Update [18 Januari 2016]

Saat ini KA Pangrango dan KA Siliwangi sudah termasuk dalam kategori KA lokal, sehingga pembelian tiket hanya dilayani di loket-loket stasiun yang dilewati oleh KA tersebut. Penjualan melalui website PT KAI dan channel lainnya (misal tiket.com, indomaret) ditiadakan. Penjualan di loket sudah dapat dilakukan sejak H-30 keberangkatan. Harga tiket ekonomi antara IDR 20.000 (weekdays) dan IDR 25.000 (week end)

Dari Jakarta, orang sering malas berwisata ke Sukabumi naik mobil pribadi atau bis karena dua alasan: macet dan jalanannya rusak. Lewat rute Bogor – Ciawi – Sukabumi, selain macet karena jalanan rusak di daerah Caringin, juga macet kalau ketemu saat bubaran buruh pabrik di sekitar Parungkuda dan Cibadak. Lewat rute Cibubur – Jonggol – Cariu – Cianjur –  Sukabumi pun tak berbeda jauh. Kita harus melewati kemacetan di sepanjang Jalan Raya Transyogi (Cibubur – Cileungsi), lalu bertemu dengan rusaknya jalanan sepanjang rute Cariu – Tanjung Sari – Cianjur.

Saya termasuk salah seorang yang malas diajak ke Sukabumi kalau harus naik bis atau mobil pribadi. Dulu saya pernah dibonceng motor dari Jonggol ke Sukabumi (Cisaat), dan itu butuh 3 jam lebih. Pulangnya, karena udah pegel bonceng motor, saya naik bis lewat Ciawi, 4.5 jam saja. Huhuhu… cukup sekali itu ngerasain macet di Sukabumi. Makanya, pas 2 minggu lalu temen saya Mickey dan Melejid ngajakin main ke Sukabumi naik kereta api Pangrango, saya langsung semangat mau ikutan.

Interior KA Pangrango

Interior KA Pangrango




Jalur kereta api Bogor – Sukabumi-Cianjur sebenarnya sudah ada sejak tahun 1882, beberapi kali mengalami pemberhentian operasi. Yang terakhir, KRD Bumi Geulis, berhenti beroperasi Desember 2012. Hingga akhirnya digantikan oleh KA Pangrango/ KA Siliwangi pada 9 November 2013.

Pemandangan dari dalam KA Pangrango

Pemandangan dari dalam KA Pangrango

Naik kereta ke Sukabumi – Bogor itu seru banget! Selain waktu tempuhnya yang jauh lebih cepat dibanding naik mobil, pemandangan sepanjang perjalanan pun menarik. Begitu meninggalkan Stasiu Paledang, kereta akan melewati pemukiman penduduk. Mungkin karena pernah tidak aktif, banyak penduduk yang membangun rumahnya mepet banget sama jalur rel kereta api. Mepet banget, as in it’s just 50cm away from the railway! Setahu saya sih, menurut UU sekian meter dari rel kereta api itu statusnya masih Tanah Negara / Tanah PT KAI, cmiiw. Entah gimana ceritanya mereka bisa bangun rumah sedemikian mepetnya.

Selepas perumahan penduduk, pemandangan berubah menjadi sawah, sungai dan the magnificent Gunung Salak. Sungguh lumayan menghibur mata. Beberapa kali  rel kereta api sejajar dengan jalan raya yang menyuguhkan kemacetan, puas rasanya naik kereta api yang bebas macet.

Stasiun Cisaat

Stasiun Cisaat

Dari Stasiun Paledang (Bogor) hingga Stasiun Cisaat, hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 jam. Katanya, kalau sampai Cianjur, dibutuhkan sekitar 4 jam perjalanan dengan KA Pangrango. Saya belum pernah nyoba sih sampai ke Cianjur. Dulu waktu ke Gunung Padang, kereta ini belum sampai ke Cianjur, coba kalau sudah ada. Tinggal turun di Stasiun Lampegan, trus naik ojek deh ke Gunung Padang-nya. Yuk kapan-kapan kita nyobain lagi naik kereta Pangrango!

Kalau mau lihat jadwal lengkap kereta dari/ke Bogor – Sukabumi, bisa dilihat di website PT KAI, harga tiketnya untuk kelas eksekutif IDR 50.000, untuk kelas ekonomi IDR 20.000 saja.

Share: