Jika Malaysia memiliki The Blue Mansion, rumah kuno peninggalan Cheong Fat Tze di Georgetown – Penang, negara kita pun memiliki rumah kuno yang hampir mirip dengan The Blue Mansion. Rumah Tjong A Fie, sebuah rumah bergaya Cina Peranakan di kota Medan, tepatnya berada di Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan.

Rumah Tjong A Fie,Medan

Rumah Tjong A Fie,Medan

Siang itu saya bertamu di rumah Tjong A Fie sekitar pukul 14.00. Nampaknya tidak banyak orang yang berkunjung saat itu. Setelah membayar tiket masuk sebesar IDR 35.000/orang (dewasa) petugas penjualan tiket meminta saya untuk menunggu sebentar karena guide yang tersedia tengah mengantarkan tamu berkeliling. Mengunjungi rumah bersejarah seperti ini memang sebaiknya didampingi guide, agar kita bisa lebih tahu isinya. Sekitar 15 menit kemudian, rombongan yang masuk sebelum saya selesai, dan tibalah giliran saya untuk bertamu di rumah Tjong A Fie. Didampingi oleh seorang perempuan muda (duh, saya lupa namanya siapa!) saya memulai tur singkat di rumah Tjong A Fie.

Tjong A Fie adalah seorang saudagar kaya raya di kota Medan sekitar tahun 1900an. Ia terlahir di Guangdong, China pada tahun 1860 dan pada umur 18 tahun pergi merantau ke Hindia Belanda (Indonesia), menyusul kakak laki-lakinya yang sudah terlebih dahulu tinggal di kota Medan. Berkat ketekunan dan kepandaiannya mengelola perkebunan milik Belanda, Tjong A Fie bisa menjadi salah satu orang terkaya di Medan kala itu. Tidak hanya bisnis di bidang perkebunan saja yang ia miliki, tapi juga perbankan, transportasi, hingga pertambangan.

Tjong A Fie adalah seorang yang sangat demawan, seorang philantropist jika memakai istilah jaman sekarang. Semasa hidupnya banyak landmark di kota Medan yang dibangun atas bantuannya, sebut saja; Istana Maimun, Gereja Uskup Agung Sugijapranoto, Masjid Raya Medan, Gedung Balai Kota Medan, hingga sebuah Rumah Sakit Tionghoa pertama di kota Medan yang bernama Tjie On Jie Jan. Hingga setelah wafatnya pun, Tjong A Fie mewasiatkan untuk menggunakan sebagian besar hartanya untuk amal.




Ruang Tamu Rumah Tjong A FieHalaman Rumah Tjong A Fie

Halaman Rumah Tjong A Fie

Salah satu peninggalan Tjong A Fie yang paling berharga tentulah rumah kebanggaannya ini. Selesai dibangun pada tahun 1900, hingga saat ini bangunan cantik itu telah berusia kurang lebih 115 tahun. Berdiri di tanah seluas 6000 meter persegi, Rumah Tjong A Fie disebut-sebut sangat mirip dengan The Blue Mansion milik Cheong Fatt Tze. Secara garis besar memang mirip, hal ini tak lepas dari sosok Tjong A Fie yang memang sangat menaruh hormat pada Cheong Fatt Tze, seorang mitra bisnis-nya yang sudah ia anggap seperti saudara sendiri, sehingga Tjong A Fie memanggil Cheong Fatt Tze dengan sebutan ‘uncle’ atau paman.

Dibagian depan rumah kita langsung bertemu dengan sebuah ruang tamu yang luas, dengan pembatas berupa ukiran besar, pembatas ini memisahkan ruang tamu dengan courtyard dan rumah bagian belakang. Di ruang tamu itu, ada 2 buah ruangan di sisi kanan dan kiri. Rupanya setiap ruangan memiliki fungsinya masing-masing; ruang tamu utama adalah ruangan yang digunakan untuk menerima tamu pada umumnya, untuk membicarakan hal-hal tidak bersifat rahasia. Di sisi kiri, ada ruang tamu bergaya Eropa, di sini Tjong A Fie biasanya menerima tamu-tamu Eropa-nya. Di sisi kanan ruangan, sebuah ruang tamu bergaya Deli diperuntukkan untuk menerima Sultan Deli dan keluarganya.

Ruang Tamu Rumah Tjong A Fie

Ruang Tamu Rumah Tjong A Fie

Di bagian dalam rumah, kita bisa menemui bekas kamar tidur Tjong A Fie yang hingga kini masih terawat dengan apik. Ruang makan yang digunakan keluarga untuk makan sehari-hari ditata rapi dengan peralatan makan dari porselen aneka warna, cantik sekali. Dapur dengan tungku uniknya, kamar tidur para pembantu yang berderet di sisi kiri rumah. Juga sebuah ‘ballroom’ yang terletak di lantai 2 bangunan ini, dengan 6 jendela raksasa yang langsung menghadap ke Jalan Ahmad Yani. Di ballroom inilah dulu Tjong A Fie sering mengadakan pesta untuk menjamu para koleganya.

Ruang Makan di Rumah Tjong A Fie

Ruang Makan di Rumah Tjong A Fie

Salah Satu Sudut Ballroom di Rumah Tjong A Fie

Salah Satu Sudut Ballroom di Rumah Tjong A Fie

 

Tak terasa lebih dari 45 menit saya berkeliling di rumah Tjong A Fie, sedikit mengenal lebih dekat pada sosok salah satu orang terkaya di Medan pada jamannya. Sekedar saran bagi pengelola Tjong A Fie Mansion, sebaiknya mulai dipikirkan untuk membuat jadwal tur yang lebih komprehensif; tur dijadwalkan pada jam-jam tertentu saja, namun menggunakan tour-guide yang lebih memahami dan bisa menceritakan sejarah rumah ini dengan cara yang lebih menarik. Jadi tidak setiap tamu rombongan yang datang harus dipandu secara private oleh tur-guide. Kan sayang tenaga tour guide-nya kalau cuma nganterin  keliling 1 orang tamu, dan begitu selesai sudah ditunggu 1 orang tamu lagi. Lebih efisien kan kalau ada jadwal tur setiap beberapa jam, gitu.

Deretan Kamar Pembantu di Rumah Tjong A Fie; dinding pembatasnya itu hand-painted, lho!

Deretan Kamar Pembantu di Rumah Tjong A Fie; dinding pembatasnya itu hand-painted, lho!

Bertamu ke Rumah Tjong A Fie ini sangat menyenangkan bagi saya. Senang rasanya mengetahui  masih ada bangunan kuno di Indonesia yang terawat dengan baik. Bertamu di rumah Tjong A Fie, harus banget kamu lakukan kalau mengunjungi kota Medan!

Share: