu khawatir waktu yang hanya sehari di kota Bengkulu bakalan habis di jalan.

Dengan pengaturan waktu dan rute yang asik, dijamin kamu bisa memaksimalkan tempat yang ingin kamu eksplor di Bengkulu. Nih, kalau mau saya kasih contekan apa hal seru apa saja yang bisa kamu lakukan di Bengkulu!

  1. Belajar Sejarah Bencoolen di Museum Bengkulu

Pada masa pendudukan Inggris, Bengkulu dikenal dengan sebutan Bencoolen. Berbeda dengan wilayah Indonesia pada umumnya yang dijajah oleh pemerintah Hindia Belanda, Bengkulu dulunya berada di bawah kekuasaan bangsa Inggris. Sedangkan Belanda menguasai Malaka, Penang, dan daerah-daerah lainnya di sekitar semenanjung Melayu. Nah, melalui Anglo-Dutch Treaty of 1824, kedua penjajah tersebut sepakat untuk bertukar wilayah jajahan. Bengkulu (dan pulau-pulau yang sekarang kita sebut sebagai Propinsi Kepulauan Riau) masuk ke jajahan Belanda, sedangkan daerah semenanjung Melayu (sekarang Malaysia) dan Singapura jadi milik Inggris.

Minitaur Tabot

Miniatur Tabot; salah satu upacara adat yang ada di Bengkulu




 

Bilik Pengantin Koleksi Museum Bengkulu

Bilik Pengantin Koleksi Museum Bengkulu

Sejarah panjang Bengkulu bisa kamu lihat di Museum Bengkulu yang terletak di Jl Pembangunan No 8, Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Karena letaknya di pusat kota, kamu bisa  mengunjungi tempat ini paling awal. Kalau masih pagi, pengunjung museumnya kan masih sedikit, jadi enak kalau mau foto-foto koleksi museum ga akan ‘bocor’ gambarnya.

Rumah adat Enggano

Enggano ini nama sebuah pulau kecil yang jauhnya 12 jam naik kapal dari Bengkulu, Gaes!

Di Museum Bengkulu kamu bisa lihat tuh betapa kayanya budaya Bengkulu; propinsi terkecil di Pulau Sumatra yang hanya terdiri dari 9 kabupaten dan 1 kotamadya saja tapi juga punya 9 suku bangsa yang masing-masing punya budaya dan bahasa tersendiri. Keren banget, ya!

  1. Main air dan pasir di Pantai Panjang

Selesai lihat-lihat koleksi di Museum Bengkulu, saatnya beranjak ke ikon kota Bengkulu yang nge-hits banget; Pantai Panjang. Ini pantai beneran nggak tanggung-tanggung deh panjangnya, kurang lebih tujuh kilometer, bok! Kalau mau iseng menyusuri dengan jalan kaki, jogging atau sepedaan bisa, lho! Sebelahan sama pantai ini ada jalan raya yang bisa dipakai untuk sepedaan. Kalau kepanasan atau kecapean, bisa istirahat sebentar di warung-warung yang terdapat di sepanjang pantai.

main air di pantai panjang

Foto di ikon Pantai Panjang – checked!

Kalau saya sih, cukup puas dengan berfoto di spot ikon Pantai Panjang, trus main air dan pasir sebentar aja di pantai ini.

  1. Makan siang dengan menu seafood segar dan masakan khas Bengkulu di Marola Resto

Nah, habis panas-panasan main pasir di pantai, paling pas ya makan siang dengan menu seafood dan makanan khas Bengkulu di Resto Marola. Resto ini letaknya masih sederatan dengan Pantai Panjang, tepatnya di daerah Teluk Berala. Selain menu-menu seafood yang dijamin maknyuuus semua, di resto ini juga menyediakan aneka menu tradisional Bengkulu seperti; pendap (semacam pepes daun keladi yang diisi parutan kelapa dan ikan teri), gulai rebung, dan tentu saja masakan berbumbu tempoyak.

Pendap makanan khas bengkulu

Pendap, terbuat dari daun keladi yang diisi parutan kelapa dan ikan teri

sejenis gulai rebung

Sayur rebung ini sepertinya ‘wajib’ hadir di hidangan khas Bengkulu

Tempoyak adalah sejenis bumbu masak yang terbuat dari fermentasi durian. Biasnya dipakai untuk mengolah ikan, udang dan dibuat sambal. Di Resto Marola saya nyobain makan udang bumbu tempoyak untuk pertama kali, sayangnya setelah mencoba saya ternyata kurang suka aroma dan tekstur tempoyak.

But, hey…. maybe you’ll like it!

  1. Napak Tilas Masa Pengasingan Bung Karno

Tahun 1938,setelah menjalani pengasingan selama empat tahun di Ende, Bung Karno beserta istrinya Ibu Inggit Garnasih, dua putri angkatnya Ratna Djuami (Omi) dan Kartika Uteh diasingkan oleh pemerintah Hindia ke Bengkulu. Keluarga Bung Karno tinggal di sebuah rumah milik keluarga Tionghoa bernama Lion Bwe Seng yang saat ini terletak di Jl Soekarno Hatta, Bengkulu.

Rumah Bung Karno Bengkulu

Rumah Bung Karno Bengkulu

Kondisi rumah yang ditinggali Bung Karno dan keluarganya selama empat tahun masa pengasingan itu kondisinya masih terawat dengan baik hingga sekarang. Beberapa benda peninggalan Ir. Soekarno seperti koleksi buku bacaan, sepeda pinjaman yang sering dipakai Bung Karno berkeliling Bengkulu, meja kerja, tempat tidur dan kaca rias bisa kita lihat di sana.

rumah pengasingan bung karno

Di balik tembok ini adalah ruang kerja Bung Karno

  1. Ke Bengkulu Harus ke Rumah Ibu Fatmawati dong!

Rumah Ibu Fatmawati

Rumah Ibu Fatmawati

Lho, Ibu Fatmawati kan istrinya Bung Karno, kok rumahnya beda? Itu pertanyaan yang muncul di benak saya saat mendengar ada rumah Ibu Fatmawati di Bengkulu. Ternyata oh ternyata, ya karena semasa Bung Karno diasingkan di Bengkulu, mereka belum menikah.  Ibu Fatmawati menikah dengan Bung Karno pada tahun 1943, sesaat setelah Ibu Inggit Garnasih meminta cerai dari Bung Karno.

Ruang Tamu di Rumah Ibu Fatmawati, Bengkulu

Ruang Tamu di Rumah Ibu Fatmawati, Bengkulu

Di rumah yang terletak di daerah Ratu Samban ini selain tersimpan foto-foto bersejarah Ibu Fatmawati juga tersimpan mesin jahit yang dipakai oleh Ibu Fatmawati untuk menjahit bendera pusaka yang dikibarkan pada hari proklamasi bangsan Indonesia.

Foto rumah Ibu Fatmawati oleh: fahmianhar.com

  1. Foto OOTD di Fort Marlborough

Jaman sekarang apa artinya pergi liburan tanpa bikin foto-foto kece, kan? Tenang, Bengkulu punya Fort Marlborough yang bisa bikin foto-foto liburan kamu terlihat makin kece. Di benteng terluas se-Asia Tenggara yang pernah dibangun oleh pemerintah kolonial Inggris ini, setiap sudutnya bisa banget dipakai bikin foto yang oh-so-instagramable.

Benteng Marlborough

Benteng Marlborough

Buat kamu yang nggak suka bikin foto-foto kece tapi lebih suka belajar sejarah, di Fort Marlborough ada sebuah ruangan yang belum lama ini diresmikan sebagai museum. Di dalamnya terdapat sejarah masa pendudukan Inggris di Bengkulu, hingga sejarah dibangunnya benteng Marlborough ini.

Foto ala ala

Kamu bebas bergaya bak peserta ANTM di Fort Marlborough -Pic: Danan Wahyu

foto gaya yoga

Atau mau foto gaya pose yoga? Boleh! – Pic: Danan Wahyu

Tips: sisihkan waktu agak lama di Fort Marlborough karena tempat ini luaaaasss banget, sayang kalau nggak kamu eksplor semuanya.

  1. Belanja Oleh-Oleh di daerah Anggut Atas

Aneka Oleh-Oleh Khas Bengkulu

Aneka Oleh-Oleh Khas Bengkulu

Kain Besurek Bengkulu

Kain Besurek Bengkulu

Masih punya sisa waktu sebelum kembali ke kota asal? Sempatkan untuk mampir belanja oleh-oleh di daerah Anggut Atas. Banyak banget oleh-oleh khas Bengkulu yang bisa kamu beli. Kalau kamu tipe orang yang suka beli oleh-oleh berbentuk makanan, jangan lewatkan untuk membeli manisan terong dan tomat khas Bengkulu. Ada juga kue Bat Tat, aneka keripik ikan, sirup jeruk kalamansi, dan tak lupa tempoyak. Nah bagi yang lebih suka membeli oleh-oleh berbentuk barang, saya sarankan untuk membeli kain besurek; kain dengan motif huruf arab gundul khas Bengkulu. Harga selembar kain besurek ukuran 2 meter  (printing) berkisar antara IDR 60.000 hingga IDR 250.000, tergantung jenis kain yang digunakan. Sedangkan untuk kain besurek tulis, harganya sekitar IDR 700.000 sepasang (2 lembar kain ukuran panjang 2 meter).

Dua Gadis dengan Kain Besurek

Dua Gadis dengan Kain Besurek

Gimana? Seru kan jalan-jalan di Bengkulu? Meskipun cuma punya waktu sedikit, jangan khawatir ga dapet banyak hal yang bisa dilihat di Bengkulu. Dengan pengaturan waktu yang tepat, kamu bisa melalukan 7 hal seru ini saat liburan di Bengkulu.

Share: