Jetty di Pulau Sepa

Jetty di Pulau Sepa

Pulau Sepa terletak di bagian utara Kepulauan Seribu, dapat ditempuh dalam 1.5 hingga 2 jam perjalanan laut dari Dermaga 19, Marina – Ancol.  Resort di Pulau Sepa dioperasikan oleh PT Pulau Sepa Permai, jadi satu-satunya cara untuk menginap di pulau ini ya dengan membeli paket menginap dari pengelola resort. Ga bisa pakai cara “ngeteng” dari Muara Angke, atau nginep di homestay.

Bagi saya, rate menginap di Pulau Sepa terhitung lumayan mahal, IDR 1.348.000/night/person (tipe kamar paling murah: Gurita). Harga tersebut termasuk transportasi PP dengan speedboat dari Marina, meals 4x, dan coffee break 1x (dan main di pantai sepuasnya). Belum termasuk sewa alat snorkel dan watersport lainnya.

Tapi yaaaa… berhubung udah sakaw air laut dan naik kapal kayu dari Muara Angke masih serem di musim-musim begini (08 Maret 2014), ya udahlah mari kita foya-foya macam orang kaya. Lagipula, udah 12x pergi ke Kep. Seribu, ya masak naik kapal kayu melulu. -iya, ini humblebrag-




Speedboat berangkat dari Dermaga 19 Marina jam 08.00 pagi. Karena melihat cuaca yang mendung, saya dan Endah memutuskan minum antimo biar bisa tidur pules selama perjalanan. Benar saja, dibeberapa bagian perjalanan, saya merasakan dentuman ombak di lambung speedboat lumayan kerasa. Untungnya, dengan speedboat jarak Marina – Pulau Sepa yang hampir 2x jarak Muara Angke – Pulau Pramuka, cukup ditempuh dalam 2 jam saja.

Setibanya di Pulau Sepa, pantai berpasir putih langsung menyambut di kanan-kiri jetty. Di antara wisatawan di 2 speedboat itu, nampaknya hanya saya dan Endah yang pergi ke Pulau Sepa tanpa melalui perantara EO. Rombongan yang lain begitu turun langsung dikasih kunci oleh tour guide-nya, kami berdua setelah agak celingak celinguk, akhirnya bisa nemu front-office-nya. Hihi.

Ada 4 tipe kamar di Pulau Sepa, yaitu; gurita, flipper, penyu, dan kakap. Kami menempati tipe kamar yang paling murah, gurita. Penampakan kamarnya seperti ini.

Bagian Dalam Kamar Tipe Gurita

Bagian Dalam Kamar Tipe Gurita

Selain tipe gurita, ketiga tipe kamar lainnya terdiri dari rumah panggung. Ada yang berdiri sebelah sebelahan, ada juga yang sendirian.

Aktifitas watersport yang bisa dilakukan di Pulau Sepa lumayan banyak, antara lain; diving, snorkeling, jetski, canoe, banana boat, doughnut boat, dan memancing. Tentunya kesemua aktifitas tersebut bisa dinikmati dengan tambahan biaya tertentu. Kalau mau yang gratisan, bisa membawa alat snorkeling sendiri, lalu snorkeling sepuasnya di sepanjang house-reef . Biasanya ada beberapa nelayan yang akan mendekati kita, dan menawarkan sewa perahu untuk snorkeling di tempat lain IDR 175.000/jam/orang. Saya ga ngambil tawaran nelayan itu. Pertama, niat awal saya emang hanya ingin leyeh-leyeh saja. Kedua, harga tsb ridiculously pricey! Kalau pergi bertiga, sewa perahunya udah bisa buat nyewa perahu seharian yang muat 10 orang di Pulau Harapan/ Pulau Pramuka. Cih.

*kayanya sekali tukang jalan irit, akan tetep irit ye?*

Well, snorkeling di sekitaran Pulau Sepa aja udah lumayan cakep kok pemandangan underwater-nya. Pulau Sepa ini kan pulau yang sering dipakai buat ujian diving, jadi punya reefs  yang caem di kedalaman yang masih oke buat snorkeling. Dua spot yang oke untuk dicoba, yang pertama di bawah dermaga paling kiri. Di sana airnya sangat tenang, hampir ga ada arus. Dan begitu nyebur dari atas dermaga, dibawah langsung disambut dengan cliff/tebing pantai yang ditumbuhi berbagai macam coral. Ikan warna-warni bersliweran di sekitar kita. Namun hati-hati, ternyata di air yang tenang biasanya banyak ubur-ubur kecil. Bapak nelayan yang nawarin saya kapal tadi sih bilang, ubur-uburnya ga bahaya kok… Cuma akan nyengat clekit-clekit gatel sebentar. Hmmm.. mungkin kulit si bapak emang udah kebal. Sengatan ubur-ubur itu cukup membuat saya cursing sepanjang 20 menitan kami snorkeling. Atau saya aja yang lebay dan ga tahan gatal?

Coral di bawah Dermaga

Coral di bawah Dermaga

Ga tahan dengan ‘cubitan’ si jellyfish, saya memutuskan pindah spot di bawah dermaga tengah. Di spot ini arus ga setenang di dermaga kiri, tapi ga seheboh di dermaga paling kanan. Tapi kalau mau ketemu karang yang bagus, musti agak jauh berenangnya dari tepi pantai. Di spot ini ancaman berganti bentuk dari ubur-ubur jadi…… bulu babi. Lebih serem. 😛

Saya ini kan anaknya sotoy, sok-sokan merasa udah lulus renang level beginner, snorkeling-nya ga pakai life-vest dong. Asik lihat ikan sliweran, tau-tau udah nyampe aja di bagian karang yang dangkal, dan banyak bulu babinya. Sebenernya bulu babi itu kan bukan ikan yang akan nyerang kita, mereka hanya diem di dasar karang, ‘nunggu’ orang yang sial aja nginjek durinya. Jadi, seharusnya saya ga usah panik, dan pelan-pelan berenang menjauh dari karang itu. Tapi namanya juga MissLebay, hebohlah saya berenang menjauh ga lihat-lihat lagi. Dan akibatnya paha kiri kena stempel karang. Srettt… perihnya macam diputusin pacar tanpa alasan gitu.

Karena udah terluka cape juga, saya memutuskan menghabiskan sisa hari dengan leyeh-leyeh di kursi malas saja. Ngobrol ngalor ngidul sama Endah dan Sisil.

Kursi Malas Untuk Berjemur

Kursi Malas Untuk Berjemur

Asiknya nginep di resort pulau terpencil gini, kita ga usah pusing urusan makanan. Semua sudah disediakan. Makanan yang disajikan di Pulau Sepa termasuk enak dan jumlahnya pun banyak. Paling males kan kalau udah ga ada yang jual makanan, eh makanan yang disediain ga enak atau jumlahnya terbatas. Menunya sih nasi, seafood, ayam, tumis sayuran dan sup untuk makan siang. Makan malem ada opsi french fries sebagai pengganti nasi. Untuk sarapan lebih macem-macem pilihannya. Ada nasi goreng, kwetiaw goreng, pancake, dan roti. Dan setiap acara makan, pasti ditemani oleh live-band yang bawain lagu-lagu top 40 (pada masanya), kecuali pas sarapan.

Keesokan harinya, saya sama Endah ngabisin waktu dengan main air aja di pinggir pantai. Karena dari jam 3 pagi hujan, jadi visibility di dalam air jelek banget. Males snorkeling, saya hanya berenang-renang di pinggir pantai. Endah masih keukeuh nyobain snorkeling, and she’s lucky she met Nemo just three meters away from the shore!

Selebihnya, kami leyeh-leyeh sambil nungguin Sisil yang belum selesai diving. Nah, kalau mau diving kaya Sisil, mendingan ngambil paket dari Dive Center yang biasa dipakai teman saya, Sisil, di Pulau Sepa. Please contact Aji (08568850009). Mereka punya penawaran yang lebih hemat jika dibandingkan dengan ngambil kamar dari Pulau Sepa dan paket diving secara terpisah.

Mau Diving?

Mau Diving?

 

Share: