Hampir tiga tahun yang lalu, saya dan teman-teman pengeeeenn banget bisa main ke Banda Aceh sekaligus mengunjungi titik paling barat Indonesia; Pulau Weh. Kasak-kasuk dengan beberapa orang teman, akhirnya kami sepakati untuk mengunjungi destinasi impian kami tersebut di suatu long week-end di bulan November 2012.

Untuk menuju Banda Aceh, ada banyak pilihan penerbangan yang bisa kami ambil. Sebagai pejalan hemat, opsi pertama yang saya lirik jujur saja bukanlah Garuda Indonesia. Ah, pasti mahal!, pikir saya. Lain halnya dengan Endah, salah satu teman jalan saya. Endah terbiasa bepergian ke pelosok Indonesia dalam pekerjaannya sebagai peneliti politik. Dan Garuda Indonesia, hampir selalu jadi pilihan maskapainya.

Bulan November 2012 semakin dekat, kami belum juga menentukan mau beli tiket maskapai yang mana. Saya mencoba beberapa kombinasi maskapai, namun belum menemukan yang sreg di hati. Dua maskapai lain, waktu kedatangannya di Banda Aceh sedikit mepet dengan jadwal kapal menuju Pulau Weh, artinya kalau sampai terkena delay, wah terpaksa saya baru bisa berangkat dengan kapal keesokan harinya. Mau pilih Garuda Indonesia, kok ya beda harganya sampai IDR 700.000 dengan maspakai lain. Hiks.

Hingga malam harinya, Endah tiba-tiba BBM saya;

“Ti, Garuda ada harga promo ke Aceh! 1.4 doang PP”




“Ah, becanda lo! Tadi pagi gw lihat masih 2.1” balas saya tak percaya

Endah membalas dengan sebuah foto layar laptop-nya, yang menunjukkan harga IDR 1.440.000 untuk sebuah tiket PP Jakarta – Banda Aceh (transit sebentar di Medan).

“Beliiiiiii, gw nitip satu!”

Harga IDR 1.440.000 yang kami bayarkan tersebut malah beberapa puluh ribu lebih murah dari tiket maskapai lain yang hampir saya beli beberapa saat sebelumnya. Superyeay! Sayangnya, beberapa menit setelah Endah berhasil membeli tiket tersebut untuk kami berdua, promo-nya sudah habis. Beberapa teman lain yang ikut main ke Banda Aceh tidak berhasil mendapatkan promo menarik dari Garuda Indonesia. Ah, lucky us!

Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

Tiba waktunya kami berangkat ke Banda Aceh. Flight kami waktu itu berangkat sekitar jam 06.00, pastinya on-time dong, ga pakai delay. Saya seneng banget bisa dapet tiket harga promo ini, dengan harga yang hampir sama dengan maskapai lain, saya bisa menikmati kenyamanan kelas dunia dalam penerbangan Garuda Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah in-flight entertaiment, in-flight meal & snack yang tidak akan saya dapatkan di maskapai lain. Dengan kenyamanan kelas dunia tersebut, penerbangan hampir 3 jam (dengan transit di Medan) terasa cuma sebentar saja.

Monumen PLTA Apung

Monumen PLTD Apung

Sekitar pukul 09.00 pagi, saya dan Endah sudah sampai di Bandar Udara Sultan Iskandar Muda. Sementara teman-teman kami lainnya, baru akan tiba sekitar 14.00. Kami berdua masih punya waktu sekitar 4 hingga 5 jam untuk city-tour menikmati kota Banda Aceh, sebelum kami harus berjumpa dengan teman-teman lain di Masjid Baiturrahman sebagai meeting-point. Museum Tsunami, Monumen Kapal di Atas Rumah di daerah Lampulo, Monumen PLTD Apung adalah beberapa tempat yang bisa kami kunjungi dalam rentang waktu 4 jam, sambil kami menunggu teman-teman lainnya. Coba kalau Endah nggak nemu harga diskon tiket Garuda Indonesia waktu itu, pasti kami baru tiba siang hari bersama teman-teman yang lain dan nggak punya banyak waktu untuk menjelahi Banda Aceh.

Jadi, siapa bilang Garuda Indonesia lebih mahal dari maskapai lain? Jika jeli melihat, bisa jadi maskapai ini menawarkan promo yang sangat menggoda. Kalau harganya sama, kenyamanan kelas dunia yang ditawarkan oleh Garuda Indonesia pasti akan tetap jadi juaranya! Terimakasih Garuda Indonesia sudah membawa kami ke salah satu destinasi impian kami, Serambi Mekah, dan memberikan memorable experiences terbang bersama Garuda Indonesia.

Kapal Lampulo

When in Aceh, dress like Acehnese 😉

Share: