Diriin Tenda, Ga Sampe 15 Menit

Jika hanya menyebut kata ‘Mandalawangi’ orang sering salah mengira kata tersebut merujuk pada Lembah Mandalawangi, sebuah lembah di dekat puncak Gunung Pangrango. Termasuk juga saya ketika Kak Nyanyu bilang akan menghabiskan akhir pekan berkemah dengan putrinya. Saya ragu untuk minta ikut, karena pesimis mampu mendaki hingga hampir puncak gunung.

Sah Udah Pernah Ke TN GUnung Gede Pangrango

Sah Udah Pernah Ke TN Gunung Gede Pangrango

“Iiiih, bukan, Kak! Ini Taman Mandalawangi, bukan Lembah Mandalawangi. Kita ga usah naik gunung, turun dari angkot kita tinggal jalan kaki masuk ke tamannya aja. Kaya di Cilember gituuu..” Whatsapp dari Kak Nyanyu meyakinkan saya untuk ikutan camping. Saat itu Jumat malam, pukul 19.45, dan kalau jadi ikut, saya harus berangkat pukul 05.30 menuju Bogor. Ya, kadang kala memang tak perlu membuat rencana yang terlalu matang untuk jalan-jalan, just pack and go!

Taman Mandalawangi terletak di kaki Gunung Pangrango. Bagi yang sudah pernah ke Kebun Raya Cibodas, pasti sudah tahu letaknya. Ya, Taman Mandalawangi terletak tepat di sebelah kanan pintu masuk Kebun Raya Cibodas.

Satu poin minus yang membuat camping di Taman Mandalawangi ini masuk ke kategori ‘agak malesin’ adalah; MACET. Dengan jarak yang tidak begitu jauh dari Jakarta, ya masa kami harus menghabiskan 9 jam perjalanan naik kendaraan umum? Kalaupun kami membawa mobil pribadi, waktu tempuhnya pun tidak akan berbeda banyak. Ya memang, macet di Puncak itu penyebabnya ya orang-orang Jakarta haus liburan macam kami ini…. But nine effin hours is just ridiculous, dont you think?




Poin plus-nya, berkemah di Taman Mandalawangi ini bebas ribet banget. Ga punya tenda? Banyak yang nyewain tenda di sana. Juga sleeping bag, alas tenda, alat masak, senter, dll. Bagi yang hanya sesekali pergi camping, menyewa kadang lebih ekonomis dan praktis. Kak Nyanyu kebetulan punya tenda sendiri, dan masih muat untuk badan-badan mungil kami berempat. Sesampainya kami di Taman Mandalawangi, kami langsung mendirikan tenda di spot yang sudah di-take-in lebih dulu oleh rombongan Mba Dini. Sebuah tenda mungil di tepi danau buatan yang sedang agak surut.

Diriin Tenda, Ga Sampe 15 Menit

Diriin Tenda, Ga Sampe 15 Menit

Lapar? Pengen minum kopi hangat sambil ngemil gorengan? Jangan khawatir musti repot-repot membuat api unggun dulu, atau masak pakai nesting. Tinggal melangkahkan kaki menuruni tangga batu, akan ada warung indomi yang siap siaga 24 jam. Ga cuma indomi lho menunya… ada nasi goreng juga. Kalau mau menu yang lebih beragam bisa keluar dari Taman Mandalawangi, di jalan sepanjang pasar menuju Kebun Raya Cibodas banyak warung makan bertebaran. Biar ga bosan, anak-anak bisa berenang di kolam renang ataupun main-main di sungai kecil. Bisa juga sewa sampan untuk keliling danau. Ada juga flying fox. Atau sekedar trekking ringan keliling Taman Mandalawangi.

Row.. row.. the boat

Row.. row.. the boat

Dayung.. Dayung.. Sampan

Dayung.. Dayung.. Sampan

Kalau tengah malam pengen pipis gimana? Eits, sarana MCK tersedia 24 jam juga. Bersih, terang, dan banyak air (yang dingin banget tentu saja).

Pagi harinya, bisa jalan-jalan ke Kebun Raya Cibodas atau trekking ke Curug Cibeureum. Saya memilih opsi yang pertama, karena lagi ga pengen jalan-jalan yang bikin kaku otot betis. Mengitari Kebun Raya Cibodas sangatlah menyenangkan buat saya. Tak jauh dari pintu masuk, kami melihat ada beberapa angkot yang melintas masuk ke dalam kebun raya.

Kebun Raya Cibodas

Kebun Raya Cibodas

“Eh, angkot boleh masuk?” tanya saya ke Kak Nyanyu

“Ummm.. ya itu buktinya ada yang masuk. Mau nyoba naik?

Ternyata angkot-angkot tersebut kalau pag mengantarkan para pedagang makanan yang akan mangkal di sekitar area Kebun Raya Cibodas. Dan ternyata ongkosnya pun cukup ekonomis, IDR 2.000 saja per orang. Saya dan Kak Nyanyu merasa sangat cerdas sih pagi itu, bisa menghemat kekakuan betis dengan hanya IDR 5.000 saja, berdua. Puas berfoto guling-gulingan di atas rumput kami kembali ke tenda, dan berkemas untuk pulang.

Kecuali masalah kemacetan, camping di Taman Mandalawangi ini sungguh menyenangkan.

Share: