Tidak banyak kota di Indonesia yang mempunyai gelaran acara karnaval nan spektakuler. Namun dalam satu dekade terakhir ini mulai ada beberapa kota yang rutin menyelenggarakan karnaval, salah satunya adalah Kota Semarang. Semarang Night Carnival, acara  yang mulai rutin diselenggarakan sejak tahun 2011 itu kini sudah memasuki tahun ke enam.

Saya merasa beruntung mendapatkan undangan dari Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS) untuk mengikuti acara Familiarization Trip (FamTrip) Blogger dari tanggal 6 hingga 8 Mei 2016 kemarin, yang puncak acaranya adalah menyaksikan Semarang Night Carnival 2016.

Walikota Semarang Membuka Semarang Night Carnival 2016

Walikota Semarang Membuka Semarang Night Carnival 2016

Ups, nggak cuma menyaksikan, lho! Kami diberi kehormatan bisa duduk di depan panggung Semarang Night Carnival 2016, dan diucapi terimakasih oleh Pak Walikota Semarang, Bapak Hendrar Prihadi karena telah ikut ambil bagian membuat #SemarangHebat menjadi trending topic.

Semarang Night Carnival 2016 mengusung tema Fantasi Warak Ngendok. Warak sendiri adalah “hewan” lambang kota Semarang, kepalanya berbentuk naga, badannya bouraq, dan kakinya kaki kambing. Warak adalah perlambang kerukunan tiga etnis yang ada di Kota Semarang; Cina, Arab, dan Jawa.




Defile Warak Ngendok

Defile Warak Ngendok

Kata “warak” diambil dari Bahasa Arab yang berarti suci, dan “ngendok” dari Bahasa Jawa yang berarti bertelur. Barangsiapa yang selalu berpikiran dan bertingkahlaku suci, maka ia akan akan memperoleh hasil (pahala), begitulah kira makna filosofis yang terkandung di dalam istilah “Warak Ngendok”.

Marching Band Taruna PIP

Marching Band Taruna PIP

Pawai Semarang Night Carnival dibuka dengan penampilan marching band Corps Gema Perwira Samudra Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP). Mereka membawakan kurang lebih 5 buah lagi di depan panggung dengan dibarengi beberapa atraksi yang seru banget. Dari mulai drum-major yang naik ke tumpukan drum, atraksi menggigit drum, sampai formasi kayang membentuk kelopak bunga. Gerimis yang sempat turun tidak membuat penampilan mereka melempem.

Marching Band Taruna PIP

Marching Band Taruna PIP

Penampilan selanjutnya adalah patung Warak Ngendok yang ditandu oleh 4 penari, melakukan atraksi di depan panggung Bapak Walikota. Diikuti oleh defile history of SNC, yang berisi lima buah kostum yang sudah pernah dibawakan pada SNC tahun 2011 hingga 2015.

Defile History

Defile History

Puncak acara adalah 5 defile yang terinspirasi oleh Warak Ngendok; defile tanduk ungu, defile gigi hijau, defile lidah api merah, defile sisik kuning, dan defile harmoni biru. Setiap kelompok defile berisi sejumlah penari yang memakai kostum extravaganza, terbuat dari berbagai macam elemen alam; rotan, bambu, bunga, biji-bijian, beberapa kostum juga ada yang memakai lampu-lampu kecil. Mereka menari-nari disepanjang karpet merah yang terbentang dari depan Gedung Marba hingga berakhir di depan Kantor Pos (Titik 0 Km).

Defile Kuning

Defile Kuning

Defile Harmoni Biru

Defile Harmoni Biru

Fantasi Warak Ngendok

Fantasi Warak Ngendok

Bagian favorit saya ketika defile sisik kuning. Saya merasa kelompok ini yang koreografi dan blocking penarinya paling ok. Defile kelompok lain juga seru, hanya saja masih ada beberapa penari yang seperti malu-malu tersenyum gitu. Parade SNC 2016 ditutup dengan defile dari kabupaten tetangga, Jepara, yang mengirimkan rombongan khusus bertema ” Eksotika Jungpara”.

Defile Eksotika Jungpara

Defile Eksotika Jungpara

Defile Eksotika Jungpara

Defile Eksotika Jungpara

Pengalaman sekali melihat Semarang Night Carnival ini bikin pengen bisa kembali lagi ke Semarang tahun depan. Mau banget  lihat serunya Semarang Night Carnival 2017!

Share: