Saya sangat menikmati berada di sebuah Klenteng. Perpaduan sebuah bangunan dengan warna-warni yang meriah, umumnya merah, dengan detil ukiran yang rumit namun sangat rapi, selalu bisa membuat saya berdecak kagum. Aroma dupa yang menyebar bersama asap tipis menyeruak masuk ke hidung, terkadang membuat tercekat ketika makin banyak umat yang berdoa.

Hilir mudik umat berdoa dari satu bagian menuju bagian lain. Bergantian dengan sebagian umat lain yang membuka kertas ramalan. Ada pula yang menerbangkan sekandang burung pipit di halaman. Di waktu-waktu tertentu ada upacara ‘bakar celengan’; menghantarkan persembahan bagi para leluhur.

Namun tak jarang juga saya mendapati kelenteng sepi sunyi, hanya dijaga seorang bapak tua. Namun tetap, ia dengan ramah mempersilakan saya masuk untuk mengambil beberapa gambar.

“Silakan… silakan! Jika mau silakan berdoa, ini rumah semua agama.” ujarnya sambil tersenyum.

Tak banyak penjaga rumah ibadah yang akan menyebutkan kalimat semacam itu. Dari semua rumah ibadah, mungkin memang kelenteng yang paling sedikit menaruh prasangka pada pengunjungnya. Mungkin.




Mungkin ini ada kaitannya dengan kebijakan di era Orde Baru; hanya ada 5 agama yang diakui di negara ini. Kebijakan yang ‘memaksa’ penganut agama Budha ‘berbagi’ tempat ibadah dengan penganut Konghucu. Padahal Klenteng dan Vihara adalah dua rumah ibadah yang berbeda.

Salah satu Klenteng yang meninggalkan kesan sangat dalam adalah Klenteng Sin Hin Kiong di Padang. Begitu berkesan hingga saya mengunjunginya dua kali, malam dan siang hari:

Kelenteng Sin Hin Kiong Padang

Kelenteng Sin Hin Kiong Padang

Kelenteng Sin Hin Kiong

Kelenteng Sin Hin Kiong

Ada juga Klenteng yang saya datangi tanpa sengaja; ketika saya sedang berjalan menuju tempat lain, ternyata melewati tempat ibadah itu. Tentu saja saya mampir!

Klenteng di Cirebon ini tidak sengaja saya dan Bulan lewati ketika kami menuju Istana Kasepuhan.

Kelenteng di Cirebon

Klenteng di Cirebon

Sedangkan yang berikut ini, kami sedang jajan nasi liwet di Pasar Gedhe, Solo, ketika tidak sengaja melihat bangunan merah nan meriah dengan lampion-lampion di teras depannya.

Tempat Ibadah Tidharma Tien Kok Sie Solo

Tempat Ibadah Tidharma Tien Kok Sie Solo

Waktu main ke Penang, Malaysia, kami tidak melewatkan kesempatan main ke Klenteng (atau di sana di sebut Temple). Ya, di sana Klenteng-nya bagus-bagus!

Hock Teik Cheng Sin Temple

Hock Teik Cheng Sin Temple

Bahkan sebuah ‘rumah’ pun bisa mempunyai temple yang super cantik!

Klenteng di Penang

Klenteng di Penang

Bulan Maret lalu, saya patah hati membaca berita sebuah Klenteng di Jakarta habis dilalap api. Setelah tahun lalu saya cuma bisa mengambil gambar dari luar bangunan Klenteng, kali ini saya hanya bisa mem-foto sisa-sisa kayu yang menghitam saja.

Vihara Dharma Bhakti Jakarta

Vihara Dharma Bhakti Jakarta

Share: