Rumah Makan Pagi Sore, Padang

Ini bukan cerita tentang Rumah Makan Padang Pagi Sore yang ada di daerah Cipete, Jakarta Selatan. Atau yang ada di Jl Cempaka Putih Barat 2. Atau pun yang ada Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Ini cerita tentang Rumah Makan Pagi Sore yang ada di dekat daerah pecinan kota Padang, yang pemiliknya menyebutkan tidak membuka cabang di manapun. Ibarat kata sinetron, kemiripan nama hanyalah merupakan kebetulan semata.

Rumah Makan Pagi Sore, Padang

Rumah Makan Pagi Sore, Padang

Rumah Makan Pagi Sore didirikan hanya 2 tahun berselang dari kemerdekaan Republik Indonesia. Disebut sebagai salah satu rumah makan tertua di kota Padang, rumah makan ini sekarang sudah dikelola oleh generasi ketiga. Meski sudah berusia lewat dari setengah abad, RM Pagi Sore masih mempertahankan tempat, bangunan, cara memasak dan penyajian seperti masa-masa awal didirikan. Pun ketika rumah makan ini terkena musibah kebakaran di bulan Mei 2014, pengelola tidak merenovasi bangunan hingga meninggalkan ciri khas lamanya; bangunan sederhana bertembok putih, dengan 2 jendela lebar dibagian depan berteralis dan di-cat warna hijau tosca. Di jendela sebelah kanan dari pintu masuk terdapat meja besar tempat menaruh hidangan dalam baskom-baskom besar. Begitu kita masuk ke bangunan itu, kita akan mendapati bangku-bangku panjang tempat menghidangkan makanan bagi para tamu. Dibagian belakang rumah makan, tungku-tungku besar dengan kukusan nasi, panci, dan wajan berukuran raksasa tak henti-hentinya dipanaskan dengan kayu bakar. Asap yang keluar dari tungku kayu tersebut, saya percaya sebagai salah satu bumbu penyedap dari semua masakan. MSG paling alami.

Ada beberapa menu unik dari RM Pagi Sore yang tidak saya temui di kebanyakan rumah makan padang, misalnya; sayur anyang (sejenis urap di masakan Jawa, namun dibumbu parutan kelapa mudanya saya tidak merasakan aroma kencur, digantikan oleh segarnya aroma jeruk nipis), kacang putih bumbu gulai, gulai tauco buah rimbang. Ada satu menu ‘standar’ yang justru menjadi ke-khas-an rumah makan Pagi Sore; ayam goreng.




Ih, kalau sekedar ayam goreng mah di rumah makan padang belakang kantor di Jakarta juga ada! Saya mencibir pada tawaran teman saya untuk mencicipi ayam goreng yang sedang dimakannya.

Setelah dipaksa berulang kali, akhirnya saya mengambil sepotong ayam goreng yang sebenernya tidak terlihat tidak terlalu ‘napsuin’ jika dibandingkan dengan gulai kepala kakap seukuran tutup ember cat 20kg, atau rendang yang mengeluarkan aroma smoky dan berwarna hitam pekat, atau ikan bawal bakar yang berbumbu oranye menggoda. Tapi, tapi… setelah gigitan pertama, sungguh saya menyesal sudah mencibir duluan. Ayam gorengnya enak banget! Garing, gurih, sedikit manis, dan bumbunya meresap sampai ke tulang-tulangnya. Konon kunci untuk membuat ayam bakar seenak ini adalah penggunaan ayam berusia kurang dari 40 hari sebagai bahan baku, dan tentu saja bumbu dan teknik memasak yang mejadi rahasia RM Pagi Sore.

Gulai Ikan di RM Pagi Sore

Ikan Masak Tauco di RM Pagi Sore

Jika mengunjungi kota Padang, saya sungguh menyarankan Anda untuk mampir makan di rumah makan ini. Tenang, meski namanya Rumah Makan Pagi Sore, anda bisa mampir juga kala siang atau malam, kok. 🙂

Rumah Makan Pagi Sore

Jl Pondok No 143, Padang

Share: