Ini bukan pengalaman river-tubing saya yang pertama kali. Tahun 2010 saya pernah river-tubing di Kali Oyo, Gunung Kidul, sepaket dengan cave-tubing di Gua Pindul. Bagi yang belum tahu, river-tubing adalah kegiatan menyusuri aliran sungai dengan menaiki sebuah ban dalam besar, biasanya ban dalam truk. Penasaran dengan river-tubing ini jugalah yang membawa saya kembali ke Situgunung, Sukabumi.

Pagi itu rombongan kami dikumpulkan untuk briefing singkat, saya yang sebelumnya sudah pernah river-tubing, sempat berkata dalam hati “wiih, river-tubing yang ini serius amat APD (alat pengaman diri) -nya!”
Helm, pelindung lengan & siku, pelindung tulang kering & dengkul, rompi pelampung, dan sarung tangan dan sepatu harus dikenakan.

Selesai briefing, kami berjalan kaki menuju Sungai Cigunung. Menuruni tepian hutan di samping pintu masuk Kawasan Situgunung, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jalan kakinya lumayan lama, sekitar 25-30 menit. Hingga sampailah kita di titik start pengarungan. Satu persatu kami turun ke sungai, dan 3 meter dari titik start langsung disambut jeram pertama, byuuuurr..

River tubing Tanakita

Dari Satu Jeram ke Jeram Lain

Dibanding dengan river-tubing di Kali Oyo, river-tubing yang di Situgunung ini jauuuuuhh lebih menantang. Selama 40 menit, kami ‘dibenturkan’ pada begitu banyak jeram. Mentok kanan, mentok kiri, nyangkut di batu, terbalik di jeram, terpisah dengan ban, harus memeluk batu biar tidak hanyut, nyangkut di semak-semak pinggiran sungai. Jangan lupa juga, airnya sedingin es batu yang mencair.

River tubing Tanakita

Nyangkut di Batu?

Aman ga? Super aman! Selain dibekali dengan APD yang lengkap, crew Tanakita juga sangat sigap menjaga setiap peserta. Owner Tanakita membuka river-tubing ini untuk umum sejak tahun 2009, dan untuk persiapan pembukaan jalurnya sendiri membutuhkan waktu 2 tahun. Selama 2 tahun itulah, pengelola “latihan” mempelajari setiap jeram di sepanjang Sungai Cigunung. Dari waktu pembelajaran yang cukup lama itulah, pengelola tahu musti dimana saja menempatkan penjaga. Di setiap jeram, hampir selalu ada penjaga. Jika jeramnya terhitung berbahaya, ada 2 penjaga, sebelum dan setelah jeram. Di setengah perjalanan, kami diistirahatkan dulu untuk minum teh hangat agar tidak hipotermia. Ketika hujan turun, pemimpin crew menjelaskan kemungkinan debit air akan naik, dan meminta kami jika ada perintah untuk segera meninggalkan sungai karena tidak aman, kami harus mau. Untungnya sampai titik finish, debit air masih normal-normal saja.

River tubing Tanakita

Hampir Terbalik di Jeram?

Jika tertarik untuk nyobain river-tubing di Sungai Cigunung bersama Tanakita, semoga tips ini bisa membantu ya:

1. Pakaian:

Cewe: disarankan pakai legging, atau celana panjang untuk olahraga yang tidak terlalu tebal, agar terhindar dari kemungkinan luka tergores batu kali. Kaos lengan panjang lebih baik, jika tidak ada lengan pendek pun OK.

Cowo: celana pendek dan kaos. Tergores batu sedikit ga pa-pa kan…

2. Alas kaki

Pakai sepatu, atau minimal pakai sendal gunung dengan kaos kaki. Sendal jepit itu BIG NO NO. Selain tidak bisa melindungi kuku kaki dari benturan dengan batu, sendal jepit juga pasti hanyut. Gone, baby. Gone!

 3. Kamera

Tidak disarankan membawa kamera apapun. Bahkan kamera Go-Pro yang ditempel di helm pun tidak. Bisa lepas terkena derasnya air. Kalau mau narsis, titipkan satu kamera pada petugas yang berjaga di pinggir sungai. Petugas tersebut tahu di titik mana saja harus mengambil foto. Ga perlu rebutan kamera siapa yang mau dititip, kan nanti bisa sharing setelah selesai.

4. Perhiasan & aksesoris

Anting, kalung, gelang, cincin, jam tangan, lepas semua saja daripada hilang. Buat yang pakai kacamata, sebaiknya berganti dengan softlens untuk sementara, atau ga usah dipakai dulu.

5. Makanan & Obat-obatan

Sarapanlah dahulu sebelum river-tubing, minum jamu anti masuk angin juga efektif mencegah masuk angin.

6. Baju Ganti

Jika ga tahan dingin, bawalah baju ganti, titipkan pada petugas. Setelah selesai river-tubing, segera ganti baju agar tidak masuk angin.

Saking serunya river-tubing di Tanakita, saya mau banget kalau diajakin untuk nyobain lagi. Ada yang mau kesana barengan sama saya?

Share: