Sekitar 3 minggu yang lalu, saya ikut lomba menulis yang diselenggarakan CROSS|OVER, dan saya keluar sebagai pemenang dwi-mingguan periode kedua sehingga saya berhak atas hadiah sebuah action-camera Go Pro HERO4. Hadiah itu saya dapatkan bukan tanpa perjuangan, lho! Dua minggu sebelumnya, saya ikut lomba menulis yang sama, namun tulisan saya belum cukup bagus untuk jadi pemenang. Tak patah semangat, saya ikut lagi, dan Puji Tuhan, saya menang!

Nah, lanjutan dari blog writing competition itu,  kami (ketiga pemenang dwi-mingguan) ditantang kembali untuk membuat sebuah itinerary suatu perjalanan dengan budget maksimal IDR 15.000.000. Tak hanya sekedar liburan, aktifitas yang kami lakukan harus bisa menantang kami untuk melakukan sesuatu yang belum pernah kami lakukan. Sesuatu yang selama ini hanya menjadi angan-angan; belum berani kami lakukan.

the majestic rinjani

Mampukah saya menaklukkan diri saya sendiri, dan mencapai puncak Rinjani?

Gampang! jawab saya dalam hati. Saya akan beranikan diri resign dari pekerjaan sekarang, lalu mewujudkan mimpi naik Gunung Rinjani!

Empat tahun lima bulan sudah saya bekerja di kantor yang sekarang ini, dan saya rasa itu bukan waktu yang sebentar. Rasa jenuh sering muncul saat bangun pagi dan harus siap-siap ke kantor. Ada kalanya terbersit keinginan untuk resign saja, liburan sebulan, baru cari kerja lagi. Apalagi semenjak awal bekerja (tahun 2006), saya tidak pernah liburan panjang, setelah resign, tiga hari kemudian langsung ngantor di tempat yang sekarang.

Tapi kalau resign sekarang terus liburan panjang, sementara belum dapat kerjaan baru, saya belum siap mental kalau tiba-tiba dana darurat terpangkas (hampir) habis untuk liburan. Saya bukan penganut hidup YOLO (you only live once) yang berani menghabiskan seluruh tabungan untuk liburan. Tak apa dibilang cemen, tapi saya senang masih punya sedikit safety net untuk hidup saya.

Seumur hidup, saya belum pernah naik gunung. Selama ini kalau liburan pilihan destinasi saya terbatas pada pantai, pedesaan, city-tour, atau paling berat pegunungan dan bukit. Tak tanggung-tanggung, untuk naik gunung perdana saya memilih Gunung Rinjani!
perjuangan menuju puncak rinjani

Jalan Panjang Menuju Puncak Rinjani

Gila! Yakin kuat?! Belum tentu saya akan kuat sampai puncak, tapi saya akan berusaha dan mencoba sekuat tenaga. Berlatih fisik sebelum berangkat, menjaga kondisi badan, dan tetap berusaha.

IDR 15.000.000 masih sisa buanyaaaaakk, kalau cuma buat ke Rinjani aja. Hey, kenapa ga sekalian liburan panjang aja? Resign, lalu menjelajah Nusa Tenggara, dari Barat ke Timur, lalu kembali ke Barat. Seperti impianmu selama ini? Suara hati kecil saya menantang diri sendiri.

peta nusa tenggara

Let’s do it!

Setelah otak-atik sana sini, saya membagi trip panjang ini dengan 4 misi yang akan saya selesaikan:

Mission 1: Mendaki Rinjani (1.878 Km)

Nanjak Rinjani

Mission 1: Mendaki Rinjani

Ini adalah misi besar pertama yang harus dituntaskan. Dari Kak Nyanyu, yang bulan September kemarin baru saja naik Gunung Rinjani, saya diberi satu nama porter yang sungguh baik hati. Pak Win, namanya. Pak Win akan menjemput saya di Bandara Lombok Praya dengan sepeda motornya, membolehkan saya menginap di rumahnya sebelum naik, membelikan logistik, juga menjadi porter serta pemandu.

Camping di Segara Anakan

Yes, I would climb that mountain to wake up to a view like this!

Apakah tidak takut mendaki Rinjani hanya ditemani seorang porter? Saya yakin, di sepanjang jalan menuju puncak Rinjani nanti, saya akan banyak bertemu teman pendaki lain. Lagipula, Kak Nyanyu yang meminjami saya foto-foto indahnya Rinjani ini pun juga naik ke sana sendirian, hanya ditemani Pak Win.

Mission 2: Overland Lombok – Labuan Bajo (553 Km)

Saya sudah pernah ke Labuan Bajo, namun waktu itu saya naik pesawat dari Denpasar. Karena kali ini saya punya banyak waktu, saya memilih menuju ke sana dengan transportasi darat, dikombinasikan dengan penyeberangan menggunakan kapal ferry.

kapal yang hendak merapat di labuan bajo

Kapal di Pelabuhan Labuan Bajo

Saya memilih jalan darat karena ingin menikmati pemandangan savana khas Nusa Tenggara. Rute yang akan saya lalui berawal dari kota Mataram di Lombok, lalu ke Bima di Sumbawa, berlanjut ke pelabuhan Sape, lalu menyeberang ke Labuan Bajo.

Dari Lombok ke Labuan Bajo

Mission 2: Overland Lombok – Labuan Bajo

Setelah naik gunung dan menempuh perjalanan darat nan panjang, saya akan memberi sedikit hadiah pada diri sendiri; menginap dua malam di hotel berbintang 4 di Labuan Bajo. Hotel ini terkenal dengan posisinya yang sangat strategis untuk melihat sunset.

sunset labuan bajo

Cantiknya matahari tenggelam dari tepi kolam renang Hotel La Prima

Mission 3: Florest, West to East (774 Km)

Menikmati bentangan alam Flores yang sungguh spektakuler; dari pantai pasir putih yang terbentang, sawah, hingga tanah berbukit yang menakjubkan, paling tepat dengan perjalanan darat. Jangan lupa berhenti di beberapa kota untuk menikmati keindahan Flores.

Bentang Alam Pulau Flores

Bentang Alam Pulau Flores

Ruteng, Denge, Wae Rebo, Bajawa, Ende adalah 5 tempat yang saya pilih untuk bermalam. Sesungguhnya sulit untuk memutuskan memilih kelima kota tersebut, karena hampir semua kota di Flores menawarkan keunikan dan keindahannya masing-masing.

Overland Flores

Mission 3: Flores, West to East

Mission 4: Circle it Out, Kupang to Sumba, then Jakarta! (2.696 Km)

Untuk pulang ke Jakarta, saya memilih jalan ‘memutar’; transit satu malam di Kupang, lalu melanjutkan penerbangan ke Waingapu. Enam hari saya rencanakan untuk menjelah indahnya Sumba; satu tempat yang membuat saya terpukau saat menyaksikan sebuah film silat produksi dalam negeri. Dari pantai ber-sunset menawan, hingga bukit-bukit yang menakjubkan, sampai air terjun menawan, tempat ini punya semua.

MISI-4 Kupang To Sumba

Mission4: Kupang to Sumba

Dua puluh lima hari perjalanan, budget IDR 15.000.000, perjalanan hampir sejauh 5,500 km [silakan klik link untuk itinerary lengkap], saya yakin bukanlah sebuah perjalanan yang ringan. Beberapa yang membaca itinerary mungkin akan berpikir “wow, perjalanan yang ambisius!” Namun dengan tekat kuat untuk mencoba sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, saya yakin pasti bisa terwujud. Come on, let’s cross over! Do that one thing you’ve been dreaming of your entire life!


Blog-post ini ditulis untuk diikutsertakan dalam putaran final CROSS|OVER Writing Competition.

Flyer CROSSOVER

Share: