November tahun lalu, saya dan 8 orang teman jalan-jalan ke ujung barat Indonesia, Pulau Weh. Plus mampir juga di Banda Aceh. Ketika teman-teman kantor mendengar tentang rencana jalan-jalan saya, banyak yang bertanya heran; ‘Ngapain ke Aceh? Ada apa di sana? Lo ga takut ditembak GAM?’

Kalau soal GAM sih, udah pasti ga mungkin kejadian lah ya… Di sana sudah damai, aman, sentausa! Justru yang sempat kepikiran adalah soal outfit. Selama ini ‘seragam’ kalau sedang jalan-jalan kan celana pendek dan t-shirt. Boleh ga ya pakai itu di Banda Aceh dan Pulau Weh?

Browsing sana-sini, ternyata untuk di Pulau Weh-nya kita bebas pakai baju apa saja asal masih sopan. Bercelana pendek? Silakan! Bahkan di beberapa private beach milik penginapan/hotel, banyak yang pakai bikini. Untuk di Banda Aceh tidak ada aturan khusus mengenai baju bagi turis/wisatawan. Hukum syariah hanya berlaku bagi warga asli Aceh, tapi khusus untuk masuk ke Masjid Baiturrahman memang diwajibkan berpakaian muslimah (celana panjang tidak ketat, baju panjang, dan kerudung). Saya sendiri meski kepanasan berbaju panjang, memilih untuk memakainya saat keliling kota Banda Aceh. Rasanya lebih nyaman kepanasan daripada diliatin orang-orang sepanjang jalan karena pakai celana pendek dan kaos di Banda Aceh.

Well, setelah persiapan yang cukup lama dan ribet, mengingat kelompok kami yang lumayan besar, akhirnya kami berangkat tanggal 14 November 2012. Saya dan teman saya Endah, berangkat dengan Garuda, 7 teman lainnya menyusul dengan Lion Air. Harga tiket, saya beruntung dapat tiket promo, Rp.1.440.000 pp. Yang lain rata-rata habis Rp.1.700.000 dengan Lion/Sriwijaya.

Mendarat di bandara Sultan Iskandar Muda, cukup mudah mencapai kota Banda Aceh. Jika ingin menghemat ongkos, bisa memilih naik bus damri. Hanya saja, bus damri ini tidak setiap saat jalan seperti di Jakarta. Setelah penuh (menunggu flight-flight tertentu), baru jalan. Ongkosnya Rp.15.000 saja. Kalau tidak ingin menunggu, bisa naik taksi (mobil pribadi yang diubah jadi taksi), ongkosnya Rp.70.000/mobil (Bandara – Masjid Baiturrahman), bisa sharing bertiga atau berempat. Sampai di pelabuhan Ulee Lheu cukup Rp.90.000. Biasanya sopir ‘taksi’ menawarkan jasa dengan tambahan biaya tertentu. Saya dan Endah mengambil tawaran sopir taksi untuk berkeliling Banda Aceh dengan tambahan Rp.50.000. Oleh Pak Radu, kami diantar ke Museum Tsunami, PLTD Apung, kapal ‘nyangkut’ di atap rumah di Lampulo, dan terakhir ke Masjid Baiturrahman.




Dari Banda Aceh untuk menyebrang ke Pulau Weh, ini pilihan kapalnya:

KAPAL CEPAT waktu tempuh regular ± 45 menit – 60 menit
Nama Kapal

Rute (Jam)

Harga Tiket (Rp)

Ulee Lheu – Balohan

Balohan – Ulee Lheu

Ekonomi

Bisnis

VIP

Pulo Rondo

9:30

16:00

65,000

75,000

85,000

Bahari

16:00

8:00

55,000

65,000

75,000

KAPAL FERRY Waktu tempuh regular ± 1,5 – 2 jam

Hari

Rute (Jam)

Ulee Lheu – Balohan

Balohan – Ulee Lheu

Sabtu, Minggu, Rabu

10:30 & 15:30

07:45 & 13:00

Senin, Selasa, Kamis, Jum’at

13:00

7:45

Kami memilih naik Kapal Bahari, kelas ekonomi, karena kami pikir ini hanya perjalanan 45 menit, jiwa sombong petualang kami yang sudah biasa menempuh perjalanan 3 jam Muara Angke – Pramuka kena karmanya ketika sampai di kapal, kelas ekonomi penuh sesak dan banyak yang merokok tanpa peduli kami sesak nafas. Setelah pengalaman itu, untuk perjalanan pulang kami berjanji untuk mengambil kelas bisnis, beda sepuluh ribu rupiah, tapi bebas asap rokok.

Dari pelabuhan Balohan (Pulau Sabang) menuju Iboih Inn tempat kami menginap, kami dijemput dengan mobil L300, tarifnya Rp.250.000, bisa muat 10 orang. Jika hanya pergi bertiga atau berempat, bisa menyewa mobil yang lebih kecil, misalnya kijang atau sedan. Tarif biasanya Rp.30.000/orang, tergantung kepandaian kita menawar.

Pilihan penginapan di Pulau Weh lumayan beragam. Dari yang dekat dengan kota Sabang, di daerah Sumur Tiga (Freddies, Casa Nemo, Sabang Point), Anoi Itam (Anoi Itam Resort), Pantai Gapang (Lumba-lumba Inn), atau di daerah Iboih (Iboih Inn, Yulia Bungalow, Oong’s).

Benteng Jepang, Pulau Weh

Benteng Jepang, Pulau Weh

 

Dua malam pertama, kami menginap di Iboih Inn. Penginapan di tepi tebing yang menghadap langsung ke Pulau Rubiah. Untuk kamar dengan fan, harganya 250ribu/malam. Dengan AC, 350ribu/malam. Mau lebih hemat lagi? Bisa memilih kamar tipe budget yang harganya hanya 150ribu/malam, tapi bersiaplah ngos-ngosan karena kamar ini terletak agak jauh di atas tebing. Kalau mau yang langsung bisa menatap laut tanpa terhalang pepohonan, bisa memilih tipe kamar super deluxe, harga sewanya 450ribu/malam, dengan AC dan water heater.

iboih inn icha1

Menginap di Iboih Inn itu seru banget! Bangun pagi langsung nongkrong di area resto, memandang ke air yang jernih sambil menunggu matahari terbit. Jangan kaget kalau tiba-tiba dibawah dermaga kayu yang kita duduki, muncul berseliweran ikan aneka warna. Trus sambil bengong di dermaga bisa ngeliatin pemandangan Pulau Rubiah. Soal makanan ga usah khawatir, Iboih Inn punya resto yang makanan lezat banget, dengan harga terjangkau. Sayangnya, kalau tamu penginapan sedang banyak, mereka sering kewalahan nyiapin makanan, jadi agak lama. Lebih baik memesan sebelum laper banget, daripada jadi emosik, heheheh..

Dermaga di Iboih Inn

Dermaga di Iboih Inn

Ikan Ikan di Bawah Dermaga

Ikan Ikan di Bawah Dermaga

Malam ketiga, kami menginap di Santai Sumur Tiga alias Freddies. Penginapan yang ini lebih seru lagi. Dimiliki oleh Freddie Rosseau, bule asal Afrika Selatan yang sudah puluhan tahun tinggal di Pulau Weh. Dari pertama masuk ke penginapan ini, I can tell that his passion is cooking. Untuk makan malam dan sarapan tamu-tamunya, beliau nyiapin sendiri lho! Too bad, we can’t taste his famous cooking for dinner that night, karena kami ga reservasi untuk makan malam. Untungnya untuk sarapan masih bisa reservasi. Paket makan di Freddies belum termasuk ke dalam harga penginapan ya. Waktu itu harga breakfast IDR 35.000 dan dinner IDR 65.000. Di Freddies juga ada restoran yang menyajikan menu a la carte, dan makanannya pun enak-enak.

Untuk tempat-tempat apa saja yang bisa dikunjungi di Pulau Weh, silakan baca di sini ya.

Share: