Ciboleger, Pintu Masuk Menuju Baduy

Untuk menuju Baduy, yang terletak di Kecamatan Leuwidamar, Kab. Rangkasbitung (dari Jakarta), ada 2 alternatif transportasi umum yang bisa digunakan; naik kereta api atau naik bus. Kalau naik bus, bisa naik bus dari terminal Kampung Rambutan ke Rangkasbitung. Saya dan tiga orang teman, Kalejid, KaMiki, dan Mba Astrid, pas main ke Baduy tanggal 28 November 2014 kemarin, memutuskan untuk naik kereta api dan sepakat menjadikan stasiun Tanah Abang sebagai meeting point kami pagi itu.

Dari Stasiun Tanah Abang, setiap harinya ada 4 kereta yang diberangkatkan menuju Rangkasbitung, yaitu: Rangkas Jaya (08.05 WIB, dan 17.00 WIB) serta Kalimaya (09.30 WIB dan 18.00 WIB), harga tiketnya IDR 15.000. Tips: belilah tiket dari website PT KAI langsung, maka akan dapat potongan harga IDR 5.000, 1/3 harga tiket resmi, hihi… Kami memilih naik kereta paling pagi menuju Rangkas Jaya pukul 08.05 WIB, dengan harapan semakin pagi kami sampai di Rangkasbitung, maka perjalanan panjang menuju Baduy akan semakin lancar. Pada kenyataannya, kereta terlambat diberangkatkan, sekitar pukul 08.30 WIB kereta baru meninggalkan stasiun Tanah Abang, dan pukul 10.30 WIB baru sampai di Stasiun Rangkasbitung.

Mba Astrid di Stasiun Rangkasbitung

Mba Astrid di Stasiun Rangkasbitung

Sesampainya di stasiun Rangkasbitung, kami ga keluar dari melalui pintu keluar resmi stasiun, namun menuju jalan di sisi kiri bangunan statiun (kalau kita berdiri berhadapan dengan bangunan stasiun), menuju jalan aspal yang melintasi rel kereta api. Dari situ tinggal naik angkot warna merah nomor 07, jurusan Terminal Aweh. Ongkosnya IDR 5.000. Begitu turun dari kereta, akan banyak calo-calo angkot yang mengerubungi kita, menawarkan sewa mobil langsung ke Ciboleger. Saya pribadi tidak menyarankan untuk memakai jasa mereka yaaa.. Selain karena angkot menuju Ciboleger lumayan mudah di dapat, juga karena cara mereka menawarkan jasa terasa kurang simpatik.

Saat nunggu angkot nomor 07, mereka terus mengikuti rombongan kami, dan terus mengatakan kalimat-kalimat yang menyesatkan seperti “Bade ka mana? Ciboleger?” “Mau ke Ciboleger? Sewa angkot?” dan ketika kami tetap menggelengkan kepala, mereka mulai mengeluarkan kalimat seperti “elf ke Ciboleger udah habis, tadi pagi sembilan mobil udah berangkat ngangkut rombongan dari Jakarta…”




Kami cuekin, mereka tetep keukeuh lho… Bahkan kami tinggal makan dulu di sebuah warteg pun, mereka masih tetap ngikutin sambil terus ngajak ngomong tentang sulitnya transportasi ke Ciboleger. Padahal menuju Ciboleger sama sekali ga susah, hanya butuh sedikit kesabaran dan waktu yang longgar saja. Kenapa saya bilang begitu? Karena sesampainya kita di Terminal Aweh (yang termyata ga jauh-jauh amat dari Stasiun Rangkasbitung, kira-kira 10 menit naik angkot dengan kecepatan sedang), kita harus sabar nunggu sampai elf yang menuju Ciboleger penuh terisi. Waktu menunggu bisa jadi 1 jam, sampai semua bangku elf terisi penuh.

Terminal Aweh, Tempat Elf ke Ciboleger

Terminal Aweh, Tempat Elf ke Ciboleger

Setelah elf jalan pun, masih terus harus bersabar. Ruas jalan yang menghubungkan Aweh dengan Rangkasbitung, di beberapa titik sedang dicor (ada perbaikan jalan), jadi satu sisi jalan harus dipakai bergantian oleh kendaraan dari 2 arah. Di beberapa titik lain, jalanan rusak parah, memaksa elf harus berjalan amat perlahan. Dengan keadaan jalan normal, Aweh – Ciboleger bisa dicapai dalam waktu 1.5 jam, kemarin dengan keadaan jalan rusak, kami menghabiskan hampir 2.5 jam di jalan.

Mudah-mudahan, setelah semua ruas jalan selesai dicor, biar mulus seperti muka mantan Kepala Daerahnya, perjalanan menuju Ciboleger bisa makin lancar.

Dengan ongkos IDR 25.000, jangan mengharapkan kenyamanan dari perjalanan Aweh – Ciboleger. Ketika meninggalkan terminal, bangku di dalam elf memang hanya terisi pas sesuai dengan kapasitas. Namun sepanjang perjalanan, elf akan terus menaikkan penumpang, hingga di satu titik saya dan KaMiki berteriak “Geus pinuh, Pak!” (Sudah penuh, Pak!”) ketika Pak Sopir bermaksud menaikkan kembali penumpang, padahal di dalam sudah ada 19 orang dewasa duduk berhimpit-himpatan, 5 anak-anak berdiri di sela-sela bangku, dan 3 orang nemplok di tangga bagian belakang mobil. Entah berapa orang yang duduk di atas bersama tumpukan barang.

Situasi di dalam Elf

Situasi di dalam Elf

Ya, perjalanan menuju Ciboleger, pintu masuk menuju tempat tinggal suku Baduy memang menjadi satu perjalanan yang sulit terlupakan.

Kalau kamu mau ke Baduy juga, mudah-mudahan gambaran singkat ini bisa jadi panduan yaaa..

Transportasi Umum:

Tanah Abang – Rangkasbitung >> Kereta Rangkas Jaya (IDR 15.000)

Rangkasbitung – Terminal Aweh >> Angkot Merah nomor 07 (IDR 5.000)

Terminal Aweh – Ciboleger >> Elf (IDR 25.000)

Ciboleger – Desa-desa Baduy (Dalam ataupun Luar) >> Jalan Kaki

Total IDR 45.000 sekali jalan.

Alternatif Transportasi Rangkasbitung – Ciboleger:

Ada rental mobil (tipe Avanza) yang bisa mengantarkan dari Rangkasbitung ke Ciboleger, harga sewanya IDR 75.000/orang untuk maksimum 5 orang, atau total IDR 375.000/mobil.

Kalau mau pakai rental mobil rekomendasi saya, silakan hubungi

Kang Asep Zatt

0877-7280-0007

baduytraveler.blogspot.co.id

Share: