#playnswim ibupenyu

Sebenarnya saya sudah bisa berenang, asalkan di kolam renang yang dalamnya tidak lebih dari 140 cm dan pakai gaya dada. Baru kalau kolamnya dalam (lantai ga bisa saya sentuh pakai ujung kaki) atau disuruh renang gaya bebas, saya mendingan pegangan erat-erat sama pinggiran kolam, deh.

Buat saya berenang gaya bebas itu terlalu rumit; kaki ga berhenti kicking, tangan juga ga berhenti diayun, belum lagi harus ambil napas sambil kepala dimiringin. Beda dengan berenang gaya dada. Saya merasa berenang gaya dada ini begitu santai; kaki kicking sampai habis daya luncurnya, baru tangan gerak mengayuh, tangan udah hampir selesai baru kepala keluar dari air untuk ambil napas. Gampang banget karena gerakannya satu per satu.

Masalahnya kalau snorkeling, gerakan kaki berenang gaya dada agak ribet kalau dipakai ya? Jadinya kan kaya tepuk tangan eh tepuk kaki pakai fins, hehehe. Karena merasa tidak menguasai gerakan kaki yang benar saat berenang pakai fins itulah, makanya saya ga pede snorkeling tanpa pelampung. Belum lagi kalau snorkeling kan seringnya ya di laut yang kedalamannya lebih dari 2 meter. Bayangan kaki saya ga akan bisa nyentuh dasar laut itu sumpah bikin deg-degan abis.

lumba-lumba

Bonus hari itu: ketemu lumba-lumba!

Itulah sebabnya keberadaan pelampung pas snorkeling itu wajib banget buat saya. Pelampungnya ga musti berbentuk life-vest, pelampung yang dipasang di lengan pun jadi. Kalaupun ada life-vest, saya juga jarang pakai, sih.. biasanya cuma saya pegang pakai tangan kiri aja. Yang penting ada pegangan untuk kepastian nggak bakal tenggelam, karena cukup hubungan percintaan aja yang nggak ada kepastian.




spot snorkeling

Spot snorkeling pertama di dekat Pulau Macan, saya masih belum berani pisah sama tribord.

Sampai beberapa waktu lalu saya nitip beli pelampung tribord (semacam sausages buoy/ pelampung berbentuk sosis, bisa dibeli di Decathlon) sama temen yang tinggal di KL. Si tribord ini di satu sisi bisa bikin saya makin nyaman untuk snorkeling, tapi di sisi lain ketergantungan saya akan pelampung jadi makin parah. Karena ada tribord, saya nggak terdorong untuk benerin cara berenang saya. Karena ada tribord, saya jadi ga belajar untuk ngatur napas yang efektif, kalaupun sampai gelagepan karena keselek air yang masuk lewat snorkel, kan tinggal pegangan erat sama tribord, lepas snorkel dari mulut dan nafas biasa lagi.

Sementara itu, Ibu Penyu, salah satu trip organizer yang sering bikin trip-trip snorkeling ke seluruh penjuru Indonesia, sering dibikin gemas sama peserta-peserta trip yang ga pede snorkeling karena nggak bisa berenang. Sementara kalau snorkeling-nya di pelosok Indonesia macam Kepulauan Togean atau Kepulauan Komodo gitu, nggak semua kapal punya life-vest.

Akhirnya Ibu Penyu bikinlah satu program trip bernama #playNswim, dimana para peserta trip akan diajarin berenang gaya bebas di kolam sebanyak 5 kali pertemuan, dan dibawa trip ke Kepulauan Seribu untuk nyobain snorkeling dan berenang di laut.

Dengan tekad “pokoknya saya musti bisa snorkeling tanpa pegangan sama pelampung apapun”, akhirnya saya putuskan untuk ikutan #playNswim. Saya dapet kelas barengan sama 1 temen, namanya Dian dengan pelatih Asyrof. Saya dan Dian masalahnya sama; kami kebanyakan mikir gimana caranya gerakan kaki, tangan, dan napas bisa sinkron.

Ketika Asyrof ngajarin kami untuk hanya ambil napas setelah 5 kali hitungan buang napas di dalam air, kami berdua kebingungan menghitung setelah hitungan 1,2,3 itu angka berapa.

Ketika Asyrof ngasih instruksi untuk hanya ambil napas ketika tangan kanan yang mengayuh, lalu di tengah kami berenang Asyrof bilang “kicking yang kuaat!”, buyar semua konsentrasi kami dan akhirnya ambil napas kanan-kiri karena panik. Entah berapa liter air kolam yang kami minum karena panik dan gelagepan.

*buang jauh-jauh pikiran air kolam renang itu terkontaminasi pipis banyak orang*

Di pertemuan terakhir di kolam kami diajari cara yang benar berenang dengan menggunakan fins dan mask plus snorkel. Karena pada dasarnya saya udah bisa pake alat-alat ini, ya saya tinggal membiasakan diri untuk ga pakai pelampung sama sekali. Gampang? Nggak juga. Tetep, beberapa kali saya gelagepan keselek air kolam, hahaha!

Ada satu momen yang bikin saya yakin omongan Vindhya (Ibu Penyu) dan Asyrof bahwa kunci biar nggak tenggelam adalah tetap tenang itu benar adanya; saya ngelepas fins dari kaki lalu mencoba diam mengapung dalam keadaan telungkup. Hanya mengandalkan nafas teratur dari snorkel saja dan ternyata bisa! Saya nggak tenggelam! Woohoo! *diem-diem joged*

Ketika tiba waktunya berangkat ke Kepulauan Seribu, jujur saya nervous banget.

“Ok di kolam lo bisa ngambang, tapi kan ini laut. Ada arus, ada ombak.”

“Ntar gimana kalau ternyata gelagepan?”

Kalimat-kalimat macam itu terus-terusan seliweran di kepala, sampai tiba waktunya turun di spot snorkeling yang pertama. Saya lompat dari kapal masih memeluk tribord. Ketika 3 teman yang lain masih belum berani turun, saya dan Laura (salah satu peserta trip juga) sudah keliling snorkeling. Laura lebih jago dari saya, dia sama sekali udah ga pakai pelampung. Melihat Laura yang udah berani lepas pelampung bikin saya termotivasi untuk ikutan sesekali melepas si tribord dari tangan.

swimming coach

Sama Gilang, coach yang nemenin ke Pulau

Di spot kedua baru lah saya berani benar-benar ga pakai pelampung sama sekali. Tribord saya biarkan dipakai teman. Pertama turun ga berani jauh-jauh dari kapal. Pelan-pelan lalu melipir agak jauh sedikit. Makin jauh, makin jauh. Lama-lama berani berenang di bagian laut yang dalam. Diem beberapa saat nggak gerak, cuma ngelihatin laut dalam yang warnanya biru gelap.

And I’m doing fine!

Saking senengnya, rasanya pengen nyobain duck dive. Tapi trus inget, saya belum bisa. Hahaha! Saya seneng banget akhirnya bisa dan berani lepas pelampung pas snorkeling. Bisa ngalahin rasa takut dalam diri sendiri itu sungguh menyenangkan. Rencananya saya akan terus latihan berenang sampai bener-bener merasa nyaman bisa berenang gaya bebas. Kalau bisa sih sampai menguasai duck dive. Terimakasih Ibu Penyu, Asyrof dan Gilang udah nemenin dan ngajarin renang!

sunset di pulau seribu

Sunset-nya bagus, semacam ngasih selamat akhirnya bisa lepas pelampung, haha!

Saya ga pengen jadi sok wise, tapi buat kamu yang pengen belajar berenang tapi masih ragu-ragu, please beranikan dirimu untuk mulai les renang. Karena selain renang itu salah satu survival skill yang penting banget untuk dikuasai, buat yang suka jalan-jalan ke pantai atau ikut snorkeling trip, sayang banget kan kalau jadi gagal snorkeling kalau nggak ada pelampung. Yuk, buruan beraniin belajar renang!

Share: