Kali ini saya ingin berbagi cerita soal Trip Aceh. Selain itinerary yang saya tulis di sini, masih ada beberapa tulisan tentang Aceh dan Pulau Weh yang sudah pernah saya tulis di blog orang. Kok ditulis di blog orang, ga di blog sendiri?

Karena waktu nulis artikel-artikel itu, blog ini masih dalam keadaan mati suri. Hihihihi. Udah dibikinin sama kk Isnuansa, tapi saya masih belum nemu ‘feel’ yang pas buat mulai nulis di blog ini. Dan ternyata, dengan nulis di blog orang lain, terus ngeliat bahwa tulisan kita memang ada yang mau baca, jadi bikin makin semangat untuk mulai nulis di blog sendiri.

Pas saya baru pulang dari Pulau Weh, pas kebetulan Susan dari PergiDulu.com ngetweet gini: Ada ga di sini yang seneng traveling, bisa nulis, tapi ga punya blog sendiri? Saya baca tweetnya, tapi kok rasanya malu ya mau menawarkan diri, hehehe… (Yes, I am a Leo with the biggest pride you’ve ever know!) Eh, Tika nge-RT tweet itu dengan mention akun saya. Selang beberapa hari, Susan nge-DM saya minta alamat email, long story short, akhirnya saya submit tulisan saya yang pertama untuk PergiDulu.com.

Tulisan tentang review Iboih Inn itu bisa di baca di sini.




Pertama kali nulis, kayanya itu parah banget deh! Saya nulis dengan gaya naratif, sementara harusnya kalo nulis review itu, lebih bagus dengan deskriptif. Untung Susan banyak banget ngajarin dan ngasih masukan gimana nulis deskriptif yang bagus.

Lalu datang tawaran nulis artikel yang kedua buat PergiDulu.com, kali tentang cerita pantai-pantai di Pulau Weh. The second one was much-much better that the first one, I think.

Nah, baru-baru ini saya nulis lagi tentang Aceh, soal city tour di Banda Aceh. Di-postingnya di website ‘induk’ dari blog ini. Postingan yang ini khusus dibikin karena mau ikut lomba nulis. Dan berhubung salah satu syarat penilaian lomba adalah “blog dengan jumlah pembaca yang banyak”, rasanya kalau diposting di sini kurang memenuhi syarat ya!

Selamat menikmati cerita saya soal Pulau Weh dan Banda Aceh…

Share: