Natarajasana Di Mana Saja: Gunung Padang

Ada satu hal yang membuat saya penasaran mengunjungi tempat ini; desas desus yang mengatakan bahwa di tempat itu terdapat piramida kuno yang usianya konon lebih tua dari piramida-piramida yang ada di Mesir. Makanya waktu kakak saya ngajakin untuk ke sana di suatu hari Sabtu di akhir November 2013, saya langsung mengiyakan. Bersama kakak saya, suaminya, dan keponakan saya, kami berempat ikutan sebuah trip organizer yang menyelenggarakan one day trip ke Gunung Padang.

Situs Gunung Padang terletak di Dusun Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kec. Campaka, Kab. Cianjur. Menggunakan mobil jenis elf, Gunung Padang bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 6 jam (termasuk terjebak macet di Ciawi). Untuk menuju tempat ini, sangat tidak disarankan menggunakan mobil berjenis sedan. Karena setelah melewati stasiun kereta api Lampegan, kita harus melewati jalan berbatu di antara perkebunan teh. Jalanan menanjak, menikung, turun, dan rusak dikhawatirkan tidak akan sanggup dilalui mobil yang pendek seperti sedan.

Saya dan Keluarga Kecil Kakak

Saya dan Keluarga Kecil Kakak

Selain itu, persiapkan fisik yang prima jika ingin mengunjungi Gunung Padang. Tidak perlu persiapan khusus seperti halnya akan naik gunung, tapi paling tidak sedang dalam keadaan fit. Mengapa? Karena kita akan sangat banyak berjalan kaki dan menaiki anak tangga. Dari tempat parkir mobil kita masih perlu berjalan sekitar 1 kilometer hingga mencapai pintu masuk situs. Nah, dari pintu masuk kita akan menaiki ratusan anak tangga. Terdapat 2 pilihan tangga; yang pertama tangga asli dari situs Gunung Padang, lebih pendek namun derajat kemiringannya lebih tinggi dan anak tangganya pun sangat tinggi, mungkin hampir 40 cm per anak tangga. Pilihan yang kedua, anak tangga buatan orang jaman sekarang, jauh lebih landai (hanya sekitar 15cm per anak tangga), namun lebih panjang jarak tempuhnya, dan sedikit mengitari bukit.

Sayangnya, tidak ada pilihan ketiga impian saya; tangga berjalan.




Tangga Menuju Puncak Gunung Padang

Tangga Menuju Puncak Gunung Padang

Tips ketiga yang bisa saya bagi, usahakan untuk mengunjungi situs Gunung Padang saat musim kemarau. Percayalah, main ke tempat ini saat hujan gerimis sungguh tidak asik. Jalanan berbatu dan anak tangga menjadi licin tanpa ampun. Dibeberapa bagian situs, jalan setapak yang harus dilalui masih berupa tanah merah. Bayangkan saja betapa licinnya. Belum lagi jika turun hujan Gunung Padang dan sekitarnya akan diselimuti kabut. Sayang banget kan udah jauh-jauh dan capek-capek naik bukit setinggi kurang lebih 700m, eh ga bisa foto-foto kece. Kalau cuaca cerah, pemandangan di Gunung Padang saya yakin cakep banget. Kita bisa memandang lepas ke 5 perbukitan yang mengelilingi Kab. Cianjur.

Setelah sampai di Gunung Padang, apakah rasa penasaran saya akan keberadaan piramida yang saya ceritakan di awal tulisan tadi terjawab? Pemandu yang menyertai rombongan kami menjelaskan, Gunung Padang bukanlah situs kuno yang berupa piramida, melainkan bukit yang membentuknya jika dilihat dari jauh berbentuk seperti piramida. Sudah banyak penelitian mengenai situs ini, namun hingga saat ini belum ada kesimpulan yang pasti siapa yang membuat situs purbakala ini. Sebuah peneliatian menggunakan pengukuran umur karbon (carbon dating) menunjukkan umur bebatuan di situs Gunung Padang menunjukkan usia 14.000 – 25.000 tahun.

Sementara masyarakat setempat mempercayai Prabu Siliwangi lah yang membangun situs purbakala tersebut. Prabu Siliwangi menggunakan tempat tersebut sebagai tempat bertapa dan melakukan ritual pemujaan. Mereka meyakini ada tapak harimau dan bekas pahatan kujang di beberapa batu yang ada di Gunung Padang.

Situs Gunung Padang

Situs Gunung Padang

Saya sendiri, begitu sampai di sana cukup terheran-heran sih dengan banyaknya batu di atas bukit tersebut. Sebagian berserakan begitu saja menjadi alas teras yang luas, sebagian lagi bertumpuk-tumpuk membentuk punden berundak. Batu-batu tersebut hampir keselurahannya berbentuk sama; prisma segi lima. Jika bebatuan tersebut adalah batu vulkanik, kok bentuknya bisa hampir serupa? Kalau hasil buatan orang, apakah manusia purba yang membuat? Pakai alat apa? Berapa lama membangun situs sebesar itu?

Apakah mungkin alien yang membangun situs Gunung Padang?

Share: