Pantai Air Manis, Padang

Mengunjungi tempat wisata di musim liburan bukanlah pilihan bijak, menurut saya. Apalagi tempat yang dikunjungi adalah pantai keluarga. Pantai Air Manis yang terletak sekitar 15 km dari pusat kota Padang, ibaratnya kalau di ibukota adalah Ancol, tempat hampir seluruh masyarakat menghabiskan waktu liburan. Dekat dan murah, mungkin itu adalah dua alasan mengapa Pantai Air Manis dibanjiri pengunjung.

Dari Hotel Pangeran Beach, kami berkendara sekitar 45 menit. Melewati pusat kota Padang, menuju daerah Bungus, lalu masuk ke jalanan kecil yang berkelok-kelok menaiki bukit. Di tengah perjalanan sopir kami menunjuk satu sudut bukit yang oleh masyarakat sekitar disebut sebagai Bukit Siti Nurbaya. Di atas bukit tersebut terdapat satu makam yang dipercaya sebagai makam Siti Nurbaya. Entahlah, setahu saya Siti Nurbaya adalah tokoh rekaan dalam cerita berjudul sama karangan Marah Rusli. Kok, ada makamnya?

Kembali ke cerita Pantai Air Manis, pantai ini pun tak luput dari cerita yang terkenal dari bumi Minang, Malin Kundang. Di pantai inilah konon kapal besar milik saudagar kaya raya yang malu mengakui ibu kandungnya itu terakhir berlabuh, sebelum akhirnya si suadagar di kutuk menjadi batu dalam keadaan bersimpuh di pasir.

Sangking Ramainya, Pantai pun Jadi Lahan Parkir

Sangking Ramainya, Pantai pun Jadi Lahan Parkir

Meriahnya Pedagang

Meriahnya Pedagang




Siang itu suasana pantai begitu ramai, riuh rendah oleh pedagang yang menawarkan dagangannya; es krim, topi dan kacamata hitam, balon dan bola, buah potong, hingga warung-warung minuman dan bakso yang tak segan menyetel lagu dangdut dengan speaker-active sebesar lemari. Buat saya yang mengunjungi Ancol saja malas kalau musim liburan, Pantai Air Manis sungguhlah bukan pantai menyenangkan. Tapi apa mau dikata, sudah terlanjur ke sini, ya mari dinikmati. Sambil ngadem di sebuah warung penjual kepala muda, saya bertanya di mana letak batu Malin Kundang. Ternyata letaknya tidak jauh dari deretan warung penjual minuman.

Batu Malin Kundang

Batu Malin Kundang

Saya mendekati kerumunan orang di sekitar batu Malin Kundang itu. Saya amati dari dari dekat “lhooo.. kok ada rangka besi baja yang menonjol keluar dari siku si Malin Kundang?” Owaaalaahh, ternyata ini cuma patung bikinan!

“Yang asli ada di tengah laut sana, sudah terkubur ombak” seorang bapak berlogat Minang tanpa saya minta memberi penjelasan. Saya tersenyum tipis dan kembali ke warung tempat teman-teman saya menikmati kelapa muda.

Overall, saya kurang menikmati kunjungan ke Pantai Air Manis ini. Terlalu ramai buat saya. Namun, bukan berarti kamu tidak akan menyukainya lho.. Silakan kunjungi jika penasaran dengan keberadaan si batu Malin Kundang.

Serakan Sampah di Pantai Air Manis

Serakan Sampah di Pantai Air Manis

Share: