Rasa penasaran akan hutan mangrove lah yang membawa saya, seorang Agasel -anak gaul [Jakarta] selatan- sejati, jauh-jauh pergi main sampai ke Pantai Indah Kapuk. Gimana ga penasaran, kalau tempat ini sering dibicarakan di sosmed sebagai “tempat yang mengenakan tiket masuk satu juta rupiah untuk semua jenis kamera, kecuali kamera handphone

Bok, sebagus apa sih tempatnya sampai meminta tiket masuk semahal itu untuk sebuah kamera?

Rawa Bakau

Rawa Bakau di Taman Wisata Alam Mangrove

Untuk menuju Taman Wisata Alam Mangrove PIK, bisa naik bus Kopaja AC dari halte TJ Monas. Hari itu, kebetulan saya pergi berlima dengan teman-teman, dan kami sepakat untuk sharing tumpangan Uber. Dari meeting point kami di fX mall, kami hanya perlu membayar sekitar IDR 75.000  saja untuk sampai ke Taman Wisata Alam Mangrove PIK. Patungan IDR 15.000/orang umayan ok-lah jika dibandingkan harus nunggu Kopaja AC cukup lama di halte TJ Monas.

Di pintu masuk Taman Wisata Alam Mangrove PIK kami langsung diminta membayar tiket masuk IDR 25.000/orang plus mobil IDR 10.000. Sedihnya pas sudah sampai di rumah malam hari, saya baru memeriksa tiket masuk yang diberikan. Kami hanya diberi 2 (dua) lembar tiket untuk 5 (lima) tiket yang kami bayarkan. Modus seperti ini sepertinya biasa ya terjadi di tempat wisata di Indonesia.




Camp Fire Area

Area Api Unggun di Taman Wisata Alam Mangrove PIK

Selepas gerbang masuk, kami tiba di gerbang kedua yang berfungsi sebagai pos pemeriksaan tas dan lapangan parkir. Di sini kami hanya ditanya apakah ada yang membawa kamera. Jika kamu terlanjur membawa kamera, silakan titipkan kamera di sini, daripada kena charge IDR 1.000.000 kalau ketahuan foto-foto pakai kamera tanpa ijin di dalam.

Apa aja sih yang bisa dilakuin di Taman Wisata Alam Mangrove PIK? Foto-foto, menelusuri jembatan kayu diantara hutan mangrove, mengamati burung, nyewa kapal keliling rawa bakau. Well basically, laid back and enjoy the wind and scenery, I think.

 

Menyusuri hutan mangrove PIK

Menyusuri hutan mangrove PIK

Berikut beberapa tips dari saya kalau kamu mau main ke Taman Wisata Alam Mangrove PIK:

  1. Datanglah pagi hari, atau sore hari sekalian. Hindari datang di tengah hari, karena matahari di tempat ini bisa luar biasa terik. Jam buka Taman Wisata Alam Mangrove adalah jam 08.00 – 18.00.
  2. Jika terpaksa datang di siang hari, jangan lupa gunakan sunblock, topi, atau payung untuk melindungi tubuh dari sengatan sinar matahari.
  3. Kenakan pakaian yang nyaman, menyerap keringat, dan berwarna terang. Warna terang selain kece saat difoto, tidak gerah, juga tidak menarik perhatian nyamuk.
  4. Kalau kamu tipe orang yang gampang digigit nyamuk, pakailah lotion anti nyamuk.
  5. Di Taman Wisata Alam Mangrove PIK hanya ada 1 kantin penjual makanan. Selain harganya relatif mahal, jenis makanan yang dijual pun hanya sedikit. Sebaiknya bawalah bekal makanan sendiri, tapi tetap jaga kebersihan ya!
Dermaga di PIK

Dermaga untuk ngelamun sore-sore

Setelah mengunjungi tempat ini, sedikit banyak saya mengerti mengapa pengelola menerapkan biaya masuk yang “gila” untuk kamera. Saya pikir, ini terkait dengan fungsi tempat ini, selain untuk tempat wisata, hutan mangrove juga berfungsi sebagai habitat berbagai makhluk hidup. Menerapkan tiket kamera yang mahal, mungkin salah satu upaya pencegahan membludaknya pengunjung yang sekedar ingin foto-foto, lalu merusak tempat ini.

Buat kamu yang ingin nyoba tempat wisata yang tidak biasa di Jakarta, Taman Wisata Alam Mangrove PIK ini bisa kamu jadikan alternatif pilihan.

Rawa PIK

Sesekali nampang di blog sendiri boleh ya?

Share: