The Ying Yang

Pernah punya sahabat yang sepertinya sifat kalian saling bertolak belakang tapi justru entah bagaimana bisa saling melengkapi? Itulah yang saya lihat dari 2 orang teman jalan saya ini: Nur Rachmawati dan Nyanyu Partowiredjo. Februari 2011, saya mengenal mereka untuk pertama kalinya. Saat itu saya ikut trip yang mereka buat ke Kiluan, lewat trip organizer yang mereka dirikan, Picnicholic.

The Ying Yang

The Ying Yang

Perjalanan ke Kiluan itu, adalah kali pertamanya saya jalan-jalan memakai jasa trip organizer. Sebelumya, saya lebih suka jalan sendiri, bareng kakak atau teman dekat. Memutuskan ikut Picnicholic karena saya hitung-hitung, ongkos jalan sendiri ke Kiluan akan jauh lebih mahal. Dan katanya yang namanya pejalan harus bisa menemukan cara pergi yang paling efektif dan efisien, bukan? Jadilah saya putuskan pergi bersama-sama, meskipun saya sendirian. Eh, gimana maksudnya tuh? Jadi di rombongan yang berjumlah belasan kala itu, cuma saya yang pergi sendirian, yang lain kalau ga berdua atau bertiga dengan sahabat, ada yang pergi dengan kakak, dengan pacar, teman kantor, dan lain sebagainya.

Sejak trip ke Kiluan itu, entah sudah berapa kali jalan-jalan yang saya jalani dengan Nyanyu dan Atiek. Baik jalan-jalan bareng Picnicholic, cuma sama Atiek atau hanya dengan Nyanyu saja. Mari coba kita ingat… Makassar bareng Atiek. Dieng, Situgunung, Cibodas bareng Nyanyu. Entah berapa kali trip celup-celup lucu di Kepulauan Seribu dengan keduanya (tanpa bendera Picnicholic)




Bantimurung, Jalan-Jalan Pakai Tiket Nyanyu

Bantimurung, Jalan-Jalan Pakai Tiket Nyanyu

Mengapa saya menyebut mereka The Ying Yang? Ya karena seperti yang saya sebutkan sebelumnya, mereka begitu bertolak belakang satu sama lain, tapi entah bagaimana mereka seperti tak terpisahkan. Nyanyu yang begitu ekspresif melengkapi ke-introvert-an Atiek. Atiek yang lebih bisa berpikir jangka panjang akan suatu keputusan, bisa jadi “rem” buat Nyanyu. Picnicholic, sudah melalui banyak jatuh-bangun-berjaya-jatuh lagi-mencoba bertahan di tengah kesibukan pendirinya- hingga saat ini dalam keadaan vakum. Tapi saya yakin, banyak cerita manis, persahabatan baru, cerita jadian-putus cinta, yang dialami oleh orang-orang yang pernah terlibat di trip-trip Picnicholic.

Nyanyu & Atiek, bisa dibilang adalah teman jalan yang kini sudah jadi sahabat sehari-hari. Ga cuma temen traveling, tapi sudah jadi teman nongkrong di mall. Teman kulineran dan lihat keseruan Jakarta di akhir pekan. Sahabat tempat menceritakan segala keluh kesah akan penatnya pekerjaan di kantor.

Camping di Taman Mandalawangi, Cibodas

Camping di Taman Mandalawangi, Cibodas

Ajaib kan? Dari awalnya kami adalah orang asing yang tak kenal satu sama lain, dari sebuah perjalanan 3 malam 2 hari ke sebuah sudut Pulau Sumatra, kini kami menjadi sahabat. Itulah indahnya jalan-jalan, nge-trip, traveling, apapun sebutannya. Tidak sekedar melihat tempat-tempat indah, berjumpa dengan kawan seperjalanan yang kemudian menjadi sahabat, it’s priceless.

Hey, Mimin Sumringah dan Mimin Galaw of Picnicholic, terimakasih ya sudah menjadi teman jalan selama 4 tahun belakangan ini!

Share: