cara menuju lasem

Mungkin ada yang berpikir “yaelaaah, beginian aja ditulis jadi blogpost” ketika membaca postingan ini. Saya sendiri pun mikir gitu, kok. Tulisan sejenis ‘how to get there’ kok rasanya kurang menantang, pikir saya. Orang ‘kan bisa googling untuk mencari jawaban bagaimana caranya dari sini mau ke sana. Lalu saya mengembalikan pikiran itu ke masa saya merencanakan pergi ke Lasem seorang diri. Saya mem-whatsapp Fahmi Anhar untuk tanya cara menuju Lasem dari Jakarta jika saya naik kereta api via Semarang. Begitu pun ketika saya sudah di Lasem. Sedikitnya ada tiga orang teman yang japri saya lewat whatsapp, menanyakan bagaimana cara pergi ke Lasem secara mandiri.

Ini membuat saya berpikir, sebenarnya banyak yang ingin pergi ke Lasem, tapi keterbatasan informasi cara menuju ke kota ini membuat orang ragu untuk pergi.

Jadi untuk kamu yang tertarik jalan-jalan ke Lasem, saya akan berbagi alternatif sarana transportasi yang bisa kamu pilih untuk menuju ke sana. Pada dasarnya untuk mencapai Lasem dari Jakarta kita punya 2 alternatif; langsung atau transit dahulu di Semarang. berikut rincian alternatifnya:

  1. Langsung, naik bus malam Jakarta – Lasem

Kalau kamu nggak suka naik turun ganti kendaraan umum, bus malam dari Jakarta langsung menuju Lasem ini bisa jadi pilihan. Tinggal duduk (tidur) manis semalaman di bus, besok paginya udah sampai di Lasem. Setahu saya ada beberapa bus malam dari Jakarta yang berhenti di Lasem, antara lain PO Pahala Kencana dan PO Gunung Harta.

Karena saya kurang suka bepergian naik bus malam, saya belum pernah naik bus ini, jadi belum bisa ngasih rekomendasi bus malam mana yang lebih aman dan nyaman.




  1. Transit Semarang

Untuk menuju Lasem, masih dibutuhkan kira-kira 3 hingga 4 jam perjalanan darat. Dari Jakarta kamu bisa naik kereta api atau pesawat menuju Semarang, lalu dilanjutkan dengan alternatif:

a. Sewa mobil

Kalau kamu pergi berombongan kira-kira 4 hingga 6 orang dan kenyamanan menjadi prioritas kamu, menyewa mobil dari Semarang untuk menuju Lasem dan selama berkeliling di sana saya rasa bisa menjadi pilihan. Di Lasem sepertinya tidak ada angkutan umum yang melayani rute hingga masuk ke desa-desa, jadi menyewa mobil dari Semarang untuk sekalian blusukan di Lasem bisa jadi pilihan yang praktis.

Eh, pergi seorang diri bukan berarti ga boleh sewa mobil. Selama kamu punya uang untuk membayar sewa mobilnya, orang kaya mah bebaaaasss. Hehehe.

b. Naik bus rute Semarang – Surabaya

Alternatif ini, pas banget untuk yang pergi ke Lasem sendirian kaya saya kemarin, atau yang menginginkan pengeluaran lebih hemat dibanding sewa mobil. Dari terminal Terboyo, Semarang kamu bisa naik bus jurusan Surabaya dan bilang turun di Lasem. Ada dua jenis bus dari Semarang tujuan Surabaya yang lewat Lasem, bus ekonomi dan bus patas. Waktu saya ke Lasem kemarin berangkatnya saya naik bus patas (IDR 40.000 per orang, harga 25 Februari 2017)  dan pulangnya naik bus ekonomi (IDR 22.000 per orang, harga 26 Februari 2017).

Rekomendasi saya? Jelas bus patas! Harganya masih reasonable dengan kenyamanan yang saya dapatkan; ber-AC, penumpang tidak dijejalkan masuk sampai berdiri berhimpitan, dan sopirnya juga relatif lebih kalem saat mengemudikan kendaraan.

Tips: Kamu bisa nunggu bus di luar terminal Terboyo, tapi kalau ingin dapat tempat duduk yang nyaman, kamu bisa naik dari dalam terminal.

Hati-hati dengan calo, ya! Saya kemarin sempet iseng nanggepin calo di terminal Terboyo, pengen tahu aja mereka nawarin harga berapa. Fahmi ngasih tau saya kalau bus ekonomi ke Lasem itu tarifnya sekitar IDR 20.000- IDR 25.000, dengan patokan harga itu, saya kira-kira tarif bus patas sekitar dua kali lipatnya.

Tau ga calo itu nawarin saya harga berapa? IDR 95.000! Tentu saja saya langsung melengos yuk daaadah babaaay dan bilang sama si Mas Calo: sangu kula mboten cekap, Mas!

c. Naik travel

Guide saya di Lasem sempat memberikan alternatif naik travel untuk pulang dari Lasem menuju Semarang, namun sayangnya setelah kami cek ternyata waktu keberangkatan dari Lasem paling akhir pukul 14.00 WIB.

Karena alasan fleksibilitas jadwal itu lah saya kurang menyarankan alternatif transportasi ini untuk menuju dan pulang dari Lasem. Namun kalau kamu memang pengen pergi naik travel dari Semarang ke Lasem, silakan saja. Ada travel Bintang Raya dan Universal yang bisa dijadikan pilihan. Tarif travelnya bervariasi antara IDR 70.000 hingga IDR 150.000 per orang.

Ketika sampai di Lasem, saya terpesona oleh keunikan yang ditawarkan sebuah kota kecamatan kecil di pesisir utara Kabupaten Rembang ini. Rumah-rumah pecinan tua di Desa Karangturi, workshop-workshop batik tulis, sisa-sisa peninggalan pabrik tegel Lie Thiam Kwie, Klenteng Cu An Kiong dan Rumah Lawang Ombo yang menyimpan begitu banyak misteri peredaran candu di awal abad ke-20, hingga pohon trembesi raksasa di Desa Babagan yang membuat saya ternganga.

Saya berharap tulisan ini bisa membantu orang-orang yang ingin mengunjungi Lasem dan melihat keunikan-keunikan yang saya sebutkan di atas, namun masih bingung caranya pergi ke sana dengan kendaraan umum. Jangan ragu lagi untuk pergi ke Lasem, ayo dolan Lasem!

Pssst! Kalau kamu butuh guide buat nemenin selama jalan-jalan di Lasem, sewa mobil, nyariin homestay, dll, saya punya rekomendasi. Silakan tinggalkan komen di bawah, nanti saya email rekomendasinya.

Share: