Jika mendengar kata “Gunungkidul” banyak orang yang langsung akan membayangkan ketandusan, susah air, atau bahkan mungkin salah satu makanan pokok warga Gunungkidul; gaplek? Itu semua mungkin bayangan akan Kabupaten di sisi selatan DI Yogyakarta sekitar tahun 1980-an. Kabupaten Gunungkidul yang sekarang? Sudah jauh lebih maju, bahkan bisa dibilang jauh lebih maju dari kabupaten-kabupaten tetangganya di Jawa Tengah yang notabene lebih ‘subur’ alamnya, seperti Kab. Klaten dan Kab. Wonogiri. Orang yang mengasosiasikan Gunungkidul dengan ketandusan, mungkin sekarang harus berpikir ulang. Beberapa tahun terakhir, keluarga saya punya hobi baru setiap pulang kampung ke Klaten, yaitu jalan-jalan ke pantai-pantai di Kabupaten Gunung Kidul. Setiap jalan-jalan itu, papa saya memilih rute “jalan pintas”, tidak lewat kota Jogja, tapi memotong jalan lewat Cawas, Klaten atau terkadang lewat Gantiwarno, Klaten. Dan dari jalan-jalan pintas itulah saya tahu, Gunungkidul kini tidak tandus lagi, jalan raya dan fasilitas umum lainnya pun terawat dengan baik. Kabupaten ini sekarang menawarkan begitu banyak sisi menarik dari pariwisatanya.

Dari mulai wisata olahraga caving (susur gua), gunung api purba, hingga beach-hopping, Kabupaten Gunungkidul punya semuanya! Favorit saya yang terakhir, main-main di pantai. Tahun 1988-1989 ketika saya dan keluarga tinggal di Wonosari, ibukota Kabupaten Gunungkidul, baru ada 3 pantai yang terkenal di sana; trio BKK alias Baron – Krakal – Kukup. Ini adalah pantai wajib untuk acara perpisahan anak TK dan SD.  Siapa yang sangka, 2 dekade setelah tahun saya tinggal di sana, mulai banyak pantai baru yang dibuka di Gunungkidul. Dan minggu lalu, sekitar 26 tahun setelah saya pindah dari Wonosari, saya berkesempatan untuk main ke 3 pantai di Gunungkidul.

Dengan mobil, Gunungkidul dapat dicapai dalam waktu kurang lebih 1-5 hingga 2 jam perjalanan dari Kota Jogjakarta. Karena kemarin adalah trip super santai, saya memulai hari udah lumayan agak siang, berangkat dari Gallery Prawirotaman  Hotel (Reservasi: +62 274 4580008) pukul 10.00 pagi kami sampai di Pantai Pok Tunggal tepat jam 12.00 siang. The right time to start a beach hopping? Not!

1. Pantai Pok Tunggal

Ini kedua kalinya saya ke pantai ini, yang pertama sekitar bulan Agustus 2013. Ada beberapa perubahan dari kunjungan yang pertama ke kunjungan yang kedua ini. Dulu, mobil yang kami kendarai bisa parkir hingga 10 meter sebelum bibir pantai. Kemarin kami harus rela berjalan kaki di tengah hari bolong, menyusuri jalan berbatu gamping, sekitar 1 kilometer dari bibir pantai. Kenapa? Karena akses masuk ke pantai sedang diperbaiki, sepertinya akan dibuat jalan beraspal seperti di pantai-pantai lainnya. Menurut saya ini satu hal yang bagus, ada upaya perbaikan infrastruktur, tapi mbok yao tetap dipertimbangkan selama proses pembangunan, wisatawan tetap bisa nyaman masuk sampai ke obyek wisata, gitu..

Jalan Masuk Pantai Pok Tunggal

Jalan Masuk Pantai Pok Tunggal




Meski harus kemringet jalan kaki naik turun bukit, terbanyar kok dengan pemandangan pantainya yang seperti ini:

Pantai Pok Tunggal dari Atas Sebuah Bukit Karang

Pantai Pok Tunggal dari Atas Sebuah Bukit Karang

Salah satu downside dari Pantai Pok Tunggal lainnya adalah: ga ada yang jualan makanan selain popmi dan indomi ketika kami kesana. Dulu pas pertama ke sana lebih parah lagi, ga ada yang jualan sama sekali. Sekarang udah ada kok ya jualannya cuma mi instan aja. Mudah-mudahan kedepannya makin beragam makanan yang dijual ya…

2. Pantai Indrayanti

Ini salah satu pantai paling ramai di Gunungkidul! Keramaian ini mungkin disebabkan oleh akses masuk pantai yang super gampang. Jika pantai-pantai lain untuk bisa didatangi, kita harus masuk lewat jalan-jalan kecil terlebih dahulu, Pantai Indrayanti tepat berada di sisi jalan raya. Kemudahan akses itu jugalah yang membuat sarana pendukung wisata pantai juga mudah ditemui, aneka rumah makan dan penginapan ada di Pantai Indrayanti. Sangat memudahkan para pengunjung. Menurut saya pantai ini recommended untuk piknik keluarga, tapi kurang cocok untuk yang mencari ketenangan di pantai. Pas musim liburan, pantai ini ramainya bisa mirip Pantai Ancol lho! Cuma pasirnya putih dan jauh lebih bersih aja 😀

Pantai Indrayanti

Pantai Indrayanti

3. Pantai Drini

Dari tiga pantai yang kami datangi hari itu, ini pantai favorit saya. Kami mendapatkan “ketenangan” seperti di Pantai Pok Tunggal, dan bisa makan enak seperti di Pantai Indrayanti, tapi minus gangguan suara musik yang diputar kencang-kencang dari setiap resto. Asik ‘kan!

Pantai Drini, Gunung Kidul

Pantai Drini, Gunung Kidul

Jangan takut jajan di Pantai Drini, pedagangnya ngasih harga yang jujur, kok! Sudah saya buktikan, 1 kilogram ikan kakap merah bakar hanya dihargai IDR 50.000 saja, 1/2 kilogram cumi goreng tepung juga cuma IDR 35.000. Satu ceting nasi? IDR 15.000 saja. Es teh manis dan es jeruk? sama-sama IDR 3.000. Tips: kalau memang takut bakal “digetok” harganya, ga ada salahnya bertanya dengan halus terlebih dahulu harga makanan sebelum memesan. Saya pun begitu, menanyakan harga ikan dan cuminya terlebih dahulu. Setelah dikasih tahu harganya, saya yakin untuk menu komplimen (nasi, minuman, dll) juga ga akan dimahalin. Dan benar, saat membayar saya cukup kaget cuma diminta membayar IDR 115.000 untuk semua yang kami pesan; ikan bakar, cumi goreng tepung, nasi sebakul, dan 5 gelas es teh manis.

Pulau Drini, salah satu point of interest Pantai Drini

Pulau Drini, salah satu point of interest Pantai Drini

Kenyang menyantap makan siang enak dengan harga super murah, kami leyeh-leyeh sepuasnya di bale-bale milik warung makan itu. Driver kami, Mas Yulianto, menyarankan untuk nyebrang ke Pulau Drini, sebuah pulau karang yang ada di depan pantai. Namun, lagi-lagi karena ini trip super santai, dan kami melihat untuk nyebrang ke Pulau Drini orang-orang harus melewati satu bagian pantai yang dalamnya hampir sepinggang, kami kompak menjawab; “Males basah, ah”

*terdengar bekson suara Mas Yulianto: “Kalau takut basah, ngapain ke pantai, Neng?”*

Buat foto-foto kaya gini aja sih, Mz…

Dua Cewe Kece di Pantai Drini

Dua Cewe Kece di Pantai Drini

Share: