pantai timang

Day 23: Best Beach Experience

“It’s so beautiful here, I forgot already about six hours we spent to get here!” Patty, teman asal Belanda yang baru saya kenal semalam di Yogyakarta BnB berkata saat kami berdiri di salah sudut tebing Pantai Timang.

Saya tersenyum mendengar perkataannya. Nampaknya libur panjang akhir pekan di tahun baru memang bukan waktu yang tepat untuk mengunjungi rangkaian pantai-pantai di Gunung Kidul. Tiga tahun belakangan ini rasanya setiap long week end Jogjakarta akan kebanjiran turis, terutama wisatawan domestik. Macet di pusat kota dan jalan-jalan menuju pantai sudah menjadi hal biasa. Saya, mencoba memahami bahwa semua orang juga butuh liburan, berusaha tidak mengeluh dengan kemacetan yang harus kami hadapi sepanjang jalan tadi.

“Let’s take a picture over there.” saya mengajak Patty untuk berfoto di sudut lain tebing Pantai Timang.

foto di pantai Timang

Patty di salah satu sudut tebing Pantai Timang

Pantai Timang di Gunung Kidul ini beberapa tahun terakhir sangat booming di social media dengan postingan orang-orang menyeberang dari tebing di Pantai Timang ke sebuah pulau karang kecil dengan menggunakan sebuah gondola tradisional.




Awalnya gondola itu hanyalah digunakan oleh para nelayan setempat sebagai sarana transportasi saat memancing lobster di pulau karang itu. Lama kelamaan ada wisatawan yang ingin mencoba menyeberang. Ketika akhirnya demam naik gondola di Pantai Timang, para nelayan itu sepakat untuk mengelola penyeberangan gondola ini untuk tujuan pariwisata.

Gondola yang dipakai untuk menyeberang itu dibuat dengan sangat sederhana. Jangan dibayangkan mirip dengan gondola yang dipakai pekerja gedung untuk membersihkan kaca jendela gedung-gedung bertingkat, ya!

Tidak ada tambang baja dan peralatan safety lainnya. ‘Jalur’ lintasan gondola terbuat dari tali tambang biru berdiameter kurang lebih 2 cm yang dibentangkan dari ujung tebing ke ujung tebing di pulau seberang, di setiap ujung terdapat kayu-kayu yang dipancangkan sebagai ‘stasiun’ keberangkatan dan akhir. Kotak kayu berukuran kurang lebih 1 x 1 x 1.5 meter dengan sebuah bangku kayu di dalamya berfungsi sebagai gondola. Di setiap sudut luar gondala terdapat roda kecil atau katrol yang berfungsi sebagai penggerak gondola. Roda-roda tersebut menempel pada tali-tali tambang yang terbentang. Di setiap ‘stasiun’ ada tiga pria dewasa yang bertugas menarik dan menahan gondola agar tetap berjalan dengan kecepatan yang aman di atas lintasan.

ombak pantai timang

Kalau beruntung, deburan ombak seperti ini akan menghiasi gondola ride di Pantai Timang

Waktu melihat orang lain naik di atas gondola, rasanya lumayan menyeramkan. Kamu harus duduk di sebuah kotak kayu, badanmu tidak diikat tali apapun, tidak dilindungi oleh apapun selain kotak kayu itu. Tidak juga oleh sepotong baju pelampung, jika -God forbids- kotak kayu itu entah bagaimana jatuh ke lautan dengan ombak yang menderu menghantam karang.

Saya, Patty, Erma, Kristy, dan Miwa bergantian saling berpandangan setiap kali ada orang yang menyeberang dan berteriak sepanjang lintasan gondola. Kami semakin excited menunggu giliran.

Patty mendapat giliran pertama. Gadis asal Belanda yang baru saja menyelesaikan 10 bulan Working Holiday Visa di Australia itu dengan tenang masuk ke dalam kotak gondola, entah beneran tenang, entah mencoba tenang. Ia memasang action-cam di pergelangan tangan, lalu memberi aba-aba ketika sudah siap meluncur. Mas-mas yang bertugas mengulur tali melepaskan kait gondola, dan meluncurlah Patty menuju pulau karang. Saya semakin deg-degan menunggu giliran. Gondola yang tadi membawa Patty sudah kembali dengan penumpang lain dan saya pun bersiap naik.

Tepat ketika saya duduk dan berkata ‘siap’, mas penjaga gondola pun melepaskan kaitan dan saya meluncur melintasi lautan. Awalnya memang terasa menakutkan, but after a few second i pretty enjoy the ride. It was exciting! Tidak seseram yang saya bayangkan ketika mengantri tadi.

Kalau mau lihat video gondola ride ini, silakan buka di youtube channel saya

“How was it?” tanya Patty saat menunggu saya turun dari gondola.

“At first, I was scared. But after a few seconds, it’s not as scary as I thought before.” saya menjawab sambil keluar dari gondola.

pengalaman naik gondola di pantai timang

best beach experience!

Pantai berpasir putih ada banyak di Indonesia, tapi  yang bisa memberikan sensasi deg-degan bagi saya saat mengunjunginya mungkin baru gondola ride di Pantai Timang.

[Seorang teman menantang saya untuk melakukan 28-Days Writing Challenge di blog ini. Aturannya sederhana; setiap hari dia akan meberikan sebuah tema dan saya harus menulis sebuah tulisan pendek (tidak lebih dari 500 kata) dari tema tersebut]

Share: