Ajakan nonton Konser Radio Hits datang dadakan dari Mbak Terry Endroputro. Deskripsi singkat melalui pesan whatsapp: konser biola kolaborasi dengan pemain-pemain musik wayang orang Bharata, sudah cukup membuat saya menganggukkan kepala.

Silakan sebut saya katro ataupun kuno, kenyataannya saya orang yang lebih bisa ngakak kepingkel-pingkel kalau nonton wayang orang, ketoprak, ludruk dan sebagainya dibandingkan saat disuguhi stand-up comedy.ย Well, mungkin saya termasuk orang yang males mikir kalau urusan lawakan, dan musik, dan film. Atau mungkin ini hanya masalah selera.

Anyway, Konser Radio Hits yang diadakan kemarin malam (16 Januari 2016) di Teater Kecil – Taman Ismail Marzuki adalah konser tunggal violin Mohamad Nurjaman (Kang Jaman), diiringi dengan gamelan jawa yang tergabung dalam EJa’C (Ethnic Java Collaboration) dan band Gatot Kies and Friends.

Konser dibuka dengan kemunculan Kang Jaman yang mengenakan kostum wayang orang Gatotkaca dan menari diiringi lagu “Radio Hits”, di bagian ini saya sudah dibuat terkesima dengan suara ketiga sinden yang begitu powerful. Di susul dengan lagu yang jika tidak salah berjudul “Rawa Pening”. Lalu dilanjutkan dengan obrolan pendek antara Kang Jaman dengan Bagong, tentang ketidakpercayaan mereka sendiri bahwa konser ini nyata terjadi.




Buat saya yang fasih berbahasa Jawa (dan menyukai guyonan a la wayang orang/ketoprak) saya sangat menikmati lawakan di antara jeda setiap lagu. Ya, selain memainkan gamelan jawa, para pemain gamelan yang berdandan seperti beberapa tokoh wayang pun sesekali melawak. Petruk dan Bagong kompak ngerjain Gareng sampai marah. Gareng ‘menganiaya’ Sengkuni. Petruk memimpin barisan pemain musik yang tidak kunjung rapi. Hingga Gareng yang ganti meledek Burisrawa.

Bagong, Petruk, Gareng dan Gatotkaca

Bagong, Petruk, Gareng dan Gatotkaca

Guyonan-guyonan itulah yang membuat jeda antar lagu tidak membosankan. Layaknya radio yang memutar berbagai genre musik, Konser Radio Hits-nya Kang Jaman ini pun memainkan berbagai jenis lagu, mulai dari lagu campursari berjudul Rawa Pening, lagu nasional Tanah Airku, lagu pop seperti Viva La Vida (Coldplay), Cry Me A River (Justin Timberlake), Thousand Years (Christina Perry), lagu EDM milik David Guetta (Titanium), lagu klasik Last Carnival, hingga lagu slow-rock macam Sweet Child O’Mine.

Ada satu lagu ciptaan Kang Jaman sendiri yang dimainkan, yaitu Million Faces (Seribu Wajah Sinta). Lagu ini sedianya akan dimainkan pada konser Kang Jaman pada Hari Ibu yang lalu. Sayangnya konser tersebut karena satu dan lain hal terpaksa batal.

Seluruh Pendukung Acara Radio Hits

Seluruh Pendukung Acara Radio Hits

Tanpa terasa 1.5 jam saya dihibur dengan kolaborasi alunan suara biola, gamelan jawa, dan iringan band modern. Konser Radio Hits pun ditutup dengan jammin’ session antara para pemain instrument selama lebih dari 12 menit. Saya berharap, mudah-mudahan akan ada lagi konser sejenis yang mampu menggabungkan musik modern dengan alat musik tradisional. Jika kali ini giliran gamelan jawa, siapa tahu berikutnya giliran Sasando dari Pulau Rote, Gondang Sembilan dari Sumatera Utara, atau mungkin Kolintang dari Minahasa?

Share: