Angkot Jurusan Terminal Baranangsiang - Cianjur

Namanya pejalan irit hemat, kalau mau jalan pasti memperhitungkan budget dan kepraktisan transportasi yang mau digunakan, dong… Sama halnya dengan saya ketika memutuskan bergabung dengan rombongan ibu beranak KakNyanyu dan Eppy untuk berkemah di Taman Mandalawangi, Cibodas. Karena hanya pergi berempat, kami putuskan untuk naik kendaraan umum saja.

Rencana rute yang akan kami ambil: naik commuter line sampai Stasiun Bogor, lanjut angkot ke Terminal Baranangsiang atau Ciawi, lanjut bis jurusan Cianjur, turun di pertigaan Cibodas, naik angkot lagi sampai ke depan Taman Mandalawangi.

Terdengar gampang ya? Iya… Kenyataannya?

Kami sampai di Stasiun Bogor jam 07.15 pagi, setelah diskusi singkat, kami putuskan untuk naik angkot saja ke Terminal Baranangsiang. Dengan pertimbangan kalau naiknya dari terminal, kemungkinan kami dapat tempat duduk di bus pasti lebih besar. Sesampainya di Baranangsiang, kami baru tahu kalau tidak ada bus jurusan Cianjur yang berangkat dari Baranangsiang, satu-satunya pilihan adalah mobil L300 bobrok warna putih, yang kami harus ikutan ngetem di dalamnya, dari jam 08.15 sampai jam 10.00. Satu jam 45 menit untuk nunggu seluruh bangku di mobil itu terisi penumpang.

Dan penuh itu artinya setiap baris bangku yang nyamannya diisi 3-4 penumpang, dipaksa untuk diisi 5 orang. Haha! Menembus kemacetan Jalan Raya Tajur, Ciawi, dan Puncak, akhirnya kami sampai di pertigaan Cibodas jam 14.30 saja. Ongkos naik mobil rombeng dan penuh sesak tersebut? IDR 25.000/orang, jauh dekat sama saja.




Dari pertigaan Cibodas, kami melanjutkan perjalanan naik angkot warna kuning. Angkot yang satu ini lumayan menyenangkan, dengan tarif IDR 5.000/orang, kami sudah diantar sampai depan pintu Taman Mandalawangi, dan sopir angkotnya pun ga nunggu benar-benar penuh sampai jalan.

Perjalanan pulang dari Cibodas keesokan harinya pun ga kalah seru. Kami berempat nunggu si L300 putih itu di pertigaan Cipanas, karena melihat di Cibodas banyak orang yang sedang menunggu angkot yang sama. Kami sedikit merasa lega karena akhirnya dapat naik angkot yang meskipun penuh, tapi ga se-empet-empetan waktu berangkat. Namun, keberuntungan kami hanya berhenti sebentar. Baru berjalan sekitar 15 menit, mesin angkot mati sendiri di tengah kemacetan, dan ga bisa distater lagi. Kernet angkot nyoba ngakalin dengan stater langsung dari mesin di bawah jok depan. Gagal. Mesin baru mau nyala setelah mobil “diayun” dengan digelosorin mundur ke bawah di tanjakan.

Saya mulai senewen. Hauuuuuhhh….

Dua atau tiga kali mobil itu musti dinyalain dengan metode goyang dikit ke belakang, sampai akhirnya si sopir menyerah dan memutuskan berhenti di pertigaan Taman Bunga Nusantara untuk nunggu dibuka jalur satu arah, biar mobil ga mati-mati terus mesinnya.

Itu baru jam 2 siang, jalur searah mungkin baru terasa impact-nya setelah lewat jam 3 di tempat kami berhenti. Tapi ya mau gimana, kernet angkot hanya mau ngasih mobil pengganti angkot yang cuma sampai Puncak, selepas Puncak, silakan urus sendiri. Kami berempat memilih untuk tetap menunggu di angkot.

Hingga akhirnya si kernet menyerah dan mencarikan kami alternatif angkutan yang bisa membawa kami sampai Bogor, sebuah bus jurusan Bandung-Merak bersedia mengangkut kami, tanpa tambahan ongkos, tapi cuma sampai pintu tol Ciawi saja.

Saya sih pengennya Pemerintah Kota/Kab. Bogor dan Cianjur mulai memikirkan peremajaan angkutan penghubung antara kota-kota tersebut lah. Si angkot L300 itu masih angkot resmi yang punya ijin operasi dari Kab. Cianjur lhoo… Di kaca depannya ada stiker tanda layak jalan dari dinas perhubungan Kab. Cianjur yang masih berlaku. Ada stiker tanda layak jalan, tapi mau nyalainnya musti diayun ke belakang. Alamakjan!

Ya untungnya sih, kami semua sudah cukup biasa mengalami berbagai macam jenis sarana transportasi di Indonesia. Jam 1 jalan dari Cipanas dan baru sampai Ciawi pas adzan Maghrib, wisbiyasa… Dinikmati aja sambil ketawa-ketiwi, ngometarin ini-itu.

Teman-teman pernah punya pengalaman yang nyebelin tapi seru ga selama naik transportasi umum?

Perhitungan biaya naik angkot ke Cibodas:

Stasiun Bogor – Terminal Baranangsiang: IDR 3.500

Terminal Baranangsiang – Cibodas: IDR 25.000

Cibodas – Taman Mandalawangi: IDR 5.000

Total IDR 33.500

Share: