Desa Sawarna terletak di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten, dapat ditempuh dalam 7-8 jam perjalanan mobil dari Jakarta. Bisa lewat Serang – Pandeglang – Lebak atau lewat Bogor – Sukabumi – Lebak. Waktu kesana tanggal 28 Juni lalu, berangkatnya saya lewat Pandeglang, pulangnya lewat Sukabumi. Pas berangkat saya tidur pulas banget sampai ga lihat jalan sama sekali (bukan cuma ga lihat jalan sih, kepala kejeduk jendela mobil aja ga bangun, hihihi…), kata Iin temen saya sih ada beberapa bagian jalan yang jelek banget dan kaya lewat tengah hutan gitu. Pas pulangnya, saya ga tidur dan merasakan sendiri jeleknya jalan di sepanjang Pelabuhan Ratu – Karang Hawu. Jadi, mau lewat mana saja, dari Jakarta ke Desa Sawarna harus siap-siap mobil yang sehat, bantal buat senderan dan ga ngeluh “jalannya jeleeekkk..” πŸ˜€

Begitu masuk ke Desa Sawarna, kita langsung disambut jembatan gantung kecil. Saya sarankan jalan kaki aja dari tempat parkir mobil ke penginapan, ga usah naik ojek. Sambil menelusuri gang kecil, kita bisa temukan banyak home-stay dengan berbagai macam tarif. Dari yang menawarkan paket IDR 90.000/orang/malam termasuk 3x makan, hingga IDR 120.000/orang/malam termasuk 3x makan, hingga IDR 400.000/homestay untuk 6 orang, belum termasuk makan. Dari yang saya lihat sih, selama bukan saat libur Lebaran, masih bisa kok datang go-show dan dapet penginapan. Urusan makan juga ga perlu khawatir, banyak warung penjual sarapan (nasi uduk, nasi kuning), warung bakso, warung nasi padang, warung indomi & kopi, ada Alfamart juga. Sawarna is a quite developed village, jadi ga perlu khawatir susah nyari makan.

Ada apa aja sih di Sawarna?

1. Pantai Ciantir

Pantai Ciantir Kala Senja

Pantai Ciantir Kala Senja




Pantai dengan pasir putih kecokelatan ini menjadi spot paling ramai dikunjungi orang kalau ke Sawarna. Pantainya landai dan luas, ombaknya relatif besar tapi asalkan selalu waspada masih bisa untuk main air di tepiannya. Aksesnya pun cukup mudah. Dari pinggir jalan raya, cukup berjalan kaki sekitar 1 km melewati perkampungan penduduk, sudah sampai pantai. Lapar? Haus? ga bawa bekal makanan? Banyak warung di sana. Namun bagi anda yang mencari pantai yang sepi, mungkin kurang suka berada di sini. Berjalanlah sedikit ke arah timur (arah Tanjung Layar), maka anda akan menemukan pantai berbatu karang yang lebih sepi.

2. Tanjung Layar

Kira-kira 1.5 km ke arah timur Pantai Ciantir, ada pantai lagi yaitu Pantai Tanjung Layar. Ombak di sini relatif lebih kecil karena sebelum sampai ke tepi, ombak sudah ditahan oleh semacam “tembok” karang yang terbentang di balik dua bongkah batu yang membentuk layar.

Tanjung Layar di Kejauhan

Tanjung Layar di Kejauhan

Orang-orang biasanya berfoto di depan tembok karang tersebut. Tapi tetap berhati-hati ya, sebab kadang kala ombak begitu besar datang dan bisa melewati tinggi tembok karang tersebut. Salah-salah kamera anda bisa basah atau bahkan mungkin karena tidak siap dengan datangnya ombak, anda jatuh dan terluka.

Tanjung Layar sangat pas didatangi saat sunset, biasanya banyak fotografer berburu foto matahari tenggelam saaat itu.

3. Gua Lalay

Gua Lalay terletak di sebelah timur Desa Sawarna. Bisa ditempuh kurang lebih dengan berjalan kaki 45 menit, melalui jalan desa, jembatan gantung, dan pematang sawah. Trekking ringan gitu lah… Sepanjang jalan, saya sih menikmati banget pemandangan sawah, sungai dan hutan desa yang dilewati.

sawarna (3)

Jembatan Gantung Menuju Gua Lalay

Kalau Gua Lalay-nya sendiri, kesan saya biasa saja. Not that special cave that will awe me. Banyak jalur yang ada di dalam Gua Lalay, dari yang terpendek yang hanya butuh 30 menit untuk mengeksplor, hingga jalur terpanjang yang bisa menghabiskan sekitar 4-5 jam, minus acara foto-foto sana sini yaa.. πŸ˜›

sawarna (4)

Pintu Masuk Gua Lalay

 

4. Pantai Legon Pari

Pantai yang satu ini agak pe-er ngedatanginnya. Niat banget mau lihat sunrise di sini, saya dan teman-teman bangun sekitar jam 4 pagi, trus trekking lewat jalur yang kemarin dilewatin pas mau ke Gua Lalay, pluuusss… 1x rute yang lebih jauh lagi, lewat bukit-bukit kapur yang gelap gulita. (Baca: trekking ke Gua Lalay baru 1/2 perjalanan menuju Legon Pari, wakwaaaww!)

Tapiiii… pemandangan sampai di sana, cukup menghiburlah. Ini sunrise yang saya dapet:

sawarna (2)

Sunrise di Pantai Legon Pari

Seru kan main-main ke Sawarna? Kalau ga mau repot, banyak kok EO yang bikin trip ke sana. Harganya berkisar antara IDR 325.000 sampai IDR 450.000, tergantung fasilitas yang ditawarkan.

 

Share: