Day 21: Three Biggest Fear You Face When Traveling

Dulu, setiap kali bawa tas ransel besar ke kantor di hari Jumat atau menjelang long week-end, beberapa teman kantor pasti akan iseng nanya; Mau kemana? Sama siapa? Ketika saya jawab ‘Mau ke XYZ, sendirian.’ mereka biasanya akan lanjut bertanya ‘Lo berani pergi sendirian?’

Saya bukannya orang yang nggak punya rasa takut, tapi sepanjang saya seneng pergi jalan-jalan rasanya sih belum pernah nemuin hal-hal yang bikin traveling sendirian jadi menakutkan.

Teman-teman kantor yang mengkhawatirkan saya pergi kemana-mana sendirian mungkin kebanyakan ‘dicekokin’ konsep bahwa dunia di luar sana tuh nggak aman. Padahal pada kenyataannya dunia nggak seserem itu, kok!

Bukannya tidak pernah mengalami hal yang kurang menyenangkan pas jalan-jalan. Saya pernah dua kali mengalami kasus pelecehan seksual saat traveling. Pernah juga apes jatuh ke sebuah aliran sungai yang lumayan deras pas trekking di Cunca Wulang, Flores.

Tapi ya saya pikir, hal semacam itu ga cuma bisa terjadi kalau kita pergi keluar dari rumah. Saat kita diam di dalam rumah pun, pelecehan seksual dan jatuh itu bisa kejadian.

Jadi buat apa takut? Intinya selama kita tetap memakai akal sehat, kayanya sih bakal aman-aman aja di manapun.

Meskipun begitu, ada 3 hal yang kadang bikin saya khawatir kalau lagi jalan sendirian. Bukan kekhawatiran yang bikin saya maju-mundur-pergi-nggak-pergi-nggak, tapi lebih bikin saya semakin hati-hati, yaitu:

  1. Takut kehilangan barang penting, misalnya paspor, dompet, handphone, kamera. Kalau untuk paspor sebisa mungkin saya simpan di tempat yang mepet badan. Kalau ada tas yang nempel badan dan selalu menyimpan scan-an paspor di email sendiri juga mengirimkan ke email anggota keluarga yang terpercaya. Kalau barang-barang lainnya, ga ada trik lain, sebisa mungkin diawasin dan hati-hati aja.
  2. Takut sakit. Sakit pas di jalan itu nggak enak banget. Saya pernah ngalamin pas pergi ke Karimunjawa tahun 2008 dulu. Pas berangkat rasanya badan saya udah mulai greges-greges nggak enak, tapi saya maksain pergi. Pulang dari Karimunjawa demam thypoid saya kambuh. Terpaksa bed rest hampir 2 minggu, deh. Saran saya, kalau udah merasa ga enak badan ya nggak usah maksain jalan-jalan. Tempat wisata nggak akan pergi kemana, kalau kesehatan badan cuma bisa kita sendiri yang jaga.
  3. Physical Challenges. Seumur hidup saya nggak pernah punya badan yang atletis, atau kemampuan olahraga yang di atas rata. Badan saya dari dulu ya nduth-nduth lucu begini. Tapi saya suka kegiatan outdoor. Sering kali ketika saya lagi jalan kaki keluar masuk hutan, atau di pas dikerek turun di Tebing Parang di tengah guyuran hujan, atau saat terombang-ambing di tengah badai di lautan Ujung Kulon, saya mikir juga sih; what the hell am I doing? Terkadang berpikir bahwa kita akan baik-baik saja, akan beneran bikin kita baik-baik saja.

Akhir pekan ini saya kalau jadi mau jalan-jalan ke Lasem, Rembang. Setelah sekian lama, perjalanan ke Lasem ini akan jadi perjalanan seorang diri saya lagi. Yang bikin saya agak senewen siang tadi, saya baru ingat kalau saya belum ngabarin guide lokal yang akan nemenin saya di sana, untuk memastikan pesanan penginapan dan lain-lain.

Saya berani kemana-mana sendirian, tapi bagi saya tahu di mana saya tidur selama di sana kalau bisa ya dipastikan sebelum berangkat.

Kalau kamu, punya ketakutan apa sebelum pergi traveling?

[Seorang teman menantang saya untuk melakukan 28-Days Writing Challenge di blog ini. Aturannya sederhana; setiap hari dia akan meberikan sebuah tema dan saya harus menulis sebuah tulisan pendek (tidak lebih dari 500 kata) dari tema tersebut]

Share: