Anda merasa penat dengan pekerjaan dan butuh liburan yang dekat dan murah, tapi bosan dengan pilihan ke luar kota yang itu-itu saja dan malas kena macet di jalan? Mengapa tidak mencoba liburan ke Kepulauan Seribu? Hanya dengan menempuh perjalanan sekitar 1.5 hingga 3 jam saja, Kepulauan Seribu menyediakan banyak alternatif liburan yang bisa kita nikmati. Dari sekedar duduk santai di tepi pantai berpasir putih sambil menikmati es kelapa muda, ber-snorkeling atau bahkan diving diantara gugusan coral aneka warna, menikmati kuliner seafood, camping di pulau tidak berpenduduk, atau jika anda penikmat wisata sejarah, Kepulauan Seribu lengkap menyediakannya bagi anda.

Pantai berpasir putih di Pukau Perak

Pantai berpasir putih di Pulau Perak

Terletak di sebelah utara Ibukota Jakarta, Kepulauan Seribu menjadi kabupaten/kotamadya ke-enam, setelah sebelumnya hanya berstatus kecamatan dan tergabung dalam Kotamadya Jakarta Utara. Meski bernama Kepulauan Seribu namun sesungguhnya pulau yang terdapat di sana tidak mencapai 1000 pulau, hanya berjumlah 105 pulau saja. Dari ke 105 pulau tersebut, hanya beberapa pulau saja yang berpenghuni, sisanya merupakan pulau-pulau kosong yang memiliki banyak peruntukan lainnya, misalnya; cagar alam, pusat penghijauan, rekreasi, pengatur lalu lintas laut (mercusuar), hingga pusat penelitian.

Untuk mencapai Kepulauan Seribu, anda bisa menempuhnya melalui Dermaga Marina Ancol ataupun melalui Pelabuhan Muara Angke. Jika berangkat dari Pelabuhan Muara Angke, kapal yang digunakan adalah kapal kayu yang bisa menampung 100 – 150 orang penumpang. Dengan keadaan laut yang tidak berombak, biasanya kapal akan tiba di Pulau Pramuka (atau pulau lainnya) dalam waktu kurang lebih 3 jam. Sedangkan jika berangkat dari Dermaga Marina Ancol, kapal yang digunakan adalah jenis speedboat yang lebih cepat dari pada kapal kayu biasa, cukup 1.5 jam saja untuk mencapai Pulau Pramuka. Harga tiket antara kedua jenis kapal tersebut lumayan jauh berbeda. Sebelum kenaikan BBM 21 Juli 2013 lalu, harga tiket kapal Muara Angke – Pulau Pramuka adalah Rp. 35.000/orang sekali jalan. Sedangkan tiket speedboat dari Marina Ancol ke Pulau Pramuka adalah Rp. 250.000/orang sekali jalan. Kapal apa yang anda gunakan, bisa anda sesuaikan dengan budget liburan anda. Jika menyukai kenyamanan dan memiliki dana liburan yang agak longgar, anda bisa memilih naik speedboat dari Marina Ancol. Jika memilih yang murah saja atau ingin berhemat, bisa naik kapal kayu dari Muara Angke.

Dermaga Speedboat, Marina Ancol

Dermaga Speedboat, Marina Ancol




OK, anda sudah tahu bagaimana caranya menuju Kepulauan Seribu. Lalu apa saja yang bisa dilakukan di sana? Banyak sekali! Saya sendiri sudah 11 kali mengunjungi Kepulauan Seribu namun rasanya tidak pernah bosan dengan pemandangan dan pengalaman yang kepulauan ini suguhkan, misalnya:

1. Wisata Sejarah

Sejak jaman penjajahan Belanda, Kepulauan Seribu sudah memiliki peran penting bagi VOC. Dari mulai sebagai galangan atau bengkel kapal dagang mereka, benteng pertahanan dam menara pengawas, tempat berdirinya rumah sakit bagi penderita penyakit kusta, penjara, hingga tempat karantina calon jemaah haji. Nah, reruntuhan bangunannya saat ini bisa kita temui di Pulau Onrust, Pulau Kayangan atau Pulau Cipir, dan Pulau Kelor.

Makam Perempuan Belanda (Maria) di Pulau Onrust

Makam Perempuan Belanda (Maria) di Pulau Onrust

Di Pulau Onrust terdapat beberapa makam Belanda, salah satunya makam seorang perempuan bernama Maria, yang konon hantunya sering menampakkan diri. Hiiiiii… Selain itu, terdapat juga museum yang menceritakan sejarah Pulau Onrust di masa lalu.

Di Pulau Onrust saya menemui plang bertuliskan “Benteng Mortello” di sebuah reruntuhan bangunan. Plang tersebut mengatakan di situ adalah bekas bangunan Benteng Mortello, namun dari situs wikipedia yang saya baca, disebutkan bahwa Benteng Mortello yang sebenarnya dulu berdiri di Pulau Bidadari, bukan di Pulau Kelor atau bahkan Pulau Onrust seperti yang selama ini diyakini orang. Entahlah mana yang benar, mungkin masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai sejarah ini.

2. Berkemah

Bagi anda penyuka aktifitas camping pasti menyukai kegiatan yang satu ini. Mendirikan tenda, menyalakan api unggun sambil menikmati deburan ombak, barbeque seafood, atau sekedar berbagi cerita dengan sahabat-sahabat anda. Pulau yang dapat dijadikan sebagai arena berkemah antara lain Pulau Semak Daun dan Pulau Perak.

Camping di Pulau Semak Daun

Camping di Pulau Semak Daun

Pulau Semak Daun dapat ditempuh dalam 30 menit menggunakan perahu kecil bermotor dari Pulau Pramuka. Pulau seluas kurang lebih 0.75 hektar ini tidak berpenduduk, hanya ditinggali oleh satu keluarga penjaga pulau saja. Untuk berkemah di sini, kita hanya perlu membayar uang kebersihan kepada penjaga pulau sebesar Rp. 10.000/ orang. Terdapat kamar mandi sederhana berair payau yang bisa digunakan untuk buang air kecil dan besar. Kalau mau mandi dengan air tawar, bisa membeli ke si penjaga pulau, dengan tarif Rp. 5.000 untuk satu jerigen isi 10 liter. Disalah satu sisi pulau terdapat pohon pinus laut, nah dibalik pohon-pohon inilah spot camping favorit saya. Langsung menghadap ke pantai mungil berpasir putih, dan kala dini hari pohon pinus bisa melindungi dari angin laut.

Camping di Pulau Perak

Camping di Pulau Perak

Pulau Perak terletak kurang lebih 45 menit perjalanan laut menggunakan perahu bermotor dari Pulau Harapan. Dalam perjalanan menuju Pulau Perak dar Pulau Harapan, kita akan melewati beberapa resort seperti Pulau Putri dan Pulau Bira. Pulau Perak juga tidak berpenduduk, hanya dijaga oleh 2 orang kepala keluarga yaitu Pak Minang dan Pak Muslim. Pulau seluas sekitar 3 hektar ini tidak memiliki kamar mandi yang bisa digunakan sebagai tempat buang air besar. Jadi kalau camping di sini, siap-siap saja menahan panggilan alam yang satu itu, atau kalau tidak tahan ya terpaksa gali pasir atau mengotori laut, hehehehe… Tapi, selama saya berwisata ke Kepulauan Seribu, baru di Pulau Perak ini saya mendapati sumur air tawar yang begitu segar. Bahkan air di penginapan di Pulau Pramuka yang sudah disaring sedemikian rupa saja kalah segarnya. Sumur tersebut berada di tengah hutan, tanpa penerangan sama sekali saat malam hari. Jangan pernah sendirian pergi ke sumur ini ya, selalu ajak teman. Untuk berkemah di Pulau Perak, cukup membayar Rp.150.000/kelompok kepada Pak Minang, dan beliau akan menyiapkan lahan kemah dan kayu bakar untuk api unggun. Ada satu aturan jika berkemah di sini, selalu nyalakan api unggun dan bakar rokok meski tidak dihisap. Entah apa alasannya. Namun waktu saya berkemah di sana, saya dan teman-teman hanya menyalakan api unggun saja, tidak membakar rokok. Puji syukur tidak terjadi sesuatu hal yang buruk pada kami.

3. Snorkeling dan Diving

Dua kegiatan ini mungkin alasan utama mengapa orang pergi ke Kepulauan Seribu. Saya baru bisa menikmati kegiatan snorkeling saja. Untuk diving belum bisa karena belum punya sertifikat menyelam. Saya sungguh menikmati snorkeling di Kepulauan Seribu, karena dengan biaya yang cukup murah, saya sudah bisa menikmati berenang bersama ikan warna-warni yang berkejaran diantara terumbu karang. Beberapa spot snorkeling yang pernah saya singgahi di Kepulauan Seribu antara lain; Kaliage, Kolar, Pulau Bira Gosong, Macan Gundul, Pulau Tongkeng, dan Pulau Kayu Angin. Selain jarak tempuh yang lumayan dekat, ikan yang berwarna-warni, salah satu alasan lain mengapa snorkeling di Kepulauan Seribu sangat menyenangkan adalah arus lautnya yang relatif tenang, asalkan tidak dilakukan di musim penghujan.

Saya dan teman saya, Destia, selesai snorkeling di dekat Pulau Tongkeng

Saya dan teman saya, Destia, selesai snorkeling di dekat Pulau Tongkeng

Bagi perenang payah seperti saya, arus yang tenang sangat membantu dalam menghemat energi. Meskipun tidak bisa berenang, tidak perlu takut untuk snorkeling, karena ada life-vest dan mask serta snorkel yang siap membantu. Namun tetap diperlukan ketenangan saat berada di dalam air. Rasa panik akibat terkena ombak kecil bisa membuat seseorang tersedak air laut, dan ini biasanya merupakan pengalaman traumatis.

Snorkeling di Pulau Tongkeng

Snorkeling di Pulau Tongkeng

4. Wisata Edukasi dan Konservasi

Ah apa enaknya liburan masih belajar juga?! Eits, mungkin membosankan bagi anda para orangtua, namun bagi putra-putri anda yang masih kecil wisata jenis ini bisa menjadi sarana belajar mencintai alam lho! Dan Kepulauan Seribu menawarkan banyak pilihan untuk itu. Sebut saja misalnya; menanam pohon bakau (mangrove), transplantasi terumbu karang, belajar mengenai penangkaran penyu sisik. Kesemua aktifitas tersebut dapat anda temui di Pulau Pramuka. Dan anda, baik secara pribadi maupun secara kelompok bisa ikut ambil bagian di dalamnya. Seru bukan sambil berlibur sambil menjaga keindahan alam, agar keindahan Kepulauan Seribu masih tetap bisa dinikmati oleh anak cucu kita.

Menanam Terumbu Karang di Pulau Pramuka

Menanam Terumbu Karang di Pulau Pramuka

Bersama teman-teman Picnicholic seusai menanam mangrove di Pulau Pramuka

Bersama teman-teman Picnicholic seusai menanam mangrove di Pulau Pramuka

5. Bersantai di Pantai

Dari semua aktifitas yang telah saya tawarkan di atas, tidak ada yang menarik bagi anda? Anda hanya ingin bersantai di pinggir pantai, sambil membaca buku atau mendengarkan musik, dan menikmati es kelapa muda yang menyegarkan? Tenang… Anda pun bisa mendapatkannya di Kepulauan Seribu. Untuk kelas resort, ada banyak pilihan seperti Pulau Bidadari, Pulau Macan, Pulau Putri, Pulau Sepa, dan Pulau Pantara. Masing-masing memiliki pantai yang bisa anda nikmati, dan menyandang status ‘resort’ pastinya mereka memiliki fasilitas-fasilitas yang tidak bisa anda nikmati jika memilih cara ‘jalan-jalan murah’ seperti yang biasanya saya lakukan.

Dermaga Pulau Sepa

Dermaga Pulau Sepa

Pulau Sepa

Pulau Sepa

Namun jika anda adalah tipe ‘backpacker’ seperti saya, jangan khawatir. Kepulauan Seribu cukup ramah untuk anda yang ingin menikmati pantai dengan hemat. Pulau Pari, Pulau Bira dan Pulau Tidung bisa menjadi pilihan. Pulau Pari terkenal dengan Pantai Perawan-nya, pantai berpasir putih nan luas yang bisa anda jadikan tempat bersantai. Sementara Pulau Tidung dengan icon-nya Jembatan Cinta yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil, juga bisa menjadi pilihan tempat bersantai menikmati sunrise dan sunset.

Pantai Pasir Perawan, Pulau Pari

Pantai Pasir Perawan, Pulau Pari

Pulau Pari

Pulau Pari

Sunset di Pulau Bira

Sunset di Pulau Bira

Pemandangan dari Jembatan Cinta, Pulau Tidung

Pemandangan dari Jembatan Cinta, Pulau Tidung

Kepulauan Seribu, hampir mirip dengan namanya memiliki seribu keindahan yang tidak pernah habis untuk dinikmati. Dari kelima cara menikamati keindahan Kepulauan Seribu yang saya tulis di atas salah satunya pasti cocok dengan gaya liburan anda. Apakah anda penikmat camping atau menyukai leyeh-leyeh di pantai saja, suka snorkeling atau malah hobi diving, menyukai sejarah atau mencintai usaha konservasi kelautan, semuanya bisa anda temukan di Kepulauan Seribu. Penat butuh liburan? Tak usah bermacet-macet keluar kota, atau jauh-jauh naik pesawat, cukup ke Kepulauan Seribu saja, paling lama 3 jam perjalanan dari rumah, keindahannya sudah bisa anda nikmati. Jadi tunggu apa lagi, ayo pergi ke Kepulauan Seribu, Enjoy Jakarta! dengan gaya yang berbeda.

 

~~~

Beberapa data pada tulisan ini diambil dari: Wikipedia dan Pulau Seribu.Co

Semua foto adalah dokumen pribadi.

 

image

twitter following

Capture following account twitter

Share: