Batu Ferringhi Beach adalah sebuah pantai yang terletak di bagian tenggara Pulau Penang. Dari pusat kota (downtown) Penang bisa ditempuh kurang lebih dalam 1 hingga 1.5 jam dengan bus RapidPenang. Saya dan Bulan waktu itu naik bus bernomor 101, naik dari Jalan Burmah – halte sebrang Plaza Penang. Dengan membayar ongkos tak lebih dari MYR 3.00/orang kami tinggal duduk manis dan diantar abang sopir bus yang baik hatinya sampai di depan Batu Ferringhi Beach.

Dari pemberhentian bus, kami menyebrang jalan lalu masuk ke semacam barisan pedagang baju dan warung-warung kecil. Suasana-nya hampir mirip dengan pantai-pantai touristy di Indonesia. Banyak pedagang berjualan celana pendek, kain pantai, dan kaos-kaos souvenir I Love You Penang dan semacamnya. Ini adalah pengalaman saya pertama kali pergi ke pantai di luar Indonesia. Ternyata ga banyak bedanya ya dengan pantai di Indonesia, hihi… [yaiyaaalaah, masih sama-sama di Asia Tenggara pun! Dan Penang kan cuma selemparan kolor doang dari Medan!]

Batu Ferringhi Beach, Penang

Batu Ferringhi Beach, Penang

Batu Ferringhi beach ini hampir mirip pantai-pantai di Pulau Bangka, dengan pasir berwarna cokelat muda dan ada tumpukan batu-batu besar di salah satu ujungnya. Kami datang ketika mendekati waktu matahari tenggelam, tidak banyak pengunjung yang datang sore itu. Karena tidak membawa baju renang ataupun baju ganti, jadilah kami hanya duduk-duduk dan tiduran di pasir pantai saja. Sambil sesekali berfoto dan membuat video konyol pakai HP-nya Bulan.

#DuoGinuk at Batu Ferringhi Beach

Video: hasil karya GinukDuwaaa

Tidak lama, beberapa pengunjung ada yang bermain parasailing. Saya dan Bulan awalnya hanya memperhatikan mereka saja, sambil sesekali menertawakan kalau ada tingkah lucu pengunjung yang ber-parasailing itu. Hingga akhirnya salah seorang abang parasailing-nya merayu nawarin kami untuk nyobain parasailing. Harga yang ditawarkan cukup murah, hanya MYR 50 dan kami berdua bisa bergantian mencoba parasailing selama masing-masing 10 menit. Bulan terkhoda mencoba, saya menggeleng. Abang parasailing makin merayu, Bulan meng-iya-kan, saya tetap menggeleng. Akhirnya Bulan beneran naik, dan saya cukup puas dengan merekam video saja.

Menunggu Giliran Parasailing

Menunggu Giliran Parasailing

Parasailing at Batu Ferringhi Beach

Parasailing at Batu Ferringhi Beach

Kenapa kok ga mau? Karena udah pernah ngerasain parasailing di Bali; seru tapi ya sekali aja cukup sih menurut saya, dan waktu di Batu Ferringhi saya lagi PMS; kalau lagi PMS badan saya gampang banget lebam biru-biru kalau kena benturan, dan pakai harness kala PMS sepertinya bukan pilihan bijak buat saya πŸ˜€

Sunset at Batu Ferringhi Beach

Sunset at Batu Ferringhi Beach

Tapi saya bahagia kok menikmati senja di Batu Ferringhi Beach, pantai pertama saya di luar negeri. Ihiiiy!

 

Share: