I love shopping! Well, who doesn’t? *apalagi kalau belanjanya dibekelin kartu debit lengkap dengan PIN-nya, dan ga ditemenin*

Di Jakarta, tempat favorit saya untuk berbelanja itu Thamrin City. Barang yang saya beli di sana kebanyakan sih kain batik, untuk saya jahit jadi baju kerja sehari-hari. Kalau kebanyakan orang hanya pakai batik pas hari Jumat, saya bisa seminggu penuh pakai batik.

aksesoris galeri smesco

Sebagian koleksi aksesoris di Galeri Indonesia WOW!

Selain karena memang suka dengan motif batik, ada alasan tertentu kenapa saya hampir tiap hari pakai batik; saya penyuka terusan berpotongan sederhana untuk pakaian kerja, sementara menemukan baju kerja yang enak dipakai di badan yang petite-chubby ini, sekaligus ramah di kantong, bukan perkara mudah. Nah, motif batik yang cenderung ramai, pas banget dibikin baju berpotongan sederhana yang saya suka.

Sering saya menjerit dalam hati ketika window-shopping di mall. “Ih, blus bahan chiffon biasa aja gini doang harganya seperempat juta!” *gemeteran balikin hanger ke rak* Sementara kalau saya jahit, selembar kain batik ukuran 240 x 115 cm itu bisa jadi 1 buah terusan selutut lengan pendek, atau 2 buah blus lengan pendek, atau 1 blus lengan pendek dan 1 rok span. Ongkos jahitnya bervariasi antara IDR 80.000 (blus/rok) hingga IDR 120.000 (dress). Harga kainnya sih ya tinggal sesuaikan dengan selera. Mau yang kelas batik tulis halus seharga jutaan, sampai batik cap harga IDR 75.000, ada. Saya cuma berpatokan satu hal kalau belanja batik; sebisa mungkin tidak membeli batik printing (apalagi udah batik printing, made in negara lain pula)




smesco galeri indonesia wow

Beberapa Sudut Galeri Indonesia WOW

Nah, hari Sabtu 24 Oktober 2015 kemarin, saya diajakin Kak Gio untuk jalan-jalan di SMESCO Tower. Jujur, selama ini saya mikirnya SMESCO Tower itu adalah kantornya Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang kadang-kadang berfungsi sebagai gedung kawinan, hihi.. *salim sama Menteri UMKM*

Ternyata bukan, sodara-sodara! Kantor Kementerian UMKM ada di Jl Rasuna Said, sementara SMESCO ini ya benar juga sih, bagian dari Kementerian UMKM, tepatnya dibawah Badan Layanan Umum, tapi bukan kantor Kementerian UMKM.

Kesan pertama begitu masuk ke lantai dasar SMESCO Tower, tepatnya di bagian Galeri Indonesia WOW, saya cuma bisa menahan napas! Ya ampun, itu satu lantai luaaaassss banget isinya kain-kain cantik dari seluruh penjuru Indonesia. Tenun aneka warna, songket dengan pendar kain emas dan perak nan mewah, kain batik dari mulai yang sogan sampai gaya pesisiran, semua lengkap.

koleksi kain sulawesi utara

Koleksi Kain Sulawesi Utara

Kalau di Thamrin City meski juga gedung ber-AC, tapi banyak pedagang yang nakal nyuri-nyuri ngerokok di dalam gedung, SMESCO ini ga beda jauh suasananya dengan mall ternama; adem, penataan barangnya cantik, dan musik latarnya enak didenger. Karena produk yang dijual adalah langsung dari pengrajin atau pengusaha UMKM, bisa dibilang harga yang ditawarkan pun sangat kompetitif. Pas banget nih kalau ada temen dari luar negeri minta anterin cari oleh-oleh, ajak aja ke SMESCO Tower.

Untungnya saya kesana pas tanggal 24, coba tanggal 28 atau 29, dijamin tiga puluh hari kedepan saya makan nasi sama sambel tahu penyet terus tiap malam.

Udah segitu doang?

Eiits, tunggu! Saya dikasih tahu, kalau di lantai 3, 11, 12, 15 ada juga tempat belanjanya. Bedanya, kalau di lantai dasar barang-barang dikelompokkan menurut jenisnya; fashion – aksesoris – makanan, kalau di lantai atas dibagi berdasarkan asal propinsi-nya. Istilah orang SMESCO; Paviliun Propinsi.

Paviliun Papua

Display Paviliun Papua

Pilihan pertama saya jatuh ke Lantai 15, dan saya langsung jatuh cinta dengan Paviliun Papua! Saya, Ikha, dan Bulan lumayan lama nyangkut di sana, karena kami sibuk mainan koteka. Hahahaha… Turun ke lantai 12, favorit saya berikutnya adalah Paviliun DKI Jakarta. Meski barang-barang tidak seeksotis Papua, namun Paviliun DKI Jakarta ini kece banget di penataan barangnya. Betah deh nelusurin dari ujung ke ujung.

paviliun jakarta

Cantiknya Paviliun Jakarta

Sayangnya, menurut saya ada satu kekurangan dari Paviliun Propinsi di SMESCO Tower ini; ada beberapa paviliun yang memasang foto kepala daerahnya di dalam paviliun. Sebagai (calon) konsumen, saya masih bisa memaklumi kalau -misalnya- produk yang ditampilkan di satu paviliun masih sedikit jumlahnya. Tapi mendapati foto kepala daerah tersebut terpampang segede-gede X-banner, bikin agak males masuk sih ke paviliunnya. Kalau mau pasang X-banner, apa ga lebih baik pasang foto destinasi wisata aja ya?

Well, it’s just my two cents. 

kerajinan kalimantan tengah

Tas dari Bilah Bambu khas Suku Dayak

Berhubung saya harus ikutan Workshop Still Life Photography, mau ga mau saya harus menyudahi acara (window) shopping keliling Indonesia kali ini. Agak gemes sih belum sempet mampir ke paviliun kampung halaman saya; Jawa Tengah. Lain kali musti banget mampir lagi ini sih! Masih terbayang-bayang flat-shoes batik cuma IDR 110.000 di lantai dasar, huhu..

Share: